Skip to main content

Tips Memilih Hadiah Jam Tangan Wanita yang Cantik dan Elegan




Memilih hadiah yang tepat untuk seseorang tentu menjadi pengalaman yang sangat menarik untuk dikenang. Apalagi kalau hadiah itu diperuntukan untuk seseorang yang special sekali, misalnya ibu, nenek, suami atau anak-anak tersayang.
Terutama, ketika kita akan memberikan sebuah hadiah kenang-kenangan kepada seseorang yang akan pergi meninggalkan kita atau kita yang meninggalkan mereka. Apalagi kalau ibu-ibu ya. Terus terang deh, kita, wanita, mesti kalau ditanya, mau hadiah apa? Jawabnya lamaaa banget. Sebab ya itu tadi, banyak banget pertimbangannya. Bagus enggak, ada padanannya enggak, warnanya cocok atau engggak dsb dll etc heuheu (hayo ngakuuu… jangan cekikikan sendirian yaaa ..)
Wanita sebagai makhluk yang diciptakan Allah dengan sangat indahnya, tentu saja menyukai keindahan. Suka dengan benda yang indah. Suka dengan sesuatu benda yang usefull. Benda yang bisa memberikan makna pada sebuah momentum.
Nah, saya jadi ingat nih. Waktu saya akan back for good setahun yang lalu, teman-teman pengajian  saya bertanya, “Bu Arin (suami saya namanya Arin), to the point ya, Bu Arin mau apa buat kenang-kenangan?” Duh, saya waktu itu bingung, mau apa ya? Sebab mau saya banyak hihihi
Saya enggak jawab langsung tuh, mikir dulu beberapa waktu. Sampai akhirnya ditanya lagi, saya sudah tahu jawabannya. Saya enggak punya jam! Jadi, saya kenang-kenangannya jam aja deh. Sebab jam saya hilang melulu dipake anak-anak. Terus ibu-ibu pun bertanya lagi, “Mau warna apa?” kebetulan salah satu teman saya lagi belanja. Saya dihubungi lewat whatsapp. Ditunjukanlah beberapa item jam tangan yang cantic-cantik. Dari yang besar, sampai yang imut-imut. Dari yang kulit sampai yang gelang warna warni. Cantik pokoknya mah.
Ditunjukan berbagai merk jam tangan dari Casio, Aigner, Seiko, Alexander Christie, dan jam tangan Bonia. Saya intip harga jam tangan Bonia. Woww!
Setelah melihat-lihat jam tangan-jam tangan itu. Saya mikir. Saya itu kan kecil, ga begitu suka yang gede-gede gitu, saya juga suka warna-warna pastel dan natural untuk beberapa barang, seperti jam tangan, sepatu, tas dan dompet. Akhirnya saya memilih jam tangan yang kecil, kulit asli dan berwarna asli kulit (cokelat agak pudar). Lagipula kalau gede-gede saya enggak pede memakainya. Terus kalau disimpan di tas juga kan sayang. Jadi kenang-kenangan itu memang yang harus bisa langsung saya kenakan. Biar jadi bukti juga, bahwa saya sangat berterima kasih sekali atas perhatian dari ibu-ibu pengajian kawan-kawan saya dan juga berterima kasih atas kenang-kenangan yang diberikan kepada saya. Alhamdulillah, sampai hari ini, jam tangan itu sangat berguna sekali dan terpakai sepanjang waktu.
Jam cantik, mirip punya saya. Tapi ini bukan tangan saya ya ^_^ (source: dunianyawanita.com)
Jam tangan saat ini tidak sekadar sebagai alat penunjuk waktu saja, tetapi lebih dari itu, jam tangan kini sudah menjadi pelengkap penampilan.
Kembali lagi kesoal memilih hadiah yang tepat, terutama jika kita memilih jam tangan sebagai hadiah untuk orang-orang tersayang,  mungkin kita memerlukan guide atau petunjuk cara memilih jam tangan yang benar?
Cara Memilih Jam Tangan Wanita yang Tepat
1.      Pilih model jam tangan  yang tepat – memilih model yang tepat ini penting banget, karena dengan memilih model yang tepat, akan menambah gaya penampilan kita dan menunjukan karakteristik kita. Jam tangan wanita memiliki tiga macam model. 



Bulat: ini adalah bentuk yang sangat popular. Katanya, dengan memakai jam tangan bulat, kita memiliki gaya yang lembut dan feminine juga pas dipergelangan tangan. 

Jam tangan bulat. www.supermahari.mall.com


 Kotak: kotak ini agak-agak maskulin gitu deh, tapi tetap bagus dipakai dan terlihat sportif.

macho yaaa ... keyen keyen ... googleimage.com
  
Segitiga: bentuknya jadul tapi fashionable juga. Gaya gitu lho, jam tangan segitiga  hehhe

 
Segitiga, cantikkk ^_^ google image.com

 
2. Pilih tali jam yang tepat – Memilih tali jam tangan sama pentingnya dengan memilih model jam tangan. Biasanya tali jam tangan akan memperindah bentuk jam tangan yang kita kenakan. Ada beberapa pilihan bahan untuk tali yang tersedia, misalnya bahan kulit dan  metal/stailensteel. Bentuknya juga ada yang gelang dan terkadang juga berbentuk kalung.

source: watchgecko.com

3. Aksesories penambah manis jam tangan – Ada beberapa jam tangan dihiasi dengan batu-batu permata asli atau pun palsu. Hal ini dilakukan untuk mempercantik penampilan jam  tangan wanita. Memilih jam dengan pernak-pernik aksesories tambahan ini, tentu akan memberikan rasa senang dan gembira pada orang yang akan kira beri hadiah.

jam tangan berhias butiran permata. (source: popularjamtangan.com)

4.  Pilih jam tangan yang sesuai dengan kebutuhan – Jam tangan di zaman teknologi tinggi ini tidak melulu dipakai. Sebab setiap hari kita juga tergantung pada ponsel untuk melihat jam. Oleh karena itu, jika ingin membeli atau memberi hadiah untuk seseorang perhatikan apa kebutuhan dari orang yang akan kita bagi hadiah. InsyaAllah hadiah yang tepat guna akan lebih berkah.
Nah, bagaimana? Sudah yakin akan memberi hadiah jam tangan kepada wanita yang paling disayangi? Kalau 4 langkah di atas belum bisa dilaksanakan, minimal ikutilah kata hati. Sesuatu yang diberikan dari hati akan sampai ke hati. InsyaAllah siapa pun yang menerima hadiah dari kita akan sangat senang dan berterima kasih.

Comments

  1. Replies
    1. misami mbak Tira, iya, jamnya bikin mupeng semua hehhe

      Delete
  2. seneng banget deh kalo dapet hadiah jam tangan seperti diatas hehehe

    ReplyDelete
  3. Wah bener banget mbak, malah menurutku poin pentingnya ada di model jam nya sama talinya, soalnya biar menyesuaikan di tangan perempuan..

    ReplyDelete
  4. Wah bener banget mbak, malah menurutku poin pentingnya ada di model jam nya sama talinya, soalnya biar menyesuaikan di tangan perempuan..

    ReplyDelete
  5. Makasih info tipsnya ya mba Sri. Bermanfaat nih. Dulu Evibsukanpakai jam tangan. Sejak punya bayi jarang pake lagi. Takut dibuangbdna dicampak2nya. Spt laptop sudah pecah

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…