January 20, 2010

HIPNOTIS DIRI DENGAN ENERGI POSITIF

January 20, 2010 2 Comments
Hadis Rasulullah yang sangat populer menyatakan, ''Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, adalah orang yang beruntung”.Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi, dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin, adalah orang celaka.''
Oleh karena itu, sesuai dengan firman Allah:

       
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (الحشر
18)

''Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan introspeksi) tentang apa-apa yang telah diperbuatnya untuk menghadapi hari esok (alam akhirat) dan bertakwalah, sesungguhnya Allah maha tahu dengan apa yang kamu perbuatkan''. (QS. Al-Hasyr: 18).
Beberapa waktu yang lalu, Alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti training yang diadakan oleh Mizan Dian semesta (MDS). Salah satu isi dari training ini adalah kita diminta untuk "muhasabah" diri, jadi saat itu bu iren (trainer- thanks mom) meminta kita semua duduk dibawah, lampu dipadamkan dan memejamkan mata. Mencari mimpi yang selama ini terpendam. Menvisualisasikan mimpi seolah sudah menjadi kenyataan....indah...takjub...bahagia...terharu...campur baur...terbit keinginan untuk (segera) mencapainya...lahirlah komitmen diri untuk segera merubah diri, merubah mimpi menjadi kenyataan, lahir komitmen "SAYA MAMPU...SAYA BISA..." subhanallahu...

Saya baru sadar setelah membaca artikel ini ternyata hal yang dilakukan bersama saat training adalah latihan bagaimana kita menghipnotis diri sendiri menjadi pribadi yang berubah, pribadi yang penuh komitmen, pribadi yang berkomitmen ingin berubah....dan itu memang mudah...sungguh...swear...

Hipnosis bisa Anda lakukan sendiri. Sebelumnya Anda harus memastikan rumusan program yang ingin Anda tanamkan dalam alam bawah sadar Anda.

Ada banyak program yang bisa dibuat, seperti "Aku makin hari makin sehat", "Hari demi hari rasa sakit yang kualami makin ringan", "aku bisa tilawah 1 juz tiap hari", "tahun 2010 saya naik haji" , "aku bisa hafal 30 juz Al Qur`an", dan masih banyak lagi.

Untuk menghipnosis diri sendiri, coba lakukan tahapan berikut ini:

1. Rileksasi
Kendurkan seluruh otot yang tegang. Untuk mengetahui perbedaan bahwa otot mengendur, tegangkan otot-otot mulai dari telapak kaki sampai kepala selama beberapa detik lalu kendurkan. Kontrol napas dan kosongkan pikiran.

Hirup napas dalam-dalam secara perlahan, tahan beberapa saat, lalu embuskan perlahan. Tiap kali mengembuskan napas, bayangkan seolah membersihkan tekanan dari tubuh.

2. Pendalaman rileksasi
Pada tahap ini kita bisa sangat rileks sampai hampir seperti tidur meski tetap sadar dan terjaga. Tanda-tanda rileks bisa dirasa dari semua organ tubuh, mata, mulut, otot lengan, sampai kaki serta napas. Patokannya otak mulai santai.

Salah satu cara memperdalam rileksasi adalah dengan menghitung mundur dalam hati, misalnya mulai dari 100. Jangan menghitung maju karena justru membuat pikiran berjalan terus. Bila ada gambaran dan pikiran menyelinap saat menghitung, biarlah. Itu hal yang wajar. Teruslah menghitung.

Penghitungan dilakukan dengan kecepatan yang membuat kita nyaman dan rileks, kira-kira 2-3 detik setiap hitungan. Beberapa orang suka menghubungkan hitungan dengan napas mereka. Saat kondisi sudah lebih dalam, napas melambat sehingga hitungan juga melambat.

3. Begitu mencapai akhir pendalaman, masukkan rekaman-rekaman positif (program).
Hindari kata ganti orang kedua. Gunakan kata ganti saya. Sugesti harus spesifik, secara teknis benar dan ditanamkan secara teratur di bawah kondisi yang benar. Rumusan sugesti musti singkat. 

Perlu eksperimen untuk menemukan metode paling efektif dalam menanamkan sugesti bagi diri sendiri. Ada yang bisa langsung merasakan hasilnya. Ada juga yang butuh waktu lama. Jika dalam waktu lama Anda merasa tak ada perubahan, perlu ada perubahan sugesti.

4. Begitu selesai memberi program, hipnosis selesai.
Anda harus memberi batasan yang jelas antara keadaan hipnotik dan sadar. Ini mencegah kita supaya tidak tertidur. Untuk mengakhiri hipnosis diri, pikirkan bahwa Anda akan bangun. Siap-siaplah untuk itu, misalnya dengan menghitung sampai tiga.
Hipnosis diri relatif mudah dipelajari dan dilakukan. Ini adalah bentuk keterampilan. Jadi, selain pengetahuan, diperlukan latihan terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan.
Jadi...yuk kita coba latih ketrampilan hipnotis ini...semoga dengan begitu makin banyak energi positif yang akan mengalir dalam darah kita...amiiinnn...

January 06, 2010

BERMAIN SAMBIL BELAJAR

January 06, 2010 0 Comments
Apakah anak-anak kita merasa lelah sehabis bermain seharian? jawabannya bisa  ya, bisa  tidak. Jika permainannya sangat menyenangkan hatinya tentu anak-anak akan berkata "tidak". Dan mungkin dia akan berkata ingin sekali lagi bermain hal yang sama. Tetapi ketika permainannya tidak menyenangkan dia akan menyatakan "iya".

Bermain mempunyai arti sangat penting bagi anak, yaitu untuk memenuhi kepuasan fisik, emosi, sosial dan perkembangan mental, sehingga anak dapat mengekspresikan perasaan tentang kekuatan, kesepian, fantasi ataupun menunjukkan kreatifitasnya.

Teringat ketika saya masih kecil, semua permainan kanak-kanak sudah saya mainkan bersama teman-teman sebaya. Dulu permainan anak-anak beragam sekali, dari mulai lompat tali, main gala asin, mainan rumah-rumahan, masak-masakan, jualan, naik pohon jambu, bermain peran (waktu itu lagi jamannya film 5 sekawan di TVRI), coret-coret jalan beton dengan batu bata, main engkle, dampu...wuahhh kayaknya kenyang banget.

Gedean dikit, mulai jualan beneran. Caranya dengan patungan dengan teman-teman mengumpulkan uang untuk modal. Uangnya untuk modal buat pempek atau asinan. Saat itu kita beneran belajar wirausaha. Lumayan hasilnya untuk berenang. Siapa yang menyuruh??? tidak ada...semua dilakukan karena keinginan spontan anak-anak yang sedang eksplorasi. Satu saat saya juga membantu ibu/nenek untuk berjualan keroket dan kue ali, hasilnya untuk menambah uang jajan atau membeli barang yang diinginkan.

Hasilnya sekarang, jiwa wirausaha sampai detik ini masih aja nempel. Ingin usaha di rumah karena sudah punya 4 buntut yang selalu setia menanti bermain dengan umminya. Juga punya toko online untuk sampingan bunda, sekalian ngumpulin buku-buku bacaan berkualitas untuk anak-anak.

Kembali kepada masalah permainan anak-anak. Hari ini anak-anak masih liburan, sepanjang libur ada saja yang dikerjakan mereka. Seperti ahad kemarin, karena tidak jadi pergi jalan-jalan, mereka memutuskan untuk bermain kemah-kemahan dengan memakai bedcover dan selimut sebagai kemahnya. Mereka berimajinasi saat itu sedang berada dalam suasana diluar rumah. Banyak perlengkapan yang dibawanya, mulai baju ganti, buku bacaan, bentou dan air minum tidak lupa bantal untuk tidur. hmmm...cukup kreatif...

Sayangnya saat ini jarang sekali anak-anak bisa bermain berkelompok seperti saat saya kecil. Tidak bisa menikmati suasana yang menyenangkan ketika berteman dengan cara berkelompok, karena kadang ada akurnya ada berantemnya. Kurang bisa berbagi dengan teman. dirumah mereka bermain berempat. Tapi kakak yang mendominasi semua permainan. kadang juga jadi ada kubu anak Indonesia dan kubu anak jepang. Karena kebetulan anak saya ada yang lahir di jepang dan di Indonesia...:)

Bermain bersama mereka, sama artinya belajar menjadi seorang ibu yang sabar dan bijaksana. Konflik saudara senantiasa mewarnai cara bermain dan belajar mereka. Bahagia jika mereka sedang akur, biasanya ketika bermain suatu permainan yang semua sepakat itu adalah permainan yang seru, misalanya baca buku, main sekolah-sekolahan, melihat CD Cerita Berima Pelangi Mizan, Bermain boneka paus dan ular hadiah dari CERBIN pelangi Mizan, baca Ensiklopedi Bocah Muslim , atau baca CERBIN,...kadang umminya juga jadi ikutan seru, paling keras nyanyinya...hehehe...


Menyenangkan sekali jika rumah kembali kepada fungsinya. Rumah bukan hanya tempat untuk berteduh dan melepas lelah setelah kesibukan harian yang penuh kepenatan. Bagi anak-anak rumah menjadi sarana untuk tumbuh dan berkembang , banyak hal yang anak pelajari dan menjadi sebagai bekal pada tahapan berikutnya. Menyiapkan rumah untuk memenuhi kebutuhan sensori bertujuan membantu orang tua dan anak-anak  memaksimalkan potensi yang dimiliki disamping segala usaha  yang dilakukan diluar rumah.


Tuk 4SN love U all
*Bundanya 4SN*

Pendidikan Sepanjang Hayat

January 06, 2010 0 Comments
Manusia dikaruniai akal dan nafsu, karena itulah manusia membutuhkan pendidikan untuk mengarahkan potensi akalnya dan mampu mengendalikan nafsunya dengan ilmu yang didapatnya.

Pendidikan adalah rangkaian proses yang tak berpangkal ujung, kecuali manusia itu sudah mati. Manusia bisa terus berada dalam proses pendidikan sepanjang ia hidup, entah dengan mendidik dirinya atau  mendidik
generasi penerusnya. Tak peduli ia sekolah ataupun tidak, setiap orang sesungguhnya seorang edukator jika ia menyadarinya dan mau mengemban tanggung jawab itu.

Namun pendidikan kini menjadi kian sempit ruang lingkupnya. Hal itu, diakui atau tidak, adalah karena pendidikan telah dikemas dalam kotak-kotak kecil terbatas, sehingga potensi akal manusia juga tanpa sadar menjadi kian terisolasi dalam bingkai yang terlalu sempit.

Banyak hal yang seharusnya menjadi bagian dari proses pendidikan, akhirnya tereliminasi dari ranah pendidikan.

Apa yang dimaknai sebagai proses pendidikan saat ini faktanya hanya bercerita tentang "Ayo Kita Baca Buku Bersama-Sama Lalu Uji Hasil Bacaanmu" Siapa saja yang paling banyak mengingat bacaannya, dialah yang akan mendapat nilai tinggi.

Usai semuanya, anak-anak yang telah diuji itu pun berhamburan mencari pekerjaan, untuk membiayai hidup dan membiayai anak-anaknya memasuki kotak yang sama. Kotak yang mungkin akan semakin kecil, karena harga ruangan kotak kian mahal hingga harus disekat-sekat lagi supaya terjangkau harganya atau keuntungan pembuat kotak berlipat.

Andai pendidikan tetap mengusung maknanya sendiri yang hakiki, di manapun, setiap orang akan mendapati sumber belajar itu berlimpah tanpa batas di sekelilingnya. Ia bisa mendidik dirinya , mendidik orang-orang di sekitarnya, dan mendidik generasi penerusnya, entah rupiah bertumpuk di sakunya ataupun tidak sama sekali.

Tidak mudah mengubah arah pandang pikiran manusia, namun pendidikan bisa melakukannya. Mari kita didik diri kita dan generasi penerus kita, sehingga hakikat pendidikan kembali pada tempatnya. Pendidikan adalah
kebutuhan manusia sepanjang hidupnya, sadarkanlah setiap orang akan hal itu, dan sadarkanlah bahwa setiap orang bisa mempelajari banyak hal meski dalam keterbatasan.... Kalau ia mau melakukannya!

Follow Us @tutiarien