Skip to main content

Browniez Kukus Tanpa Mixer


Sudah lama anak-anak saya request ingin dibuatkan brownies kukus kesukaan mereka. Saya belum membuatkan bukan menolak permintaan mereka. Bikin kue harus pake mixer kali. Ya inilah, resiko pindah-pindah antar negara, dulu. Alat elektronik sulit dibawa ke sini. Sebab kan beda wattnya gede banget. Sekali masak kue, bisa jeklek terus listrik di rumah heuheu

Saya sudah mengajak pak suami untuk melihat-lihat harga mixer. Siapa tahu ada yang cocok dengan isi dompet. Sayangnya suami sibuk terus. Ya sudahlah, buat kuenya nanti saja. Sampai si mixer ada. Anak-anak cemberut. Saya mengerut. Ehm ... Daripada begitu, saya browsing resep kue. Tujuannya mencari resep brownies tanpa mixer. Mumpung pakai XL, yang jaringan internetnya cepet banget dan stabil, saya mulai pencarian. Alhamdulillah, ada!
Segera saya catat dan bersiap membuat kue. Kemudian saya kabari anak-anak. Mereka pun bersemangat dan gembira. 

Masak kue bareng krucil meskipun rempong tapi seneng. Aha, saya baru ingat punya kocokan telur manual, mengaduk telur jadi lebih mudah memakai benda itu. Lumayan pegal sih, tapi ... demi menyenangkan anaks hihihi berotot berotot deh emak. 

Anak-anak juga berbagi tugas. Ada yang menimbang terigu, gula halus, cokelat, mentega. Ada yang mengoles loyang dengan mentega. Ada yang mengukur minyak goreng. Seru! Sampai dede bayi juga ingin ikut serta juga ngacak-ngacak hihhi

Alhamdulillah, tak sampai satu jam, brownies kukus pun jadi. Mengukusnya sih sebentara hanya 25 menit. Preparationnya yang lama sebab krucil ikut ambil bagian.

Resep saya copas langsung dari resephariini.com.

bahan-bahan membuat brownies

Bahan-bahan Brownies :

  • Tepung terigu 250 gram 
  • Coklat bubuk 50 gram 
  • Gula halus 200 gram (bisa menggunakan gula pasir yang diblender) 
  • Minyak goreng 200 mili liter 
  • Air kopi 200 mili liter (1 bungkus kopi instan tanpa ampas aneka rasa sesuai selera seperti mocacino, vanila late, capucino, coffemix, white coffe disendu dengan air panas sebanyak 200 mili liter (dinginkan). Intinya gunakan kopi yang tidak ada ampasnya ya bun!)
  • Telur 2 butir (kocok lepas) 
  • Garam halus 1 sendok teh
  • Soda kue 1 sendok teh 

Step By Step Membuat Brownies Cokelat Kukus :

  1. Pertama-tama ayak tepung terigu, cokelat bubuk, garam dan soda kue. Campurkan gula halus, aduk sampai semua bahan tercampur dengan rata. Sisihkan.
  2. Selanjutnya campurkan minyak goreng dan telur, kocok dengan spatula, garpu atau sendok sampai rata.
  3. Setelah itu campurkan adonan telur ke dalam adonan tepung terigu yang di ayak tadi, lalu masukkan air kopi. Aduk sampai benar-benar rata.
  4. Jika bahan adonan sudah tercampur rata, silahkan tuang adonan ke dalam loyang persegi, tulban atau loyang sesuai selera.
  5. Kukus adonan sampai matang kurang lebih selama 25 menit. Setelah itu tes tusuk untuk mengetahui kematangan brownies tersebut. Jika tidak ada adonan yang menempel di tusukan, pertanda cake brownies sudah matang. Angkat.
  6. Brownies cokelat klasik dengan citarasa kopi pilihan siap dikreasikan dengan toping keju, chochochip, meises, krim atau selai pilihan sesuai selera. Atau di makan begitu saja juga sudah enak loh.

Alhamdulillah sekali terhidang, brownies langsung habis, tandas! 

Comments

  1. aaakkk mau coba ahhhhh hihi makasih ummiii :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dijamin anti gagal Neng. Asyik pokoknya mah. Simple banget.

      Delete
    2. Dijamin anti gagal Neng. Asyik pokoknya mah. Simple banget.

      Delete
  2. Dih dih dih ... Bikin ngeces lagi Ummi mah. Simpen ah nti bikin 😙

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha hayuk bikin atuh. Biar debay ga ngacai nantinya hehhe

      Delete
  3. Dulu pernah masak brownies kukus kayak gini bareng temen2 liqo, tapi saya bagian yg gak merhatiinnya. Jadi gak bisa bikin sendiri ampe sekarang, padahal simpel bgt ya. Hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…