Skip to main content

(seri) Oleh-oleh Pengajian Internasional

Hari senin yang lalu, kami, muslimah Utsunomiya, mengadakan pengajian Internasional di rumahku. Pengajian ini alhamdulillah walaupun sempat vacum karena berbagai kesibukan membernya, tapi sekarang mulai eksis lagi. Setiap pekan kita mengadakan pengajian ini.

Membernya memang sedikit sekali, selain kami para istri para mahasiswa asing di jepang (Indonesia, Bangladesh dan yordan) juga istri dari warga jepang (seorang kebangsaan malaysia) dan keluarga malaysia yang sedang bekerja disini.



Alhamdulillah pekan ini semua bisa hadir, kecuali kak Ane.

Setiap pertemuan, kami tilawah bersama dan mendengarkan terjemahan langsung dari Al Qur'an yang kami baca, yang diterjemahkan oleh saudara kami dari jordan yang notabene berbahasa Arab. Alhamdulillah sedikit2 kamipun bisa belajar bahasa Arab dengan mendengarkan terjemahan yang dibacakannya.
Dan banyak sekali hikmah dan pelajaran yang kami dapatkan dari pengajian ini.

Setelah tilawah dan terjemahan selesai, biasanya kita ramah tamah sambil minum teh dan cemilan sekedarnya. Disaat itu, kami biasanya sedikit berbincang tentang kondisi keluarga dan pribadi juga diskusi tentang dunia Islam, isu yang paling hangat saat ini adalah tentang palestina dan penyerangan Israel atas Libanon...

Kebetulan saudara kami yang dari Jordan akan kembali lagi ke negaranya tahun depan, ada kekhawatiran dalam nada bicaranya menceritakan kebrutalan aksi Israel terhadap Libanon, dan mungkin....jordan pun akan kena juga..katanya....karena letak jordan yang ada ditengah2 wilayah konflik timur tengah. Sedih sekali mendengarkan kenyataan ini.....

Allahuman'shur al mujaahidiina fii filisthiin ....
Allahuman'shur al mujaahidiina fii Libanon ....
Allahuman'shur al mujaahidiina fii kulli makan wal zaman, amiin.

Ada lagi diskusi yang sedang hangat dari saudara kami dari Malaysia, tentang permintaan seorang wanita warga malaysia yang ingin murtad, pindah dari Islam keagama yang lain. Hal ini mengundang gelombang demo besar-besaran warga kepada majelis rakyat di malaysia untuk tidak mengabulkan permintaan wanita
tersebut.....
Miris juga denger kabar seperti ini...
dimana malaysia adalah negara berkerajaan Islam.

Sebenernya setiap orang memiliki hak untuk beragama, tetapi dalam konteks seorang muslim, menurut syariat Islam, jika dia keluar dari agama Islam setelah dia beragama Islam, maka konsekuensi yang harus diterima sudah jelas yaitu dia terkena hukum hudud yaitu hukuman mati. Tetapi prosesnya mungkin setelah si pemohon ini diminta untuk taubat dan kembali kepelukan Islam tapi tetap menolak, maka hukuman mati ini akan ditegakkan (cmiiw...)...

Jadi kesimpulannya, kenapa harus dihalangin untuk keluar dari Islam, tapi berilah dulu nasehat2 atas konsekuensi seorang muslim keluar dari Islam. Jika memang dia tetap keukeuh mau keluar dari Islam, Malaysia kan negara kerajaan Islam tuh..., langsung aja tegakkan syariat Islam. Sesuai syariah, maka wanita itu wajib kena hukuman mati atas permintaannya tersebut.


Tapi ternyata kondisinya (katanya) tidak semudah itu, di dalam undang2 di malaysia menyebutkan bahwa "setiap warga negara malaysia bebas beragama". Dan dibawah butiran ini, disebutkan juga, "warga malaysia dari keturunan melayu adalah beragama Islam". Tapi beberapa wakil rakyat dikabinet malaysia ini katanya sih sedang berjuang untuk merubah undang-undang itu, menjadi "warga malaysia dari keturunan melayu bebas beragama...juga...!
Wah ini yang gawat....ekses dari satu masalah menjadi besar gara-gara ada wakil rakyat yang kayak begitu..itu tuh..... bener2 gak amanah bener seeeh.....mangkanya muslim Malaysia mengadakan demo besar2.... tuk menolak perubahan undang2 tersebut ........
"wa makaru wa makarallahu, wallahu khairul maakirin" (Ali Imran : 54)
Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allahpun membalas tipu daya mereka. Sesunggunya Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."


Wallahu'alam ........


Utsunomiya, Juli '06

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…