Skip to main content

Cemburu sama si kokom....?????

Tulisan ini sekedar intermezo dikit yang diambil dari kisah yang sering terjadi dirumah. Tulisan ringan dan mungkin terjadi juga di keluarga teman-teman semua....kadang kalo inget suka senyum simpul sendiri kannnnn......ngaku deh.....

----------------------------------------------------

Pernah gak kita merasakan cemburu pada pasangan kita? kalo ada yang bilang ...."gak pernahhhhhh".....pasti bohong tuh.....:D atau jangan-jangan perlu dipertanyakan sejauh mana rasa memilikinya.....atau.....jangan-jangan penganut EGP...Emang Gue Pikirin...hehehehe (ini negatip thinking banget sihhh....)

Cemburu dalam bahasa Inggrisnya jealous. Kalo dalam bahasa jepang , istilah yang diperuntukan untuk anak-anak, yakimochi. Kalo istilah buat orang dewasanya gak tau nih....(ada yang mo nambahin????)

Banyak orang menyimpulkan bahwa kebanyakan dari kaum hawa memiliki sifat pencemburu yang luar biasa di bandingkan kaum laki-laki. Dampak dari cemburu bisa positif bisa juga negatif. 
Perlu bijaksana dalam menyikapi hal ini.... (ini kata pakar psikologi loh....)

Sigmund freud (pakar psikoanalisis) berpendapat bahwa rasa cemburu berkembang pada setiap insan sejak dini, saat anak berjuang untuk memperoleh kasih sayang ibu yang aman dan nyaman. Katanya lagi, Seorang anak yang tidak merasa memperoleh kasih sayang ibu yang aman dan meyakinkan sejak dini, akan mengembangkan rasa cemburu yang intens kelak ketika anak dewasa. Selanjutnya dinyatakan orang yang kurang percaya diri, sangat rentan terhadap perkembangan rasa cemburu dalam dirinya, apalagi bila orang tersebut merasa kualitas perkawinannya kurang memuaskan dirinya. Orang ini pun merasa peluang alternatif untuk memperoleh kebahagiaan perkawinan sangat kecil, padahal ia sangat mencintai dan bergantung pada pasangannya.



tulisan dibawah gak tau ada hubungannya ato gak nih sama teorinya Mas Freud ini, jadi mohon maaf kalo jaka sembung yeee...


Dirumah, semua orang kena demam cemburu, pada siapa lagi kalo bukan pada si KOKOM. Kokom tidak cantik, badannya juga tidak berbentuk. Si kokom ini kotak abis. Kulitnya juga gak begitu putih, malah keliatan kusam. Apalagi kalo tambah males dibersihin, tambah kumel aja. Tapi herannya, Ayah bisa tahan berjam-jam duduk berhadapan dengan si kokom. Lain waktu Ibupun begitu, menunggu antri duduk di depan si kokom. Kalo gilirannya gak bisa terpenuhi bisa ngomel sepanjang waktu.

Giliran Ibu yang duduk dihadapan si Kokom, anak-anak pada protes, langsung pasang aksi demonstrasi. Ada yang minta dipangku, ada yang ngeluarin semua mainan dari lemari. Ada yang nangis minta ini dan itu. Ibu meradang......"nak....ibu sedang ada perlu online nih...tunggu sebentar yah..."

Yah...si Kokom yang tidak cantik ini memang kotak yang sangat ajaib. Dia memuat berjuta-juta memori, sehingga semua orang tertarik untuk menggunakan jasanya. Ayah bisa melakukan banyak hal dengan si kokom ini. Menyimpan dan mengambil data hasil studi lewat si kokom. Transaksi jual beli juga bisa dilakukan lewat kokom. Bertemu dengan teman-teman lama yang berada di seluruh dunia lewat si kokom. Begitu juga dengan Bunda, bisa bekerja sosial tanpa keluar dari rumah. Bisa ngerumpiin hasil masakan yang enak yang hari itu dibuatnya. Menjalin silaturahim yang sempat terputus dengan sahabat-sahabatnya lewat si kokom. Pas anak sakit..si kokom pun jadi tujuan, sekali klik si kokom bisa ngasih info penanggulangan sakit anak. Pas nyari resep masakan, klik sana sini..ngumpul deh resep masakan yang  oishii so....bener-bener bisa diandalkan deh si kokom ini...

Ooh..kokom.......walau begitu..pada waktu-waktu tertentu kau diben
ci sekaligus di rindu.....
Begitulah..semua orang cemburu....gak orang dewasa...gak anak-anak....

Kalo pesen seorang temen nih......."pergunakan si kokom sebagaimana mestinya" begitu katanya.  Kalo saya sendiri malah pengen ngasih pesen " pergunakan si kokom sesuaikan waktunya"....:D 

(hmm..apalagi yah? bingung nutupnya nih...ada yang bisa bantu...:D)

Utsunomiya, 4 February 2007
*mulai diteriakin sama si Kakak.."umi..doushita no muko de jutto suru no...:D"



Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…