Skip to main content

Rekreasi ke Pantai Desaru

Hari Senin yang lalu libur hari kemerdekaan Malaysia. Saya pun pergi rekreasi dengan keluarga ke pantai Desaru, sebuah pantai yang terkenal di Johor. Pantai laut China Selatan. Namanya hari libur nasional, pantai jadi rame banget. Saya dan kelurga datang kesiangan, pukul 11.30 sampai di lokasi. Yah, biasa deh anak anak sudah dibilangin berangkat pagi, kalau emaknya belum rapi, cantik dan duduk manis di sofa pasti dianggapnya masih lama perginya. Padahal emak banyak yang harus disiapkan. Salah satunya buat bekal buat di tempat rekreasi. Tahu sendiri kan, kalau jajan, dengan 5 pasukan gini bisa jebol dompet emak.

Pak suami pagi pagi sudah bantuin goreng ayam (pak suami memang jago masak, juga jago makan, yang paling penting dia sayang istri dan keluarga ehem). Doi masak dua jenis masakan pula, ayam cutlet dan ayam goreng kres-kres. Emak buat norimaki. Ntar dua resep ini emak share ya. Sekarang kita fokus pada pantai desaru dulu ya dan kegiatan di sana heuheu

Nah, sampailah kita di pantai desaru. Pantai yang memanjang di semenanjung selatan Malaysia, laut lepasnya laut china selatan. Saat itu udara amat panas, angin lumayan kenceng juga, hingga ombak oun menderu-deru. Sesampainya di tepi pantai, sudah banyak orang gelar tikar. Emak pun nyari tempat yang teduh dan dekat pantai. Gak deket deket amat sih, pokoknya sejauh mata memandanga anak anak dan pak suami masih keliatan. Kemudian kita bagi tugas. Emak jaga tiker, Pak suami ngasuh anak anak. Karena yang niat main memang pak suami, dia sudah bawa ganti juga. Emak sih emang males, takut hitam hahhaha jadi jaga tiker aja deh (sebenernya emak ada program lain sama adik adik yang bekerja di sini, nanti ya ceritanya).

Nah, pak suami dan anak anak main air deh. Abis puas main air, S3 anak lanang satu satunya, main layang layang sama pak suami. Seneng dia karena banyak angin di tepi pantai. Enggak kayak di halaman rumah, kudu lari lari nyari angin, sekarang angin ngejarngejar dia heuhei

Setelah capek, kita pun makan makanan bekal yang dibawa dari rumah  dan sholat dzuhur. Alhamdulillah, rekreasi memang membuat hati senang dan ikatan dengan keluarga menjadi tambah rapat. Yang paling penting, pak suami ada waktu main dengan anak anak lebih lama, setelah setiap hari berkutat dengan pekerjaan. Laki laki menjadi keliatan seksi saat dia main sama anaknya lho. Gak percaya? Gih cari deh meme yang katanya ada cewek liat seorang bapak ganteng nyuapin anaknya, terus dia bilang, "Mas, saya juga mau jadi istri kedua." Ih lebay deh hahhaha kalau itu terjadi, singsingkan lengan baju dulu deh, liatin otot emak yang kekar #eh aurat ya, ga jadi deh

Nah, daripada emak ngalor ngidul, udah segitu dulu deh ceritanya. Enak sih nulis di hape, cuman ga enaknya, dia suka scroll ke atas sendiri, jadi capek ngapusnya.

-bersambung-




Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…