Skip to main content

Yuk, Jadi Cantik!

Mungkin judul diatas terkesan narsis atau kepedean, tapi, bukankah setiap wanita itu cantik? Anak-anakku saja tahu kok mana cantik, mana ganteng. Menurut mereka wanita itu cantik dan laki-laki ganteng. Nah, siapa sih yang tidak ingin cantik? Di puji cantik dan diperlakukan bak putri cantik?

Barusan saya membaca postingan seorang bapak, mengapa wanita  cantik jodohnya orang jelek?  Sungguh, saya tertawa dalam hati. Jangan-jangan postingan itu merupakan pengalaman pribadinya. heuheu. Ya, apa benar begitu? sepertinya analisanya salah deh.

Saya (merasa) cantik….hihihi geer amat yak…:-) Suami saya pun ganteng loh. Enggapercaya? boleh berkunjung ke laman FB saya  untuk melihat foto keluarga. Saya tidak ingin sombong atau takabur, tetapi ingatlah bahwa manusia diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baik penciptaan.

Cantik sebenarnya kata yang relatif. Ada yang bilang, cantik itu banyak anak. Cantik itu dekat dengan anak-anak. Cantik itu bersih. Cantik itu ramah. Cantik itu …isi sendiri ya. Yang pasti, menurut saya cantik itu tidak hanya kelihatan di zohirnya saja, tetapi yang paling penting adalah batinnya. Inner beauty kalau bahasa kerennya…:-) .
Suami saya sering sekali memuji saya cantik, dan ini bernilai positif sekali pada saya. Saya menjadi orang yang percaya diri dan percaya bahwa dia mencintai saya apa adanya. Tidak perlu memoles diri secara berlebihan dan tidak membuat kantong bolong. be positive saja lah…:-)

Tips cantik dari saya, boleh dicoba boleh tidak ya. Just sharing for you.
1. Positif thinking. Selalu berfikir positif, apapun masalah yang kita hadapi tetap tersenyumlahhh.
2. Bermain dengan anak-anak. Ketika kita bermain dengan anak kita, anak tetangga, pasti ada perasaan ringan seperti halnya anak-anak. Mereka tertawa, menangis tanpa beban. Mendengarkan celotehnya yang riang pasti membawa kebahagiaan bagi yang mendengarkannya.
3. Jangan gonta ganti make up, sayangi wajah cantik anda…:-) kalau memang di perlukan, pakai saja perawatan tradisional buatan sendiri. Murmer dan hasilnya memuaskan.
4. Banyak anak! bagi yang tidak setuju jangan marah disini ya…:-) Konon, dengan hamil dan melahirkan, merangsang pertumbuhan hormon-hormon kecantikan baru bagi wanita. Tidak percaya? buktikan saja sendiri :-)
5. Perbanyak minuman, buah-buahan dan sayur-sayuran.
6. Menulis.
7. Lapangkan hati. Hati adalah raja dari tubuh kita, maka perhatikan kesehatannya. Kalau hati sakit, maka sakit seluruh badan. Obatnya hanya satu, perbanyak mengingat Allah dan bersyukur.


Selamat mencoba^_^

Tulisan ini adalah murni tulisan saya, pernah dimuat di Kompasiana. Dilarang mengutip atau mengambil isi, sebagian maupun semua isi tulisan kecuali ijin admin.

Comments

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…