June 14, 2017

# Fashion # Jilbab instan

Tips Praktis Membuat Jilbab Cantik

Alhamdulillah, Ramadhan sudah memasuki hari ke-19, insyaAllah sudah mulai terbiasa, ya. Anak-anak, terutama yang usia 9 tahun ke bawah sudah tidak rewel lagi. Sudah tidak nanyain jam melulu. Katanya, pertanyaan yang paling sering ditanyakan anak-anak di awal puasa adalah "sudah jam berapakah sekarang?" "Berapa jam lagi buka puasa?" tinggal emaknya yang jungkir balik ngebujuk hehhe Tapi seperti peribahasa ... badai pasti berlalu (ceila) segala ujian jam akan kelar sendiri. Terbuktikan, sekarang anak-anak sudah tidak rewel lagi sebab sudah mulai terbiasa.

Nah, saat inilah yang paling krusial menurut saya. Engga nanya jam, eh gantian mereka mulai nanyain baju lebaran,

"Mi, kapan beli baju lebaran?" Nah lho hihihi

Belum lagi kalau ada yang minta macem-macem.

"Mi, sekarang seragam lagi ya. macam kita kecik-kecik dulu." Ini kata si KK, Iya, sulung saya yang sekarang usianya 15 tahun, minta seragaman sama adik dan sepupunya. Gara-garanya dia lihat foto dia waktu masih kecil-kecil.

"Nanti kan kita foto lagi macam hari itu, Mi. Best!" katanya lagi heuheu

Aih emak jadi enggak fokus deh jadinya. Harusnya tambah fokus ibadah, ini harus mikirin beli baju lebaran buat anak-anak heuheu

Dan ada lagi selain itu

"Mi, kapan buat kue lebarannya?"
"Abang mau bikin kue cokelat!"
"Piye mau buat kue keju!"
"Sarah pun ... sarah punn !"
Hahhaa rameee ... tinggal emaknya ngitungin bajet. Kalau perlu pecahkan celengan itu! Asyeekk ...

Baca: Cara Membuat Kue Keju Kastengel

Oke, akhirnya kita nyicil deh bikin kerudungnya dulu. Bajunya belakang. Kebetulan anak anak saya ini besar di Malaysia, jadi lebih suka kerudung ala Melayu gitu deh. Praktis dan ekonomis hehehe Betul lho praktis dan ekonomis ini bukan jargon biasa, sebab ternyata tak hanya anak saya yang suka memakai kerudung praktis ini. Tetapi teman temannya pun ikut ikutan pesan minta dibuatkan untuk kerudung sekolah. Alhamdulillah.

Nah, hari ini saya akan share tips membuatnya. Sebab kalau tutorial sepertinya ribeut ya kalau tidak face to face. Emak rempong belum bisa vlog (halah alasan!)

Polanya saya pakai pola kerudung sekolah mereka yang sudah jadi.
Pola 
Bahan yang saya pakai adalah kain wolfis. Wolfis atau woolpeach ini bahan yang sedang naik daun akhir akhir ini. Selain bahannya adem dan ringan, kain ini tidak tembus pandang. Cocok dipergunakan ditempat tropis seperti di Indonesia. Kain wolfis adalah kain yang ditenun dari campuran serat kain katun, serat kain sutra dan tambahan serat sintetis lainnya. Makanya adem, enteng dan cantik warna warnanya.
Credit gamisjilbabsyari.com
Ukuran lebar kain wolfis ada yang 115 cm ada yang 150 cm. Untuk yang lebar 150 cm harga kain wolfis ini pun ramah dompet. Semeter Rp30.000. Untuk membuat satu kerudung diperlukan 1,5 meter. 

Potong bahan mengikuti pola. Kemudian beri tanda dibagian mana jahitan tengah. Kemudian neci. Sebelum menjahit tengah ukur panjang wajah. Biasanya untuk saya dan anak anak ukurannya 24.5 cm - 27 cm. Setelah itu jahit bagian tengah kerudung. Kerudung cantik pun siap dipakai.

Mudah bukan?

8 comments:

  1. Wah keren nih si Ummi, bisa bikin kerudung sendiri 👍👍😍
    Ramadhan tahun depan bisa dijadikan usaha yang lebih serius kayaknya..

    ReplyDelete
  2. Iya. Makasih doanya ya bumil lina. Lagi cari celah memang sih usaha rumahan yang berkah dan menguntungkan hehhe

    ReplyDelete
  3. Wahhh teteh kreatif pisan deh bikin jilbab sendiri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Yah jahit lurus aja kan hehhee

      Delete
  4. Replies
    1. Alhamdulillah mbak. Memberdayakan keterampilan yang ada 😁

      Delete
  5. asik banget kl bisa bkn jilbab sendiri, jauh lebih hemat ya mbak

    ReplyDelete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien