Skip to main content

Osie : Hiasan dinding style jepang

Kemarin, Bu Sugiyama dan Bu Komori datang mengunjungi saya dirumah. 
Mereka adalah  member assosiasi pemerhati Indonesia Jepang di Utsunomiya. Mereka adalah teman2 yang baik. Bu Komori malah sudah seperti ibu saya, karena perhatiannya yang besar kepada keluarga kami.

Mereka datang bukan tanpa maksud. Hari itu, saya dan Bu Arif (seorang tetangga dekat saya, orang Indonesia juga), diberi ketrampilan membuat sirop siso dan membuat osie, yaitu semacam hiasan dinding dengan style jepang.


Osie ini menarik sekali, karena selain diperlukan ketrampilan tangan, juga ketelitian. Osie ini bisa kita beli satu set untuk satu kali pembuatan hiasan dinding. Kemarin kami tidak membelinya, tapi diberi oleh Bu Sugiyama...sensei Osie kami...gratis...!

Satu set terdiri dari pola, instruksi pembuatan dan bahan hiasan baju dari kertas origami yang indah. Mirip benar dengan baju2 kimono yang sering dipakai oleh orang-orang jepang. Osie ini modelnya gambar anak2 jepang yang ditempel dikertas. Setiap bagian dari pola itu, kita bungkus dengan kertas origami, membentuk gambar yang akan jadi hiasan dinding yang kita buat.

Kemarin saya membuat gambar anak perempuan Jepang dengan tema Hina Matsuri. 
Memang agak sedikit sulit, karena banyak bagian2 yang kecil2 kemudian dibungkus dengan kertas origami. Tetapi setelah melihat hasilnya..puas sekali...bagus dan indah...dan yang terpenting buatan sendiri.....
Anak-anakku juga suka sekali..mereka memuji saya...umi..jouzo ne...osiete.....! begitu katanya.....
Bu Arif membuat gambar anak jepang dengan tema musim semi kalo gak salah....baju kimononya juga indah sekali....


Oh iya..kami juga masing-masing diberi satu set osie lagi untuk dikerjakan sendiri, tema yang ada di osie saya yang lain adalah anak laki-laki jepang sedang menarik kabuto (sejenis topi tentara jepang semasa edo jidai), jadi temanya : kabutohiki. Karena calon anak saya yang ketiga insyaAllah laki-laki..puresento datte..ureshii wa....



Silahkan dilihat osie hasil karya kami....

Bu Sugiyama dan Bu komori....itsumo arigatou gozaimasuuuu....

Comments

  1. kawaii.. itu washi ya mba?
    akhir2 ini sedang asik2nya buat washi doll. washi tak ada, kertas kado pun jadi..
    mbak apa ya bedanya washi doll ma osie?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama aja kayaknya ya kalau cara pembuatannya cmiiw

      Delete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…