Skip to main content

Rindu Masakan Ibu


Kemarin saya kangen banget sama masakan ibu saya. Entah kenapa, selalu saja datang tiba-tiba. Pas kemarin saat saya belanja di tukang sayur, ada ikan kembung. Saya beli sekilo. Selain itu saya beli toge, tempe dan labu siam. Saya pikir masih ada bahan sayur asem, jadi beli tambahannya saja untuk membuat sayur asem.

Saat membersihkan ikan kembung, pikiran saya terbang ke masa kecil. Di mana saya duduk memerhatikan ibu saya membersihkan ikan, membumbuinya kemudian memasaknya menjadi sebuah masakan lezat. "Ikan kembung masak kuning," kata ibu saya. Tiba-tiba air mata ini mengalir begitu saja. Saya kangen ibu. Saya kangen masakannya. Kangen dengan cerita-ceritanya. Kangen dengan segala aktifitasnya. Kangen segalanya tentang ibu saya.

Saya menikah tanpa mendapatkan nasihat dari seorang ibu. Tidak pernah mendengar petatah petitihnya tentan hidup berumah tangga. Saya hanya memerhatikan bagaimana ibu saya menjadi ibu. Dan, ternyata menjadi ibu itu menyenangkan sih, tapi juga gampang-gampang susah,  seperti naik roller coaster. Apalagi perasasaannya. Duh ... jangan ditanya deh.

Saya pernah mendapati ibu saya menangis di dapur. Tanpa tau apa sebabnya. Ketika saya datang ke dapur, ibu saya segera menghapus airmatanya.

Saya mengerti sekarang, mengapa ibu saya menangis saat itu, mungkin sebab rindu dengan masakan ibunya, yaitu masakan nenek saya. Seperti saya, kemarin. Hmm .. kira-kira, nanti ada yang kangen masakan saya enggak yaaa ... hiks ... baper sendiri dah ..

ikan kembung masak kuning, enggak mirip tapi kangen terobati dikit lah ...

Nah, ini nih penampakan sayur Ikan Kembung masak Kuning, yang menyebabkan saya menangis kemarin. Rindu itu tak genap terobati, tapi dengan memasak masakan ibu, berharap semoga masakan ini menjadi amal shaleh bagi ibu saya dan sebab mengalirnya pahala  amal shaleh kepadanya. Berharap, kelak dapat berkumpul kembali di Jannah-Nya. Amminn ...

Mama I Love You <3 p="">
Resepnya saya bagikan sekalian nih, siapa tahu ada yang mau mencicipi dan memasak sendiri di rumah masing-masing ya :-)

Bahan:

Ikan Kembung 1 kg, cuci bersih,potong menjadi 2 bagian,  taburi bubuk kunyit dan garam sedikit, sisihkan
Daun jeruk 3 lembar
daun salam 2 lembar
Sereh 3 batang geprek
Bubuk Kunyit secukupnya
Santan secukupnya (saya pakai bubuk santan 1 bungkus)
Tomat diiris
Belimbing wuluh (optional)
2 cabe merah dan 2 cabe hijau diiris tipis.

Bumbu halus:
Bawang merah 10 butir
Bawang putih 5 butir

Cara membuatnya:
1. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukan daun jeruk, daun salam dan sereh.
2. Masukan ikan kembung, aduk-aduk hingga agak setengah matang.
3. Beri air secukupnya. Tutup Panci/penggorengan. tunggu sampai ikan matang.
4. Masukan cabe merah, cabe hijau, dan tomat (belimbing wuluh).
5. Masukan santan. aduk aduk sebentar dan matikan api.
6. Beri garam secukupnya.
7. Sajikan selagi hangat.

Ini dia resep Ikan Kembung Masak Kuning yang membuat saya kangen sama ibu saya. Selamat mencoba buat yang mau mencobanya ^_^

Comments

  1. Kalau yang kangen masakan emak ya suamiku hihihi. Aku dulu sering jajan soalnya. Dan PR banget deh memenuhi selera makan suami, apalagi klo di banding2kan sama masakan ibunya kwkwkkw. Eh ini kok enak ya resep nya, aku coba ah kapan2. Btw ini posting an terjaga. Aku habis sarapan buka ini laper lagiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah busui biasa lagi, abis makan masih laper aja, apalagi busui Pita hahhaa

      Delete
  2. Aku jadi ngiler, catet dulu resepnya ^^

    ReplyDelete
  3. Wah menu favorit nih ikan bumbu kuning ,gurih lezaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, gak bikin amis, sebab ada kunyitnya :-) paporit saya juga hehe

      Delete
  4. Hiks jadi kangen masakan ibu dan ibu mertua juga nih mbak.. karena masakan mereka spesial.. meski aku jg bs masak ala-ala tp kok sepertinya blm bs menyamai masakan khas mereka. hihi... thansk resepnya ya mba kapan2 dicoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, saya sebenernya lebih suka masak yang ga perlu blender blender, tapi kok ya enak emang masakan berbumbu lengkap ya. ini bumbunya juga ala-ala begitu tapi sedapnya sampai ke hati :-)

      Delete
  5. kayaknya enak, tapi sayang aku alergi ikan laut...

    ReplyDelete
  6. Kuahnyaaaa
    Menggoda.
    Pgn nyeruput jadinya
    Makash resepny ya mbk

    ReplyDelete
  7. Masakan ibu memang selalu yang terbaik

    ReplyDelete
  8. Kalau saya paling suka kalau dimasakin ikan tenggiri asin masak asam manis sama ibu. Kalau ibu bikin menu itu pasti saya yang habisin. Hihi

    ReplyDelete
  9. Sama, saya juga kadang kangen masakan emak , meski beliau masih ada tapi ufa ga bisa masak lagi, kasihan . Paling nemani aja kalo masak

    ReplyDelete
  10. Ikan kembung niih klo di jawa tengah namanya ikan gabus bukan sih mbak?

    ReplyDelete
  11. Mama aku suka masak kembung juga mba. Tapi di pesmol 😊 aku jadi kangen blio..makasih resepnya mbaa

    ReplyDelete
  12. Favorit suami nih, kembung bumbu kuning, tp kalau saya lebih suka yg digoreng

    ReplyDelete
  13. masakan ibu memang selalu bikin rindu...

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…