Skip to main content

Tips Memotong rambut sendiri


Tips Memotong rambut sendiri

Caranya :

1. Siapkan alat2nya, gunting rambut (gunting biasa juga bisa asal tajem), kaca, sisir kecil, epron potong rambut (tersedia di toko 100 yen).
2. Cuci rambut terlebih dahulu, setelah agak kering dikit mulai acara pemangkasan...
3. Kalau mo potong bentuk bob pendek, gunting dulu di atas tengkuk kita sepanjang yang kita inginkan. Kalau sebahu, potong lurus sebahu. Kalo dibawah kuping dikit. potong juga lurus disitu. mula-mula dari tengah, kemudian kanan dan kiri, sampai keliatan rata.
4. Setelah itu untuk bentuk bob ada 2 macam ketinggian (trap), jika ingin yang biasa saja, tarik keatas rambut kita 45 derajat kemudian digunting sedikit2, mulai dari sisi kanan kemudian ketengah dan ke sisi kiri. sampai membentuk bob. Kalau ingin lebih tinggi bobnya, tarik keatas rambut 90 derajat, kemudian gunting sedikit2 . Arah sama
dengan 45 derajat.
5. Perhatikan kanan dan kiri. Tarik sedikit rambut bagian depan apakah sudah seimbang atau belum. Kalau perlu minta pendapat teman/suami. Kalau belum, coba dengan menyisir kearah kuping kita, kalo masih ada yang `ngacung` (istilahnya bingung euy)...gunting dikit2. Gitu seterusnya.
6. Jika ada yang ingin berponi ria, sisir sebagian rambut bagian depan anda ke arah muka. ambil dengan cara mengerucut ke dalam (segitiga). kemudian potong sepanjang yang anda sukai. Biasanya diatas alis.
7. Kalau rambut sudah jadi, jangan lupa untuk menyisir kedalam (memakai sisir blow) agar rambut menjadi permanen kedalam (bentuk bob).

Untuk Suami/anak laki-laki :

Bagi yang ingin merapikan rambut suami, bisa memakai alat pemotong rambut listrik (disitu ada stelannya, mis : 1 cm - 4 cm), mudah sekali cara makenya. Kalau saya bisanya cuman pake yang 1 cm, model tentara...hehehhe. kantan...

Caranya :
1. Sisir dulu rambut kearah belakang/sesuai model yang sudah ada. Misalnya belahannya ke sisi kanan/kiri. Rapiin dulu.
2. Dari atas rapikan rambut (gunting) sedikit-sedikit. Ambil rambut dengan sisir kecil. sisipkan kedalam jari2. naikan keatas kira-kira 45 derajat. potong sedikit-sedikit. sampai rata dan finish ke bawah.
3. Kalo bagian bawahnya., sama diratakan kalo sudah melebihi tengkuk. Kemudian sisanya (kiri kanan bawah) dirapikan dengan pisau cukur.
4. Untuk cambang dan kumis (ini yang paling seru....) di cukur dengan pisau cukur.

Semoga bermanfaat.

Utsunomiya, mei 2006

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…