Bercerita Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak

42 comments

Bercerita meningkatkan kecerdasan spiritual anak. Hai, Moms, beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah diskusi tentang bagaimana otak anak akan merespon sebuah dongeng sehingga akhirnya anak memiliki pengalaman belajar lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak pernah mendengarkan sebuah kisah satu pun.


Mengenalkan Indonesia dengan bercerita

Nah, dari hasil diskusi ini diperkaya dengan hasil penelitian bahwa salah satu cara yang banyak digunakan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual anak adalah dengan bercerita. Cara ini dianggap sebagai cara yang paling efektif, efisien dan menyenangkan untuk menstimulasi kecerdasan anak usia dini.

Mengapa demikian?

Bercerita bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Tak terbatas ketika anak akan pergi tidur atau sedang bermain. Mungkin bagi ibu bekerja, waktu yang tepat adalah saat mendampingi anak ketika akan tidur. Tapi bagi ibu yang setiap hari bersama anak di rumah, maka kegiatan  ini bisa dilakukan kapan pun ada kesempatan bersama anak.

Lalu,

Bercerita itu Apa?

Bercerita, menurut KBBI memiliki arti menuturkan cerita. 

Sementara itu, definisi menurut Depdiknas, adalah cara bertutur kata dalam menyampaikan sebuah cerita atau memberikan penjelasan kepada anak secara lisan dalam upaya memberikan pengetahuan kepada anak.


Boneka sebagai alat peraga

Cara ini kerap dilakukan dalam pembelajaran di sekolah. Di rumah, orang tua pun bisa melakukan pendekatan cara belajar ini karena cara ini selain bisa meningkatkan kecerdasan berbahasa anak juga bisa meningkatkan kecerdasan spiritual anak.

Dalam praktiknya, tentu orang tua harus memiliki bahan bacaan yang cukup agar dapat menyampaikannya secara terarah agar dapat menstimulasi kecerdasan spiritual anak lebih baik.

Biasanya, aktifitas baik ini dimulai dari kegemaran membaca di dalam rumah. Orang tua harus terlebih dahulu memulainya. Kemudian  memilihkan bacaan terbaik dan bermutu untuk merangsang kecerdasan intelligence, emotional dan spiritual anak, sekaligus merangsang minat baca mereka. 

Ada banyak buku, tetapi adakah buku yang memenuhi IEQ dan EES. Lho, kok tambah EES? Ya, menurut saya buku juga harus memiliki kriteria, educative, entertainment and spiritual. Buku juga harus bermuatan edukasi/pendidikan, menghibur dan membentuk karakter spiritual seorang anak. Membentuk karakter akhlak mulianya. Buku harus bisa membangkitkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta kepada Islam, Cinta kepada semua makhluk dan memiliki ketinggian akhlak yang mulia. Tanpa menghilangkan sifat dasar anak-anak yang haus akan pengetahuan dan hiburan.

Menurut  Jaudah Muhammad Awwad, dalam bukunya “Mendidik Anak Secara Islami” beliau mengatakan, sejak awal, anak-anak sudah harus dikenalkan dengan cerita-cerita Islami. Lewat kisah Islami anak-anak akan dikenalkan kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga dikenalkan kepada para sahabat Nabi yang mulia. Yang gagah berani dalam menegakkan Islam.

Jaudah mencontohkan beberapa kisah yang menurutnya bisa membangkitkan kecintaan anak-anak kepada Islam; misalnya kisah tentang bangganya menjadi seorang muslim, menceritakan tentang keesaan Allah, kisah keteladanan Rasulullah dll. Sementara untuk membentuk akhlak muslim, anak-anak diceritakan tentang etika hidup, etika dalam perjalanan dan etika tidur.

Manfaat Bercerita

Selain merangsang imajinasi, masih banyak lagi manfaat yang kita dapatkan baik untuk anak dan orang tua. Ada 7 point manfaat dari aktifitas ini, dan mungkin Moms bisa menambahkan sendiri manfaat lain yang belum disebutkan di bawah ini.

1. Menjalin kedekatan dengan anak.

Usapan, belaian, pandangan penuh sayang, intonasi kita saat aktifitas mendongeng, binar mata, senyuman dan setiap ekspresi yang keluar akan menjadi momen indah pada kehidupan anak-anak. Hal ini akan akan berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak.

2. Memberi Pengetahuan Baru. 

Aktifitas ini tentunya mengandung informasi baru bagi anak. Baik kosa kata atau pengetahuan umum. Apalagi ini, jika kita bercerita tentang Islam, maka anak akan mengetahui dan cinta kepada Islam sedini usia mereka.

3. Memaksimalkan Kecerdasan.

Informasi yang sampai kepada otak anak, akan diserap seperti spons yang menyerap air. Otak anak-anak menyerap informasi dengan baik. Semakin kerap memberikan stimulus dengan membacakan kisah Islami, simpul-simpul saraf di otak kian banyak tersambung sehingga kecerdasannya berkembang dengan baik. 

Oleh karena itu, memberikan informasi yang baik dan benar akan membentuk kecerdasan yang baik. InsyaAllah sholih sholihat yang kita dambakan akan segera terwujud.

4. Melatih Daya Konsentrasi.

Saat kita berkisah, pusat perhatian anak pasti akan terarah kepada kita. Apalagi jika kita memakai media boneka misalnya untuk menambah seru cerita yang sedang kita perdengarkan. Apalagi jika melakukan tanya jawab dalam bercerita. Tentunya anak akan terbiasa dan terlatih konsentrasinya.

5. Menambah Kosakata Baru

Aktifitas ini jika dilakukan terus menerus akan menambah kosa kata baru bagi anak-anak kita. Baik itu nama orang, nama tempat, nama sungai, nama kota, nama gedung, nama pohon, buah-buahan, binatang dll.

6. Menanamkan Kecintaan Pada Buku

Berikan buku sesuai usia anak, sehingga mereka bisa mempergunakannya sesuai dengan usianya.  Jika ini berlanjut, dari kecintaan kepada buku, maka akan diikuti dengan cinta membaca dan menulis. 

7. Meningkatkan kecerdasan Spiritual Anak  

Sudah bisa dipastikan mengisahkan akhlak terpuji yang dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan bekas yang mendalam kepada dasar fitrah anak-anak. Mereka akan terbiasa dengan akhlak-akhlak yang terpuji dan malu melakukan akhlak tidak terpuji. Menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama karena didasarkan oleh karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Nah, Moms, demikian sekelumit hasil diskusi saya bagaimana proses bercerita itu dapat meningkatkan kecerdasan spiritual anak. Mungkin Moms juga di rumah sudah menerapkannya di rumah, ya. Apakah si kecil enjoy dengan kegiatan seru ini di rumah? Sharing, yuk!

Keep save and health!

Sri Widiyastuti

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia sebagai diaspora.Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

42 comments

  1. Betul sekali. Saya alami sendiri kalau dengan mendongeng atau bercerita, anak jadi terangsang untuk berpikir, berimajinasi, dan kritis. Saya mendongeng untuk anak sejak ia mulai bisa mengucapkan kata ibu. Sehingga banyak kosakata batu yang dengan cepat ia ketahui dalam bahasa Sunda, bahasa yg kamu pakai saat mendongeng

    ReplyDelete
  2. Ketika anak-anak bunda masih kecil bunda juga menerapkan trik ini. Tak ilmu yang bunda serap dari blog atau dunia online seperti sekarang, tapi berdasarkan pemikiran sendiri aja. Maklum masih zaman jadul. Ternyata tanpa diminta anak-anak bunda setelah mereka punya anak menerapkan sistim yang sama, yaitu seringkali bercerita, baik ketika anak-anak mau tidur, sedang santai tetap anak bunda bercerita kalau mereka minta. Malah salah satu cucu bunda jadi tidak begitu suka baca (termalsuk buku pelajaran) gawat ya! Dia selalu minta mamanya bacain isi bacaan dan dia duduk santai mendengarkan. Ternyata lebih melekat dalam ingatannya ketika mendengarkan ketimbang harus baca sendiri. Aneh tapi nyata.

    ReplyDelete
  3. Seruuuu banget yaa, kalo anak2 mau dan suka denger cerita ortunya
    Masa2 seperti ini ga lama, kayaknya
    kalo udah remaja, udah babhaayyy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enjoy masa2 punya anak kecil ya Mak.
      Bisa cerita dgn asiiik
      Duh, aku jadi pengin punya balita lagi wkwkwkwkwkw

      Delete
  4. Nah ini ... Dalam praktiknya, tentu orang tua harus memiliki bahan bacaan yang cukup agar dapat menyampaikannya secara terarah agar dapat menstimulasi kecerdasan spiritual anak lebih baik.

    Orang tua kalau mau anaknya cerdas harus cerdas juga, setidaknya dalam mencari tahu apa yang harus dilakukan, ya Mbak.

    ReplyDelete
  5. Ah jadi ingat masa anak-anak kecil, kalo menjelang tidur pasti nagih minta didongengin. Aku biasanya sambil baca buku cerita yang masih terbatas enggak kayak sekarang ya. Atau dari majalah Bobo, tapi beberapa kali juga aku kreasikan bikin dongeng sendiri

    ReplyDelete
  6. Ketika anak2 masih pada kecil, aku lumayan rajin bercerita sebelum tidur mbaak. Sekarang mereka udah mulai besar, gantian deh kalau mau tidur aku yang dengerin mereka cerita alias pada curhat hahaha

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah Dewi senang sekali membaca kisah inspiratif, terkadang cerita ke anak-anak tuh dari beberapa kisah yg pernah Dewi baca. Apalagi dengan menggunakan buku cerita anak, seru banget mereka dengernya mbak....

    ReplyDelete
  8. waa jadi inget masih kecil deh, suka minta dibacain dongeng atau cerita cerita apapun sama mama hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama nih, ku suka juga didongengin waktu kecil tapinya sama Mbah dan Bulek2

      Delete
  9. Masa pandemi membuat seorang harus berperan ganda ya mbak...menyiapkan makanan yang bergizi dan mampu menjadi guru yang baik di rumah...anak2 seringkali merasa bosan dg berdiam diri di rumah, terlebih anak kecil..
    bisa jadi dengan bercerita menjadi obat penghilang kebosanan anak selama di rumah. Jadilah kita sebagai ibu dituntun pandai mendongeng dan menyampaikan cerita dengan bahasa yang enak..agar anak nyaman dan ketagihan untuk mendengarkan cerita2 dari ibunya.

    ReplyDelete
  10. Iya betul ya... di Al Qur'an juga banyak ayat tentang kisah2... Allah SWT tahu betul manusia itu selalu suka dengan dongeng2 ..

    ReplyDelete
  11. Beda anak emang beda pembawaan ya mba. Sama-sama nih kuajak bercerita dengan mendongeng sebelum tidur, yang sulung nih jadi talkative. Sedangkan adeknya ya tetap terdiam seribu bahasa kala diminta untuk menceritakan ulang. Metodenya memang harus dibedakan sepertinya.

    ReplyDelete
  12. Senangnyaa...
    Anak-anak memang penuh dengan imaji...ketika imaji dan nasehat disatukan melalui sebuah cerita, makin mudah masuk dan menanamkan kebaikan secara tidak langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak-anak yang bahagia adalah yang sering diberikan cerita mengenai kebaikan dan pelajaran apa yang bisa diambil dari sebuah kisah.

      Delete
  13. Kalau udah punya anak, cita2ku memang rutin bercerita dengan anak2. Seru kayaknya ya... hehe

    eh, btw, ternyata jadi make template fiksioner ya mbak... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, aku cek kecepatan blognya cepet dibandingkan yang lain. Terinspirasi sama mbak Susi juga sih ini Hehe ketika aku hampir aja mau pindah ke WP eh ternyata ada juga blogspot yang cakep Dan cepat. Seonya juga OK. Makasih yaa

      Delete
  14. iyes banget, mba, story telling itu menarik dalam menyisipkan kisah moral yang dapat dipetik untuk anak-anak. Mereka lebih mudah paham, enggak bosan, enggak merasa digurui.

    Anakku sendiri suka banget ketika dibacakan buku atau diceritakan sebelum tidur. Sepertinya tidak terlalu menyimak tapi rupanya kisah itu nempel di ingatannya.

    ReplyDelete
  15. Karena belum punya anak, aku kadang bercerita sama Keponakan. Kalau gak dongeng ya cerita harian sih. Aku gak pinter ngarang cerita anak. Jadi nyari aman dulu

    ReplyDelete
  16. Setuju kalau baca bikin anak punya kosakata baru. Sekarang anak2 tiap mau tidur suka minta bacain bible for kids, jd belajar sekalian

    ReplyDelete
  17. memang menarik ya mba untukbelajar dan meningkatkan kecerdasan spiritual anak - anak lewat cerita

    ReplyDelete
  18. wah makasih ya mba, jadi diingatkan kembali. Anak2ku suka sekali mendengarkan cerita sebelum tidur, tapi belakangan ini aku lagi kendor nih membacakan buku cerita :(

    ReplyDelete
  19. Saya salut sama orang tua yang memahami kecerdasan anak dan mengupayakan tanpa harus memaksakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali nih. Tiap anak memang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Sebagai orangtua kita sebaiknya menemukan cara untuk memaksimalkan kecerdasan anak.

      Delete
  20. anakku suka banget kalo dengerin aku cerita apa aja, literally cerita apa aja, meskipun hal receh, dan dari dia bayi aku emang suka ngedongengin dia sebelum tidur

    ReplyDelete
  21. Bercerita menjadi salah satu momen yang menyenangkan buat saya ketika anak-anak masih kecil. Berasa banget kedekatannya dengan anak

    ReplyDelete
  22. Iya Teh anakku SD dan SMP suka banget dibacakan buku cerita, terus lanjut ngobrol juga sampai tertidur..

    ReplyDelete
  23. wah benar ini mbak, bercerita memang punya banyak manfaat ntuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak ya

    ReplyDelete
  24. Mumpung anak-anak masih kecil manfaatkan masa ini untuk bercerita ke mereka. Selain karena manfaatnya banyak juga sebagai kenangan manis untuk mereka dan kita juga.

    ReplyDelete
  25. Benar sekali dan saya sudah buktikan pada dua anak yang kini remaja, salah satu cara yang banyak digunakan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual anak adalah dengan bercerita. Karena efektif, efisien dan menyenangkan untuk menstimulasi kecerdasan anak usia dini.

    ReplyDelete
  26. Tahun ini membacaku lumayan meningkat dibanding kemarin sih mba, karena belum ada anak biasanya aku sharing sama suami mba soal membaca. Biar dia ikut ketularan juga, eheheh kosa katanya biar makin banyak

    ReplyDelete
  27. Dulu begitu saya tahu kalau bercerita bisa memiliki banyak manfaat bagi anak, saya jadi rajin bercerita pada anak terutama menjelang mereka tidur. Alhamdulillah mereka begitu senang mendengarkan cerita.

    ReplyDelete
  28. Dari kecil paling suka kalau dibacain cerita sampai ketiduran. Kebawa deh sampai besar jadi kebiasaan suka koleksi komik sama buku cerita haha. Semoga kesukaanku ini nanti bisa nular ke anak-anakku kelak. Hehe.

    ReplyDelete
  29. Waktu anak-anak kecil paling aku bacakan buku aja mbak, kurang bisa bercerita atau mendongengeng soalnya. Nah dari situ mereka jadi suka baca juga

    ReplyDelete
  30. Wow, totally agree, telling stories is the same as writing, this transfers the written tradition to an oral tradition and this is important

    ReplyDelete
  31. Membaca tulisan mba Tuti ini mengingatkan kembali kenangan masa kecil anak-anakku. Mereka kalo udah di kasur selalu anteng atau tenang gitu nungguin mamaknya mendongeng. KArena jaman dulu masih jarang buku cerita anak, aku biasanya ambil dari cerita Rasul. Alhamdulillah aku sekolah di madrasah setara SD, jadi masih hapal beberapa ceritanya.

    ReplyDelete
  32. Wah berarti pas anak-anak bercerita, orangtua juga harus mendengarkan sepenuh hati ya mak.. Makasi sharingnya ya mak, bermanfaat banget nih infonya..

    ReplyDelete
  33. Banyak banget ya manfaat bercerita ini. Bisa menjadi salah satu cara anak belajar mencintai buku juga ya..jadi ingat dulu sebelum tidur, bapak selalu mendongeng juga. Bisa meningkatkan bonding antara ortu dan anak juga

    ReplyDelete
  34. Bercerita membuat anak tambah wawasan ya, senang berkomentar juga jadinya anak-anak ini. Seru banget deh. Wah, jadi makin pengen nambah koleksi bacaan anak-anakku

    ReplyDelete
  35. Sewaktu anak saya berusia 5-7 tahun selalu saya temani menjelang tidur dengan bercerita. Dan Alhamdulillah perkembangan nalar dan jalan fikirannya sungguh semakin baik.

    ReplyDelete
  36. Alhamdulillah anak-anak kudongengkan kisah Islami untuk "kenalan" kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga kagum dengan para sahabat Nabi yang muli, para pejuang yang gagah berani dalam menegakkan Islam.

    ReplyDelete
  37. Ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dengan bercerita yaa mbak. Belakangan ini kegiatan bercerita saya dengan anak-anak agak berkurang nih, garagara sibuk kerja :( Habis ini, mau lanjut lagi ah berceritanya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email