Pentingnya Vaksinasi Influenza Quadrivalent untuk Melindungi Keluarga dari penyakit Berbahaya

Pentingnya Vaksinasi Influenza Quadrivalent untuk Melindungi Keluarga dari penyakit Berbahaya

Pentingnya Vaksinasi Influenza Quadrivalent

Pentingnya Vaksinasi Influenza

Moms, tanggal 11 Mei 2023 lalu, saya berkesempatan hadir dalam konferensi pers dan CSR Vaksinasi untuk tenaga kesehatan. Tema yang diangkat adalah Pentingnya Vaksinasi Influenza Quadrivalent untuk tenaga kesehatan, keluarga dan kelompok rentan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati setiap tanggal 13 Mei. Acara ini adalah hasil kolaborasi antara Mutant Communications,  PT Kalventis Sinergi Farma dan RSUD Pasar Minggu.

Vaksin Influenza Quadrivalent
Narasumber sedang memberikan kata sambutan
(Dari Ki-ka: drg.Endah Kartika Dewi, MARS, drg. Ani Ruspitawati, MM, Ridwan Ong)

Hadir dalam konferensi press ini para dokter senior yang telah menjadi pakar di bidangnyanya masing-masing, yaitu:

  • drg. Ani Ruspitawati, MM., selaku Plt- Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta,
  • drg. Endah Kartika Dewi, MARS,  selaku Direktur RSUD Pasar Minggu,
  • Prof. Dr.dr Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI-SATGAS Imunisasi Dewasa PAPDI,
  • Prof. Dr.dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, Finasim -PERKENI, 
  • Ridwan Ong, selaku Presiden Direktur Kalventis, dan
  • dr. Dwi Oktaviani.

Influenza Quadrivalent
Narasumber Pentingnya Vaksinasi Influenza Quadrivalent
(Ki-ka: Prof. Dr.dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD,
Prof. Dr.dr Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI dan dr. Dwi Oktaviani)

Tujuan dari diadakannya acara ini adalah ingin meningkatkan kesadaran masyakat mengenai pentingnya vaksinasi flu, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Vaksinasi Influenza Quadrivalent, dan memotivasi masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko kesehatan yang disebabkan virus influenza.

Acara ini mengundang blogger dan media dengan harapann akan tersebar secara luas informasi mengenai pentingnya vaksinasi influenza sehingga terbentuk kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan melakukan vaksinasi untuk melindungi imunitas tubuh dari serangan virus influenza yang berbahaya.

Mengapa Virus Influenza Berbahaya?

Ketika acara berlangsung saya seperti dilempar ke masa lalu ketika saya tinggal di Jepang. Saya dan keluarga pernah terpapar virus influenza. Rasanya itu, subhanallah. Benar kata prof Samsuridjal, mirip seperti terkena virus Covid-19. Bedanya karena di Jepang kan virus ini terjadi setiap tahun di musim dingin, ya. Jadi sudah ada vaksinnya. Kalau covid-19 kan belum ada, dan ini berbahaya sekali sampai saat itu kita sempat merasakan masa lockdown di beberapa tempat. 

Supaya tahu gimana rasanya kena virus Influenza, sini saya ceritain, yaa.

Jadi ceritanya, 16 tahun lalu kami pernah tinggal di sebuah kota kecil yang bernama Utsunomiya. Waktu itu bulan Februari 2007, bulan di mana puncaknya musim dingin di Jepang. Qodarullah setelah hampir 5 tahun kami tinggal di sana, kami terpapar virus influenza sekeluarga. Suhu dingin yang kering menyebabkan virus influenza menyebar dengan cepat. Oleh karena itu masyarakat waspada pada virus influenza yang menyebar saat musim dingin.

Awalnya putri sulung sakit demam tinggi yang tak kunjung turun selama dua hari. Biasanya si kakak nih kalau sakit demam tetap ceria. Namun kali ini kakak benar-benar tidak berdaya. Makanya saya khawatir sekali. Akhirnya kami bawa ke klinik terdekat, Akabane.

Di Klinik Akabane hari itu klinik sedang penuh. Ternyata banyak anak yang sakit serupa dengan gejala yang diderita kakak. Kami menunggu giliran agak lama. Padahal kakak sudah sangat payah, inginnya tidur dipangkuan saya. Sementara saya juga harus menggendong adiknya yang masih bayi (6 bulan) dan menjaga adiknya, Shafa yang waktu itu berusia 3 tahun. Alhamdulillah suami mengantar kami, jadi kakak digendong oleh ayahnya. 

Tak lama kemudian, tiba giliran kakak diperiksa, saya dan suami ikut ke dalam. Karena demam tinggi, kakak dicek darah saat itu juga di klinik dan hasilnya, kakak positif terkena penyakit influenza tipe A. Pantas saja kakak lemas dan demam yang tidak turun-turun selama dua hari. 

Selang setelah tiga hari kakak sakit influenza, kini giliran adiknya Shafa  yang berusia 3 tahun dan adik bayi juga demam tinggi. Karena sudah ada yang terinfeksi influenza, saya segera mengecek kedua anak saya tersebut ke klinik Akabane. 

Fuyu Influenza

Sedih sekali saat pengambilan sampel darah. Suster kesulitan mencari titik untuk mengambil darah adik bayi, dari mulai titik telinga sampai tumit untuk mendapatkan sampel darah yang agak banyak, untungnya tidak lama. Pilu rasanya mendengar tangis bayi yang kesakitan.

Hasil lab pun keluar, Shafa positif terinfeksi influenza sementara adik bayi negatif. Alhamdulillah, adik bayi tidak terpapar virus influenza, karena menurut dokter, untuk bayi yang terkena influenza tidak ada obatnya. Obat hanya diperuntukan untuk bayi di atas usia 1 tahun.

Untuk menurunkan demam yang masih naik turun pada adik bayi, saya boost dengan ASI terus menerus. Alhamdulillah adik bayi bisa ditangani demamnya. Setelah itu kakak dan Shafa pun lambat laun pulih setelah beristirahat dan meminum obat dari dokter.

Influenza

Lalu tak lama kemudian ayahnya juga terinfeksi virus influenza. Malah lebih parah lagi sampai suami tidak bisa bangun dari tempat tidur. Badannya rasanya rontok semua. Nyeri otot, sakit kepala yang sangat, sakit dada, batuk, menggigil, lesu. Akhirnya suami berinsiatif untuk tidur terpisah dan memakai masker sepanjang hari.

Tiga minggu merawat yang sakit, akhirnya saya pun tumbang. Tanda yang ada pada suami beralih kepada saya. Demam tinggi selama tiga hari berturut-turut dan badan sakit semua. Karena semua suspect influenza, maka saya pun menjalani tes darah. Alhamdulillah hasil tesnya menunjukkan negatif. 

Sakit ini memang dilema sekali. Meski hasil pemeriksaan saya negatif, namun demam saya tinggi dan pegal-pegal, dokter menjelaskan, flu ini bisa sembuh sendiri, namun prosesnya akan lama. Kalau mau sembuh cepat, maka perlu meminum obat. Jika saya meminum obat, maka bayi saya tidak boleh meminum ASI saya. Artinya saya harus menyapihnya untuk sementara, mengganti ASI dengan susu formula.

Saya mengalami dilema berat. Antara minum obat dan menyusui adik bayi yang masuk masa pemulihan. Di sisi lain saya harus bertugas sebagai ibu yang harus merawat dua orang anak yang dalam masa pemulihan dan 1 orang dewasa yang dalam tahap pemulihan.

Setelah mendengar penjelasan dokter dan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memilih meminum obat meskipun berat rasanya. 

Dalam keadaan sakit saya harus menghadapi bayi yang menolak diberi susu formula. Sehingga saya harus melatihnya dahulu agar mau meminum susu pengganti ASI untuk sementara waktu selaama saya dalam pengobatan. Setiap hari mendengar tangisan bayi saya yang ingin meyusui. Saya menguatkan hati. Setelah dede bayi terbiasa minum susu, saya pun mulai melakukan pengobatan dengan minum obat dari dokter. Setiap hari sedih melihat berbotol ASI harus dibuang karena tidak layak diminum karena mengandung obat yang saya minum. 

Bismillah, saya harus bisa melawan virus influenza dan segera pulih kembali kembali karena ada 4 orang yang saya sayangi yang menunggu ibunya sehat seperti sedia kala. Alhamdulillah saya terkapar sakit influenza selama seminggu. Setelah itu berangsur pulih. 

Bahagia rasanya bisa bermain lagi bersama anak-anak. Bisa bergelung lagi di dalam satu selimut dengan mereka. Bisa mencium bayi saya lagi dan bisa melepas masker. Mungkin rasanya itu seperti keluarga yang kena virus Covid-19 kali yaa, bahagia sekali setelah semua akhirnya bisa sembuh dan beraktivitas normal kembali.

virus influenza
Pasca terpapar virus influenza, alhamdulillah genki ippai!

Lindungi Keluarga dengan Vaksinasi Influenza Quadrivalent 

Setelah drama sekeluarga terinfeksi virus influenza, saya menjadi mengerti mengapa orang Jepang mendapatkan vaksin influenza sebelum fuyu (musim dingin) tiba. Karena setiap tahun di musim dingin, virus influenza merajalela di sini. Pada bulan Desember sampai bulan Maret banyak warga Jepang yang terpapar Influenza. Influenza disinyalir sebagai penyakit musiman yang sering terjadi pada musim dingin. Makanya disebut Fuyu Influenza. 

Ketika teman saya menengok pasca kami sekeluarga terpaapar influenza, dia bilang begini, "Nihon ni sundete, nareta kana?" (karena) sudah lama tinggal di Jepang, sudah terbiasa kali? Saya senyum kecut. Saya percaya, Selalu ada hikmah di setiap kejadian.

Beneran deh, kapok kena virus influenza lagi. Jika masih extended masa tinggal di Jepang, saya pasti akan melakukan vaksinasi influenza sebelum musim dingin berikutnya tiba agar keluarga kami terhindari dari sakit influenza. 

Jadi, Moms, virus influenza itu tidak hanya ada di Jepang saja, namun di Indonesia pun ada. Jadi tidak mengenal teritorial ya. Samalah dengan virus Covid-19 yang berhasil membuat seluruh dunia mengalami krisis di segala aspek kehidupan, seperti krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

So, Mengapa Virus Influenza Berbahaya?

Pertama, virus influenza ini beda dengan virus flu biasa. Virus influenza dapat mengakibatkan komplikasi seperti radang paru-paru, infeksi telinga, infeksi sinus dan memburuknya kondisi medis kronis, seperti gagal  jantung kongestif, asma, atau diabetes.

Virus Influenza

Kedua, setiap tahun, menurut WHO influenza menyebabkan kematian hingga 650.000 orang per tahun,

Mitos Vaksinasi Influenza

Ketiga, masa inkubasi virus ini pada orang dewasa sehat dapat menginfeksi orang lain mulai 1 hari sebelum gejaala berkembang dan hingga 5-7 hari setelah sakit.

Alhamdulillah waktu saya dan keluarga terpapar virus influenza enggak sampai separah itu, ya, karena tertangani dengan baik. Coba kalau kita gak tahu kalau lagi sakit influenza? punya penyakit penyerta seperti yang disebutkan di atas. Bisa fatal akibatnya. 

Jadi makin sadar dan paham bahwa memastikan keluarga mendapatkan vaksinasi influenza itu menjadi sebuah keniscayaan meski sekarang tinggal di negara tropis. Penyakit mah gak lihat teritori, ya, Moms. Contoh Covid-19, dua tahun lalu beberapa negara terpaksa lock down karena belum tersedia vaksinnya. 

Alhamdulillah vaksin influenza sudah tersedia, ya, Moms. Tinggal kemauan kita saja, kapan akan mulai vaksin influenza. Jangan menganggap remeh sakit influenza. Sakit influenza itu enggak enak banget. Menurut Prof Dr.dr Samsuridjal, gejala dan penanganan virus influenza ini mirip dengan virus Covid-19. Jadi jangan dianggap remeh, yaa. Taruhannya nyawa untuk orang yang rentan, anak-anak, balita, pasien komorbid seperti diabetes dan lansia.

Sekarang pandemi mulai melandai, namun kita tetap lakukan protokol kesehatan karena gejala influenza dan covid-19 itu mirip. Jika merasa sakit untuk mengurangi penularan pakai masker, sering cuci tangan, istirahat di rumah, jaga pola makan yang sehat dan jangan lupa lakukan vaksinasi untuk pencegahan.

Vaksinasi Influenza
Dokter dan nakes berfoto bersama setelah demo vaksinasi kepada nakes.
Ditangan mereka kartu tanda mereka sudah divaksin influenza.
Diakhir acara, dilakukan demo vaksinasi influenza quadrivalent kepada tenaga kesehatan. Divaksin influenza enggak sakit, kok. Untuk biaya vaksin sekitar 400ribu rupiah. Moms bisa mendapatkan vaksinasi di tempat vaksin influenza seperti klinik imunisasi, dan Rumah Sakit yang memiliki program vaksinasi influenza di kota terdekat.

Yuk, Moms, lindungi keluarga dari penyakit berbahaya dengan vaksinasi influenza quadrivalent!

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

31 comments

  1. Makin ke sini makin berabe aja nih penyakit2nya. Jd ngeri juga membayangkan betapa suka menganggap sepele influenza, padahal justru harus diwaspadai jg. Dan baru tau kalau kena ke adek bayi blm ada obatnya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, harus lebih preventif dengan makin banyaknya penyakit baru ya mbak. Iya benar untuk anak bayi belum ada obatnya, jadi memang harus dijaga dari virus ini

      Delete
  2. Semakin ke sini kesadaran orang-orang untuk mencegah kena penyakit berbahaya makin tinggi. Karenanya sejumlah upaya dilakukan, termasuk dengan mendapatkan vaksinasi influenza. Beberapa orang ada yang bilang biaya vaksin nya mahal. Padahal, kalau sakit akan lebih mahal biaya berobatnya daripada harga vaksinnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak, alhamdulilah kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk mencegah penyakit berbahaya dengan mendapatkan vaksin.

      Delete
  3. pusiiing influenza mudah menular yaa. Cerita keluargamu gantian kena virus influenza tipe A jadi pembelajaran ya mbak supaya lebih peduli menjaga diri supaya tidak terpapar virus. Vaksinasi dapat menjadi cara mencegahnya. Kalaupun kena, tidak separah biasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gampang nular. Aku sekarang kalau lagi gak beres, kena flu atau bapil, gak dekat-dekat sama Keponakan atau pakai masker biar aman. Habis ini kalau bisa ya ikut vaksin ya

      Delete
  4. Waduh, mengerikan sekali penularan virus influenza ini ya mbak Sri. Awalnya anak2 lalu ke papa mamanya hiks :D Oh, ternyata ada demam panasnya juga ya. Kemungkinan masyarakat awam masih berpikir flu sekadar bapil tapi nggak ya kenyataannya. Alahmdulillaah kini sudah semakin disosialisasikan pentingnya vaksinasi inluenza dan orang2 sudah ga takut lagi.

    ReplyDelete
  5. Gak enak kalau udah terkenal influenza. Badan memang berasa rontok kayak abis dipukulin. Anak saya yang kecil pernah divaksin ini. Saran dari doketr anaknya waktu itu

    ReplyDelete
  6. Gak kebayang deh Mbak, anak-anak masih kecil, tinggal di negeri orang, terus anak-anak kena influenza. Kebayang gitu gimana repotnya. Untung lah ya, berkat kerjasama yang solid suami-istri semua teratasi. Jadi kayaknya, gak hanya tenaga Nakes ya, kalau bisa umum juga divaksinasi influenza. Kalau saya sudah, anak saya yang dokter itu memaksa soalnya hehehe

    ReplyDelete
  7. Masya Allah, udah peranah kena, jadi punya pengalaman gak mau lagi kena ya Mba, hehehe. Btw itu maksudnya virus covis 19 yang mana yah, apa typo. hehehe. Setelah ini mungkin nanti bisa diberikan secara free ya buat umum

    ReplyDelete
  8. Aku pun kepingin vaksinasi influenza untuk anak mba. Karena drama bapil sungguh menyita waktu dan tenaga juga.. masalahnya gampang banget penularannya dan sembuh nya bisa sekitar 2 mingguan. Bisa ke puskesmas yaa?

    ReplyDelete
  9. pertama kali mengetahui adanya vaksin influenza itu di tahun 2019, saat itu di tempat aku bekerja dulu memang sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi ini

    ReplyDelete
  10. Ini anakku belum lama juga vaksin influenza, kebetulan saat itu karena kita mau liburan jadi 2 minggu sebelum berangkat konsultasi sama dokter anaknya. Jadilah hari itu memberikan dia vaksin influenza.

    ReplyDelete
  11. Sepenting itu ya vaksin influenza. Saya dulu mikirnya vaksin influenza ini sdh include dr vaksin covid.. wkwk.. plak. Influenza emang gak bs dianggap remeh ya. Krn bs menyebabkan komplikasi jg..

    ReplyDelete
  12. Ya ampun, aku jadi teringat belum sempat vaksinasi influenza buat anak. Masih maju mundur karena ada juga anak yang sudah vaksin tapi masih terkena influenza juga. Tapi ini wajar nggak sih, Mak?

    ReplyDelete
  13. Sejak dua tahun terakhir anak saya juga saya kasih vaksin influenza. Dia biasanya saya vaksin di bulan Juni. Barengan sama waktu hampir masuk semester awal di kelas baru. Setidaknya tubuhnya jadi lebih kebal dan tidak mudah prak prek batuk pilek akibat kelelahan.

    ReplyDelete
  14. Saat Mba Tuti cerita tentang terpapar virus influenza di Jepang saya teringat ketika tinggal di Amerika. Vaksin influenza di sana gratis untuk anak usia <18 tahun. Karenanya kedua anak saya waktu itu mendapatkan vaksinnya
    Ternyata harga vaksin infuenza di Indonesia terjangkau ya

    ReplyDelete
  15. Penyakit influenza ini nggak bisa disepelekan ya mbak. Oleh karena itu vaksinasi influenza itu juga penting untuk dilakukan

    ReplyDelete
  16. Aku baru dengar juga nuh mba ada vaksin khusus influensa... Penting banget ternyata kita harus vaksin ya untuk mencegah apalgi cuaca lagi gak nentu gini

    ReplyDelete
  17. Ooo ternyata influenza tuh beda dengan flu ya? Selama ini kupikir sama aja mbak. Lebih parah ternyata ya, bisa merembet ke penyakit lain misal sudah punya komorbid.
    Kebayang deh bagaimana kondisimu saat di Jepang itu mbak, semuanya sakit, duuhh.. apalagi ketika kita ikut sakit, pasti pengin buru2 sembuh ya mbak.

    ReplyDelete
  18. Sebelum ikut seminar ini sebenarnya aku belum tahu detilnya influenza, karena alm bapakku dulu kalau lagi flu bilangnya kena influenza.

    ReplyDelete
  19. Beberapa perusahaan swasta udah mulai lho kasih vaksin ke karyawannya jadi dicover asuransi kantor gitu. Influenza kayak sepele tapi kalau kena ga bisa kerja kalau orang kantoran karena bisa nularin

    ReplyDelete
  20. Aku baru ngerti Mak kalo ternyata berbeda antara flu dan influenza. Penting banget sih ini vaksinnya jangan sampe kelewatan. Agak disayangkan mereka yang anti vaksin karena jadi rentan kena dan menularkan ke masyarkat sekitarnya :(

    ReplyDelete
  21. Ternyata vaksin influenza ini ada ya. Penting juga ternyata ya. Jadi mau siapin untuk gendis nih biar vaksinnya lengkap dan enggak sekadar vaksin LIL aja

    ReplyDelete
  22. Terkena Influenza tidak nyaman banget. Kepala juga pasti ikut pening. Aktivitas jadi terganggu.

    Baru tau juga kalo ada vaksinnya.

    ReplyDelete
  23. Saya baru tahu soal vaksin jenis ini mba Sri, penyakit semalin beranekacam dan pengobatanpun semakin banyak alternatifnya ya, semoga kita selalu dijaga dan penting juga memahami penyakit influenza ini dengan benar agar penanganannya juga tepat salah satunya dengan vaksin ini

    ReplyDelete
  24. Vaksin influenza emang perlu banget ya buat jaga kesehatan ya. Kalau flu emang gak enak banget, sakit kepala dan lemes banget

    ReplyDelete
  25. Influenza gak bisa dipandang penyakit biasa aja sih ya Mbak, harus ditangani dengan baik bahkan jika perlu dan merasa jadi golongan yang wajib vaksin segeralah untuk vaksin ya.

    ReplyDelete
  26. Influenza adalah salah satu penyakit yang sering dianggap sepele yaa. Baru tahu nih ternyata ada juga vaksin buat influenza ini

    ReplyDelete
  27. Influenza ini gak dewasa gak anak2, mudah aja kena ya. Makanya katanya orang yang mau ke Mekah pun disarankan untuk vaksin ya. Modelan saya juga rentan ini badannya.

    ReplyDelete
  28. Emang perlu banget ya, teh vaksin influenza. Apalagi musim sekarang dah ga nentu ya. Kadang panas terik tiba2 hujan deras.

    ReplyDelete

Post a Comment

iframe komentar