Skip to main content

Onigiri

Sudah lama ingin menuliskan segala macam resep dapur yang kerap saya buat di rumah. Sekadar berbagi, beberapa masakan yang mudah cara pembuatannya dan disukai oleh anak-anak.
Terus terang, jika saya ditanya soal masak-memasak yang berbumbu lengkap, saya nyerah. Saya akan menyerahkan mandat sebagai juru masak kepada suami saya tercinta. Yah, kalau dia mau saya bujuk dan rayu buat masak. Kalau dia lagi pengen masakan berbumbu lengkap buatan saya, terpaksa saya masak juga. Sambil grogi dengan rasa dan penampilan masakan hihihi ampun pokoknya mah. Alhamdulillah sih suami ga pernah sampai meringis selama makan :D palingan yang dikeluhkannya, "kurang garam" sambil ambil garam sendiri.

onigiri buatan OmaSri


Hari ini saya ingin berbagi tentang betapa mudahnya membuat onigiri. Dulu, waktu saya kecil juga suka dibuatkan nasi kepal sama nenek. Zaman dulu, nenek masak nasi memakai aseupan, jenis penanak nasi berbentuk kerucut. Nah, diujung penanak nasi itu, nenek akan memberikannya kepada saya dengan cara memberikannya begitu saja atau diberi garam dulu kemudian dikepal-kepal lagi supaya padat membentuk segitiga atau lonjong. Kemudian nenek melapisinya dengan daun pisang. Wangi!

ini dia penampakan aseupan (credit google)


Nah, balik lagi ke onogiri, apa sih yang disebut onigiri ini? Onigiri nasi kepal ala Jepang. Kalau kata orang bule, onigiri are Japanese rice balls. Yah, jangan dibayangin nasi yang dibulet-bulet ya. Itu cuma istilah aja. Onigiri yang biasa saya lihat sih penampakannya itu segitiga dengan ujung yang tidak runcing. Di kenal dalam bahasa Jepang dengan istilah omusubi. Orang Jepang ini kreatif, sampai jenis onigiri ini juga jadi tokoh dalam film anpaman, yaitu Omusubiman.

credit.hummingbird

Onigiri adalah nasi putih yang dikepal, kemudian diberi isi berbagai macam isi sesuai selera (orang jepang mah ga pake oncom ya isinya, itu mah buras heuheu), setelah itu dibungkus dengan nori, bisa seluruhnya dibungkus nori atau hanya dikasih hiasan nori saja.

Orang Jepang biasanya membawa onigiri untuk bekal (bentou). Cara membuatnya mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Kadang onigiri juga tidak memerlukan isi atau toping. Plain aja gitu. Tapi kita juga bisa memberikan toping atau mengisi onigiri apa saja, tergantung selera kita. Kalau orang Jepang biasanya mengisi onigiri dengan tuna mayones, tuna goreng, umeboshi, dll.

Onigiri dan segala macam sushi ini memang disukai anak-anak saya. Untuk menyenangkan hati mereka, kadang saya turuti keinginan mereka, sekali-kali saya belikan.  Itu pun menunggu pukul 9 malam baru belanja, karena harga sushi sudah didiskon 30-50%, jadi lumayan kalau mau ngeborong. Lha, anak saya lima orang, dengan selera yang bermacam-macam pula. Kalau menuruti keinginan mereka terus, bisa jebol dompet saya yang imut ini. Sudahlah imut, isinya hanya kartu-kartu dan bon-bon bekas belanja :) Lha, anak-anak saya kalau makan sushi atau onigiri, bisa tambah berkali-kali. Apalagi kalau ada furikake (jenis abon kering ala Jepang) mereka nambah berpiring-piring. Seneng sih, tapi kalau furikakenya habis, mau beli di mana coba? di Aeon/Jusco deket rumah kadang ada kadang ga ada (yang halal). #halahjadicurcol

Mengikuti selera makan mereka, saya pun mencoba membuatnya sendiri. Pernah anak-anak bertanya, :"Ummi bisa buat sushi?" saya pun menjawab mantap, "BISA!" heuheu. Halah cuma nasi kepal aja, kan? sambut hati saya, pede.

Beberapa kali saya membuatkan anak-anak saya. Nasi kepal/onigiri, nasi dikepal kemudian dikasih tuna mayo atau sosis, setelah itu saya bungkus dengan nori. Selesai.

Nah, belum lama ini, saat teman saya hendak pergi berhaji, dia memberikan bumbu-bumbu dapurnya. Ketika saya membuka plastik yang diberikannya kepada saya. Ya ampun, dasar alumni jepang juga, yang dikasihin ke saya pun bumbu-bumbu cair, seperti cuka yang dipakai bumbui nasi untuk sushi, soyu, dan olahan ikan untuk steamboat.

Bagai mendapat durian runtuh, saya dan anak-anak saya bersorak. Sebelum pulang saya tak lupa meminta resep sushi yang biasa dia buat. Dan sampai di rumah saya pun membuatnya bersama anak-anak. Onigiri dengan bumbu cuka jepang ini lebih mirip rasa aslinya. Tak sekadar nasi kepal, tapi onigiri.

Inilah resepnya dan beberapa bahan yang perlu dipersiapkan untuk membuat Onigiri Tuna Mayo.

Nasi yang diperlukan adalah nasi yang pulen. Ambil dalam wadah dan dinginkan.
Nori panjang. Gunting sesuai selera.
Cuka untuk membuat sushi.
Satu kaleng tuna mayo.

Cara membuatnya:
Bubuhi nasi dengan cuka sushi. aduk-aduk hingga rata. Basahi tangan dengan air. Kemudian ambil nasi, kepal-kepal dengan kedua telapak tangan. Untuk memasukan tuna mayo sebagai isi onigiri, bolongi tengah onigiri dan masukan tuna mayo. Kepal-kepal lagi. setelah itu, tutup onigiri dengan nori sesuai selera.

Onigiri Tuna Mayo by OmaSri


Untuk lebih jelasnya, silakan layari link ini ya how to make onigiri dan segala hal tentang onigiri.

Eh...tapii ... waktu saya mudik ke Bogor, karena bahan baku terbatas. Saya ajak aja anak-anak jalan-jalan sambil kangen-kangenan sama makanan khas orang Jepang. Sejak ada directory kuliner yang bisa tinggal diklik, alhamdulillah saya bisa menyenangkan hati orang-orang tersayang dengan lebih mudah :-)

Mangga atuh ....

Comments

  1. Nasi kepal jepang ya ternyata. Simpel sih cara buatnya. Tapi belum coba makanan jepang sama sekali. Aneh nggak rasanya Oma?

    ReplyDelete
  2. Iya mbak, mudah dan ga pake lama. Buatnya sambil main sama anak. Rasanya disesuaikan aja mbak ety, memang kalau ga biasa makan nori agak agak gimana gitu 😀

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…