Skip to main content

Hari ketiga diet raw juice

Alhamdulillah sudah memasuki hari ketiga minum jus sayuran dan buah dengan sadar hehhe. *lho emang kemarin pingsan apa?* Dan BABku pagi ini sudah keluar lagi. Sesuatu banget! soalnya biasanya kalau kemarin aku sudah BAB, biasanya besok atau lusa baru keluar lagi. Ih gak sehat banget ya!

BAB itu penting tau untuk kesehatan. Katanya, kecantikan dan kesehatan itu bermula dari perut lho! Nah, bener banget kalau ada yang ngomong, we are what we eat!

Hari ini, aku dan si kakak buat jus buah lagi. Untuk si kakak masih seperti kemarin, 2 buah apel, 1 buah jeruk sunkist, 2 buah tomat. Blender dan diminum tanpa diberi air dan gula. Lumayan dapet 2 gelas kecil.

Untuk aku sendiri, sisa 1 gelas kecil jus aku tambahi 1 buah apel dan 1 batang seledri besar (panjangnya sekitar 30 cm), 5 helai daun sawi hijau. Aku blender, cukup untuk 1 gelas besar.

Dari baunya sih sedapppp ... tapi begitu aku minum, rasa pedas sampai di lidah. Rasanya pahang karena mungkin ada seledri itu ya. Pedassss ...

Awalnya minum satu teguk, perut udah pengen muntah. Aku atur mindset supaya engga sampe muntah beneran. Aku minum seteguk-seteguk sampai target setengah gelas selesai. Alhamdulillah, akhirnya masuk juga. Habis itu, aku minum air banyak-banyak untuk menetralkan lidah hehhee

Masih ada sisa setengah nih? hmm ... buat ntar siang atau gimana ya? Ya udah deh, cobain ke si Abi aja hihihi ... setelah dirayu, alhamdulillah dia mau juga dan langsung abis dalam beberapa tegukan. Dia memang pemakan apa saja sih qiqiqi



Jangan lupa sarapan juga ya, kalau aku makan 1 jam setelah minum jus ini. Jadi aku minum dalam keadaan perut kosong :-)

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…