Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

Menikmati Keindahan Air Terjun di Malaysia Bersama Firefly

Terletak di dekat Indonesia, keadaan alam negeri Malaysia juga tidak begitu berbeda jauh dari Indonesia. Keindahan alami masih terus dipertahankan oleh negeri yang sering dikunjungi oleh orang Indonesia ini. Jadi, tidak hanya lihat Menara Petronas, yuk, coba sesuatu yang cukup berbeda dari Negeri Jiran ini. 
Tidak hanya wisata kota, Malaysia hadirkan segudang keindahan alam, termasuk menikmati keindahan air terjun! Kini untuk mencapai kota selain Kuala Lumpur makin mudah dengan adanya Firefly. Maskapai tersebut dimiliki oleh Malaysia Airlines yang mewadahi penerbangan ke Penang dan Selangor, Malaysia.
Maskapai yang tadi disebutkan sangat cocok bila kamu memang ingin menikmati keindahan air terjun di Malaysia. Kenapa? Iya, karena kebanyakan air terjun paling indah di Malaysia terdapat di daerah-daerah seperti Selangor, Sarawak dan Perak serta beberapa lokasi anti-mainstream lainnya.
Destinasi Wisata untuk Menikmati Keindahan Air Terjun di Malaysia
Lata Kinjang, Perak
Berada di negara bagian…

INTERLAC Menjaga Kesehatan Pencernaan Bayi dan Keluargaku

Hai, Bunda, menjadi seorang ibu, tentu saja kita memiliki peranan penting yang banyak sekali di dalam keluarga kita, ya, kan. Dan peranan ini jika dihitung dan disetarakan dengan gaji orang yang bekerja harian selama 24 jam, seorang ibu bisa menjadi seorang milyoner dalam beberapa tahun ke depan. Yah ... tentu saja, karena peranan yang banyak sekali itu.
Peranan ibu dalam keluarga itu, ya, sebagai Manajer Utama keluarga, Manajer keuangan juga, sebagai desain interior, sebagai chef juga, sebagai guru, sebagai motivator, sebagai dokter dan juga sebagai perawat. Tuh, banyak banget kan keahlian seorang ibu. Dan tentu saja semua keahlian ini tidak berdasarkan pengalaman belaka, tetapi juga diperlukan ilmu dan ketrampilan yang setiap hari senantiasa harus di upgrade. 
Dan sebagai ibu dengan peranannya yang banyak itu pengen dong jadi milyoner saya belum pernah mendengar ada seorang ibu yang ingin digaji dengan gaji berjuta-juta untuk peranannya di dalam rumahnya. Enggak kepengen jadi jutawan …

Suka Duka Menjadi Mama Anak Lintas Budaya

Saya itu keluarga nomaden. Pindah-pindah terus ke mana-mana (eh baru tiga kali deng). Pernah terbersit sih ingin menetap di sebuah negara, di sebuah perkampungan yang indah dan permai, memiliki pertanian yang luas dan memiliki peternakan dengan hewan sapi dan kambing yang gemuk dan sehat. Seperti di film Shaun The Sheep tea. Ah saya mah beneran hidup teh terlalu banyak bermimpi hehhe

Pindah dari satu negara ke negara lain menjadikan saya ibu dari anak-anak yang mempunyai karakter tiga peradaban budaya. Mungkin malah lebih, karena saya berbahasa Sunda, suami berbahasa Indonesia dan anak-anak menggunakan Bahasa Melayu dan  kadang kalau masih ingat Bahasa Jepang. Dari sejak pulang dari Jepang (suami saya studi di Jepang selama 5 tahun, ambil doktor) tahun 2007, dan merantau ke Malaysia tahun 2010, lalu saya dan keluarga kembali lagi ke Indonesia, anak-anak lumayan juga masa adaptasinya. Alhamdulillah tidak ada bullying, meski mereka kadang risih dengan panggilan, Kak Shafa dari Malaysia la…

Sejarah Masa Lalu, Bukan Untuk Dilupakan

Tahukah Bunda, pada tanggal 2 Oktober tahun 2001, pada tanggal itu pernah menjadi Hari Tersedih bagi saya .

Eh, bukankah tanggal 2 Oktober itu Hari Batik?

Ehiya sih ... waktu itu mah saya belum begitu engeh, Hari Batik atau bukan. Yang pasti mah saya teh sedih pisan.

Apa pasal?

Sebab pada hari itu bertepatan dengan hari dimana suami saya pergi meninggalkan saya.

Selama-lamanya? 
Engga sih, untuk sementara aja. Studi S3 di Jepang.

Wah seneng dong. Entar pasti boyongan ke sana!
Iya, sih. Tapiiii... Pada saat itu, saya sedang menunggu hari kelahiran putri saya yang pertama. 
Yah .. Gimana engga sedih coba. Putri pertama. Melahirkan pengalaman pertama. Bayangan ditemani suami. Dihibur. Dibelai. Disayang. Dielus-elus kayak di sinetron atau di film-film (lebay) hancur sudah! 
Alhamdulillah Allah masih memberi saya kewarasan waktu itu. Simple aja sih. Saya tidak berjuang sendiri. Ada putri saya yang memberi saya kekuatan superwoman. Dan Allah Maha Rahman dan Rahim tak akan meninggalkan saya…