Skip to main content

Tips Menerbitkan Buku di Pustaka Al-Kautsar

Buat yang ingin menerbitkan buku di Penerbit Al Kautsar, inilah tips supaya tembus di penerbitan ini. Monggo :-)

credit.google
Tips Menerbitkan Buku di Pustaka Al-Kautsar

1. Tema tulisan bernafaskan nilai-nilai moral luhur dan atau nilai-nilai Islam.
2. Unik, berbeda, dan memiliki nilai lebih dari buku-buku yang sudah ada.
3. Orisinal, tidak menjiplak.
4. Menggunakan sumber rujukan yang benar dan terpercaya (bila non fiksi).
5. Contoh (untuk non fiksi) dan jalan cerita (untuk novel) tidak klise, monoton, dan membosankan.
6. Kaya dengan gagasan yang menginspirasi pembaca untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
7. Ide cerita memberikan gambaran yang tajam, menunjukkan kesatuan bentuk yang utuh, alur mengalir, latar rinci, cerita hidup.
8. Bahasa lincah, renyah, dan mengalir.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan segmentasi usia pembaca.
9. Karakter dan setting (bila novel) serta penggambaran detail dan kuat.
10. Lebih disukai tema persahabatan, konflik hidup, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan dan Islam.
Punya ide, gagasan, kisah nyata, catatan perjalanan, novel, komik, dll, baik untuk segmentasi anak, remaja, atau dewasa?
Kirimkan ke meja redaksi Pustaka Al Kautsar.
Jenis naskah yang kami terbitkan:
• Kisah nyata/ memoar
• Novel (anak ataupun dewasa)
• Komik (anak ataupun dewasa)
• Dongeng, cerita rakyat
• Kisah inspiratif
• Catatan perjalanan
• Referensi Islam Populer
• Pengembangan diri (motivasi)
• Pernikahan; keluarga; pengasuhan anak (parenting)
• Pendidikan praktis
• Panduan, tips, dan motivasi
• Hikmah dan kandungan ibadah
• Gaya hidup islami
• Penulisan popular lainnya (Tema bebas asal sesuai dengan nilai-nilai Islam)
Syarat Teknis Pengiriman Naskah Buku
1. Panjang halaman minimal sekitar 100-200 halaman untuk dewasa, dan 40-80 halaman untuk anak (boleh buku berseri)
2. Diketik dalam format A4, spasi 1.5, margin 2cm, font Times New Roman 12 point.
3. Lengkapi dengan daftar isi dan data diri penulis
4. Untuk buku anak, lengkapi dengan konsep buku (bila berseri)
5. Untuk fiksi (termasuk komik), harus disertai sinopsis (ringkasan cerita)
6. Untuk komik/ novel komik disertai breakdown cerita per bab dan 5 contoh ilustrasi komik.
7. Dikirimkan dalam bentuk hard copy/ print out (lebih diutamakan). Bila penulis berada di luar negeri, naskah boleh dikirimkan melalui alamat e-mail: redaksi@kautsar.co.id
8. Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas (misalnya: kisah nyata/ novel/ non fiksi/ motivasi remaja/ cerita bergambar anak/ parenting, dll)
Kirimkan naskah Anda ke:
Penerbit Pustaka Al-Kautsar Group
Jl. Cipinang Muara Raya No. 63, Jakarta Timur 13420
Telp. 021. 850 7590
Penilaian naskah akan memakan waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung naskah diterima redaksi. Jika sampai tiga bulan tidak ada konfirmasi apa pun dari Pustaka Al-Kautsar, penulis berhak langsung menarik naskahnya. Print out naskah yang dikirimkan tidak wajib kami dikembalikan. Print out naskah yang tidak kami terbitkan akan kami musnahkan untuk menjaga hak cipta penulis.
Keterangan lebih lanjut hubungi (021) 850 7590 ext. 18, e-mail: redaksi@kautsar.co.id

*copas dari akun mbak Aminah Mustari (editor di Al Kautsar)

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…