June 30, 2012

# Bunda Menulis # Lomba Menulis

Mama Pintar VS Ponsel Pintar

Jujur saja, saya sangat bahagia sekali dengan perkembangan teknologi sekarang ini. Sebagai ibu dari lima orang anak, ponsel pintar menjadi andalan saya untuk mengabadikan keseharian saya bersama anak-anak dan suami. Apalagi dengan kehidupan yang nomaden. Saya sangat terbantu sekali dengan teknologi ponsel yang terus menerus berkembang.

Saya tak perlu marah ketika tiba-tiba saya ketinggalan kamera di rumah dan manyun karena tidak bisa berfoto ria karena semua sudah tersedia lengkap di ponsel kecil. Ada alat komunikasi dan juga kamera. Belum lagi fasilitas lainnya seperti wifi dan internet yang memudahkan saya mengirim foto sekaligus sms/MMS atau lewat jejaring sosial seperti fesbuk. Saya juga bisa sekalian transaksi jual beli lintas negara lho dengan menggunakan ponsel pintar. Hebat ya :-)

Dulu, tahun 2001, waktu saya baru saja menikah, saya gantian dengan suami menggunakan ponsel GSM Nokia 5110. Saat itu sudah keren lah punya ponsel seperti itu. Namanya baru menikah dan suami pun masih mahasiswa S2, saat saya harus keluar jauh dari rumah, maka suami  membekali saya dengan ponsel tersebut. Lumayan, suami bisa tahu keberadaan saya dengan sehat dan selamat.

Tak lama kemudian suami saya harus pergi keluar kota, maka dia membeli ponsel baru yang lebih bagus dari nokia 5510. Ponsel suami yang sudah tidak dipergunakannya menjadi milik saya. Saya takjub sekali dengan kepintaran ponsel jadul tersebut. Saat suami saya pergi jauh, ada layanan yang namanya "where are you". Sekali klik nomor ponsel suami, maka saya akan mengetahui sedang berada di mana suami saya saat itu, hehhhe. Namanya juga pengantin baru, always khawatir lah hhehe

Nah, menginjak tahun kedua pernikahan, suami sekolah lagi ke luar negeri, S3 di negerinya si Oshin. Sedih dong, karena saya engga langsung di ajak karena hamil besar dan sudah saatnya melahirkan. Tetapi alhamdulillah, saat itu si ponsel jadul Nokia setia sekali mendampingi saya. Suami kirim sms lewat email, saya terima di Indonesia lewat ponsel. Meskipun hanya sedikit kata-kata yang bisa ditampung tapi saya bahagia sekali. LDL memang membuat suasana romantis terus ya :-)

Sayangnya ketika saya tinggal di Jepang, ponsel nokia jadul saya harus beristirahat dengan tenang karena tidak bisa dipergunakan di Jepang. Meski sedih, saya cukup senang dengan mendapatkan ganti sebuah ponsel CDMA vodafone made in Jepang dengan fitur lengkap dengan kamera kecil di dalamnya. Cocok bagi saya yang waktu itu sudah memiliki bayi mungil yang sedang lucu-lucunya. Ponsel saya pun beralih fungsilah tak sekedar berkomunikasi tetapi untuk mengabadikan semua momen berharga.

Sekarang saya tinggal di Malaysia. Perubahan teknologi begitu cepat sekali saya rasakan. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dan fitur yang semakin lengkap membuat saya sangat merasakan sekali dampak positifnya, selain dampak negatif tentunya :-)

Saat ini saya menggunakan sebuah ponsel pintar multitasking model screentouch. Ponsel pintar yang sangat saya idam-idamkan sekali. Di dalamnya ada layanan Fesbuk, Twitter, Google, Opera Mini dan lain sebagainya sebagai tambahan alat komunikasi tersebut. selain itu juga kamera dengan hasil yang lebih bagus menempel pada ponsel pintar saya yang baru tersebut.

Sekarang, selain bisa di simpan di dalam komputer, foto-foto pun bisa langsung di upload langsung di fesbuk. Sungguh kemudahan yang sangat berarti sekali.

Memiliki semua fasilitas ini memang sempat membuat ibu seperti saya terlena sekali. Terkadang kesempatan dengan dalih "me time" sambil update kegiatan saya dengan anak-anak di rumah atau update bisnis rumahan, malah membuat saya kebablasan dan tak tahu waktu :-p

Jadi,  saya  juga harus pintar-pintar menggunakan fasilitas ponsel pintar dan menggunakan waktu agar rumah dan anak-anak tidak keteteran. Apalagi dengan hobi baru, menulis. Perlu menjadwal waktu-waktu khusus untuk menggunakan ponsel pintar sebagaimana mestinya.

Sungguh, seiring waktu, kehadiran ponsel pintar dan mempergunakan teknologi di mana saja akan terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meski begitu, saya tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang kebanyakan yang  menikmati kehidupan dunia maya  daripada kehidupan nyata mereka. Saya tak ingin kehilangan saat-saat yang indah dalam kehidupan anak-anak saya. Saat yang tidak akan pernah dapat diulang kembali. 

Sebagai ibu, saya perlu mengatur diri sendiri ketika menggunakan teknologi pada kegiatan saya dan anak-anak. Saya harus melakukan keseimbangan dalam menggunakan waktu "me time" dan menemani anak-anak bermain dengan bijaksana. Saya juga harus tetap bisa melakukan kegiatan bisnis rumahan dengan sehat tanpa mengabaikan sedikit pun waktu untuk keluarga dan anak-anak.

Tidak menghabiskan waktu untuk sms dan membalas komentar di fesbuk. Salah satu cara yang saya lakukan adalah  menjauhkan ponsel dari saya pada saat-saat tertentu bersama dengan anak dan keluarga. Dengan cara ini, saya akan bisa menghadirkan diri secara emosional dan fisik, untuk dunia nyata saya dan yang paling penting dalam kehidupan anak-anak dan keluarga kecil saya. 

Baru-baru ini saya juga mendengar ada fasilitas baru dari Indosat “Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita” . Wow, apakah itu? Sayangnya di negeri jiran saya belum pernah mendengar paket keluarga seperti ini. Kalau ada, pasti saya akan mencobanya sebagai paket hemat keluarga. Lumayan bisa mengirit pengeluaran bulanan yang terus membengkak. Anak lima gitu lho ^_^ Selain itu layanan info wanitanya sungguh menggiurkan :-)

Harapan saya sederhana saja, semoga ponsel pintar benar-benar bisa membuat para perempuan Indonesia lebih berdaya lagi dan tak canggung dalam menggunakan fasilitas teknologi yang ada dan bisa memanfaatkan sebaik-baiknya. Tak hanya sekedar eksis di dunia maya tetapi juga eksis di dunia nyata, yaitu di keluarganya  dan di masyarakatnya.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger”

10 comments:

  1. Terimakasih sudah ikut berpartisipasi di kontes menulis KEB. Sudah dibaca, good luck ya ^_^

    ReplyDelete
  2. Waahhh...akhirnya tampil juga di menit-menit terakhir :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehhe iya nih, dengan jurus "dipaksakeun" hhehe kalo engga gitu bisa hilang kesempatan :-) Mupeng bisa kayak mbak Arin ya nulis, ngantor, ngurus anak-anak, menang lomba nulis ^_^ makasih dah mampir ya :-)

      Delete
  3. Anak 5 ya mbak.... Sama... hehehe...
    Semoga sukses kontesnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mbak niken, saya sudah mampir juga ke blognya mbak, kerennnn :-) Moga silaturahim kita engga cuman lewat dunia maya ya, tapi bisa ketemu di dunia nyata juga :-)

      Delete
  4. Hihi... penasaran nih liat tulisannya mbak Sri. sukses ya Mbak :)

    ReplyDelete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien