September 07, 2018

# Era Digital # Mendidik Anak

Talkshow Asyik di SIS Bona Vista: Mendidik Anak di Era Digital


Membincang pendidikan anak di era digital selalu saja menarik meskipun, mungkin, yah, kita sudah pernah membahasnya lebih dari dua atau tiga kali. Tema semacam ini di zaman now, sungguh menarik bagi ibu-ibu seperti saya yang memiliki anak dengan segala usia. Anak saya ada 6 orang, ada yang berusia hampir 2 tahun, 7 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan si kakak 17 tahun.

Rentang usia segini memang rentan banget terpapar gadget. Yah, bagaimana tidak, anak-anak ini hidup di zaman milenial, di mana teknologi menjadi salah satu hal yang sekarang menjadi santapan mereka sehari-hari. Kalau dulu gadget atau hape merupakan barang mewah, sekarang gadget yang harga 300 ribu juga ada. fiturnya pun tidak kalah canggih dengan gadget harga puluhan juta.

Kembali lagi kepada perbincangan tentang bagaimana sih mendidik anak di era digital, alhamdulillah saya berkesempatan hadir bersama teman-teman mom blogger yang tergabung dalam Blogger Perempuan memenuhi undangan Blogger Gathering yang diadakan oleh SIS Bona Vista, pada tanggal 31 Agustus 2018 yang lalu.



Sengaja saya datang dari Bogor, berpagi ria berdua bersama anak bungsu saya, Saki. Naik kereta paling pagi dari Bogor agar tidak tertinggal setiap sesinya.

Ketika saya belajar, Saki main di ruang bermain. Jadi umminya bisa belajar dengan leluasa. Saki bermain ditemani kak Rani dan Kak Mia.

Acaranya seru banget.

Dalam acara Blogger Gathering ini ada dua acara yang sungguh menarik. Acara pertama adalah takshow tentang mendidik anak di era digital dan setelah itu kita diajak berjalan-jalan edutour mengelilingi sekolah SIS Bona Vista. Asyik banget, kan!

Acara di awali dengan sambutan dari Mr. Jhon Birch, Head Teacher SIS Bona Vista. Beliau menyambut kita semua dengan ramah dan memperkenalkan Sekolah Intercultural Singapore kepada kami semua.

mr John Birch sedang memberikan kata sambutan
Setelah itu dilakukan penyerahan buku kenang-kenangan oleh narasumber, mbak Lizzy atau Elizabeth Santosa. Buku berjudul Raising Children in Digital Era yang ditulis oleh mbak Lizzy.

penyerahan secara simbolis buku karya mbak Lizzy
Setelah acara penyerahan buku karya mbak Lizzy kepada Mr. Jhon, acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi tentang cara mendidik anak di era digital.


 Berperan sebagai moderator sekaligus pembawa acara, mbak Desi dari Blogger Perempuan Network, membuat suasana menjadi segar. Ditambah lagi mbak Lizzy , Elizabeth Santosa, seorang narasumber yang cantik, enerjik dan atraktif dalam menyampaikan materinya. Sehingga saya seperti diajak masuk ke dalam bahasannya yang memang dari awal sudah sangat menarik.

mbak Lizzy, psikolog dan penulis buku Raising Children in  Digital  Era
Mbak Lizzy membuka talkshow dengan sebuah pertanyaan, mengapa tiktok ditutup kemudian dibuka kembali? Menurut beliau, tiktok ditutup sebab ada beberap fitur yang tidak terpenuhi, ketika semua sudah oke dan dianggap tidak ada masalah, tiktok pun akhirnya kembali lagi.

Ibu-ibu resah dong.

Jangan resah. Menurut mbak Lizzy, gadget amat tidak disarankan untuk anak di bawah usia 13 tahun. Mengapa demikian? karena anak anak belum tau benar dan salah. Menurutnya gadget dan flash card sama saja. yang membedakan hanyalah medianya. Di dalam gadget kalau mau bermain flash card juga ada. Semua permainan edukatif banyak. Asal orangtua mau saja memberikan yang terbaik untuk anaknya. Bukan agar anak anteng dan tidak menggangu orang tua saja. Ini salah.

ciri-ciri anak era digital
Anak yang hidup di jaman now, tidak bisa tidak mereka terpapar teknologi. Anak anak zaman now, dari usia 0 tahun saja sudah dekat dengan gadget. Belum lahir udah di foto perut ibunya. Lahir, foto pertama lagi kemudian diupload di instagram atau socmed. Usia 4 bulan mengenal benda, dikasih gadget. Makin besar anak-anak akan kecanduan gadget jika tidak didampingi oleh orang tua. Oleh karena itu, orangtua perlu bijak dalam mendampingi anak di zaman milenial ini.

Gadget banyak kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya anak-anak bisa belajar banyak dari gadget, bisa melihat luar negeri tanpa harus terbang ke luar negeri, dapat melihat bulan dari dekat, melihat matahari dll. Gadget dapat diambil manfaatnya asalkan tidak berlebihan. Gadget yang berdampak buruk adalah jika gadget membuat anak lupa makan, lupa waktu, lupa mandi, lupa shalat dan lupa belajar.



Mbak Lizzy memberikan tips menggunakan internet dan socmed dengan bijak. Bahwa penggunaan sosmed tidka diperuntukkan untuk anak usi di bawah 13 tahun, jika pun memang harus menggunakan gadget, maka perlu pendampingan orang tua.


Mbak Lizzy mengingatkan kita semua agar THINK sebelum memposting apapun di halaman sosmed kita. True, Hurtful, illegal, necessary, kind.

Apakah itu benar? atau hoax? sekarang zaman orang mudah membuat berita palsu, jadi kita jangan terjebak dalam perang hoax di sosmed. Seperti sekarang banyak perang antar ibu-ibu ya, anti vak dan provak .. duh pusying pala barby hehe


Tantangan yang lain dalam sosmed dan internet adalah rentannya anak terkena bully atau cyberbully, pornografi, kecanduan dan sexting. Hal ini akan membuat anak kehilangan kepercayaan diri dan kemungkinan besar akan membuat pskisnya terganggu, begitu juga dengan fungsi otak dan kemampuan dia dalam berkonsentrasi.


Bagaimana jika anak anak kita kecanduan gadget?

Kata Mbak Lizzy, pertama jangan reaktif. Slow. Atur waktu yang tepat untuk mencoba menerapi anak yang sudah kecanduan gadget. Berusaha menerima apa adanya. Mnecari solusi bersama dengan aturan main yang jelas. Membuat konsekuensi dan reward untuk yang bisa bebas dari kecanduan. Berusaha untuk mengontrol diri dan bersabar dalam proses penyembuhannya.

Inilah yang saya khawatirkan kepada anak-anak saya. Kuatir mereka kecanduan.


Bangun interaksi yang kuat dengan anak-anak dan remaja agar mereka menjadi pribadi yang kuat dan merasa mendapat dukungan dari ayah dan bundanya.


Mengapa ikatan emosional penting?

Karena ikatan emosional yang sehat antara anak dan dan orangtuanya akan membantu anak dan remaja dalam menerima supervisi dari orangtua, menngadopsi nilai yang dianut oleh orangtuanya dan mereka mudah dalam menaati peraturan yang dibuat di dalam keluarga.


Satu hal penting lainnya lagi adalah orangtua harus tampil sebagai teladan. Hal ini akan melahirkan rasa saling memahami, rasa percaya dan rasa keperdulian antar sesama.

Tentang Sekolah SIS Bona Vista

Setelah talkshownya setelah. Selanjutnya Mbak Monica mengenalkan sedikit tentang SIS Bona Vista sebelum kita edutour mengelilingi sekolah keren itu.



SIS Bona Vista adalah sebuah sekolah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. SIS singkatan dari Singapore Intercultural School yang telah 17 tahun berdiri di Indonesia. SIS Bona Vista memiliki visi dan misi yang berkomitmen dalam mengantarkan siswa siswi mereka dalam meraih cita-cita mereka. SIS menawarkan pendidikan yang luas dan seimbang antara prestasi akademik dan prestasi di bidang lainnya. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami dirinya dan memahami orang lain. SIS berkomitmen mengembangkan rasa percaya diri siswa dan juga displin siswa di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.



Namanya sekolah intercultural, sekolah ini memiliki murid yang berasal dari berbagai   negara, seperti Jepang, India, China, Singapura, Inggris dll. Juga ada anak Indonesia yang bersekolah di SIS. Kebanyakan anak yang sekolah di sini adalah anak anak ekspatriat.

Bahasa utama dalam sekolah ini adalah bahasa Inggris, kemudian bahasa Mandarin dan terakhir bahasa ibu.



Bagi anak Indonesia anak anak mendapat NISN yaitu nomor induk siswa Nasional untuk mengikuti ujian nasional. Kurikulumnya pun disesuaikan dengan kurikulum yang dicanangkan pemerintah RI.

SIS Bona Vista sampai saat ini telah memiliki 700 siswa dalam kurun waktu 17 tahun.

Sekolah yang memiliki bangunan yang luas dan bagus serta ruang terbuka yang luas membuat sekolah ini menjadi tempat bersekolah yang nyaman.

berdirinya Bona Vista (doc.pri)
Pengamanan yang dilakukan oleh pihak sekolah pun sangat ketat. Setiap orang tua memiliki kartu untuk masuk antar jemput anak sekolah. Setiap tamu harus menyimpan KTP di ruang security dan harus mengenakan nametag sebagai visitor. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kepada anak didik mereka.

sistem keamanan sis bona vista
Mengenal SIS Bona Vista, seperti melemparkan saya ke zaman anak-anak saya kecil dulu. Saat saya tinggal di Jepang. Saat itu suami saya menjadi salah satu student asing di Utsunomiya Daigaku atau Universitas Utsunomiya. Utsunomiya ini sebuah kota kecil di daerah Honshu, tepatnya di daerah Tochigi Ken. Jaraknya dari Tokyo kurang lebih 3 jam naik kereta api. Kayak Bogor Bandunglah ya.
Mungkin yang pernah ke Jepang dan jalan-jalan ke Niko, pasti tahulah ya daerah ini.
Sebuah kota kecil yang sejuk nyaman dan lebih murah segala kebutuhan perumahan dan makanan di kota ini. Kalau standar pendidikannya sih sama semua ya. Mau yang kaya atau bimbo sekalipun. Bimbo apaan sih? itu lho, kelas zero tax, alias ga punya tanggungan pajak, seperti suamiku itu, bimbo, kelas miskin hehe,

saya ketika mengenalkan indonesia di houkuen. anak anak duduk dengan tertib mendengarkan (doc.pri)
Saya sangat bersyukur punya pengalaman menitipkan anak-anak di penitipan anak-anak di Jepang. Berawal dari terputusnya beasiswa suami saya, karena sudah melewati batas waktu 3 tahun. Suami saya mendapat beasiswa Mombusho, yaitu beasiswa dari Pemerintah Jepang. Tapi karena belum selesai juga sekolahnya, terpaksa, kami harus bekerja untuk membayar sekolah dan kehidupan di sana.

Setelah acara, anak anak dengan tertib membawa kembali kursinya ke dalam kelas (doc.pri)
Suami saya akhirnya bekerja sebagai asisten di kampus, sementara saya juga ingin membantunya. Yaitu dengan cara bekerja paruh waktu. Bagaimana dengan anak-anak? Pemerintah Jepang sangat konsen sekali dengan masalah ini. Anak anak yang orang tuanya bekerja, dapat menitipkan anak-anaknya di penitipan yang dikelola oleh pemerintah. Tak hanya pribumi, tetapi warga asing pun boleh mengajukan diri untuk menitipkan anak-anak di hoikuen. Anak anak saya waktu itu pra sekolah, belum bisa masuk yocien, atau TK, jadi masuknya ke penitipan anak (Hoikuen).

Di dalam hoikuen ini anak anak tak hanya dititipkan begitu saja, tetapi mereka bermain sambil belajar juga. Waktu itu anak saya  baru dua orang. Si Kakak berusia 4 tahun dan adiknya berusia 1,5 tahun. Saya bekerja sebagai part timer di sebuah perusahaan Jepang, bernama I-line. Alhamdulillah, selama saya bekerja, anak anak berada di penitipan anak.

Ciri khas yang menonjol dari sekolah-sekolah di Jepang adalah halaman sekolah yang luas sekali. Dengan berbagai alat permainan di depan sekolah. Tidak ada tukang jualan di depan sekolah, karena biasanya sekolah menyediakan di sekolah, atau siswa membawa makanan dari rumah.

lapangan di samping SIS Bona Vista (doc pri)
Bedanya dengan SIS Bona Vista, Sekolah intercultural ini adalah sekolah ekspatriat. Jika ingin merasakan sekolah dengan konsep luar negeri, seperti Jepang, saya menyarankan untuk sekolah di SIS Bona Vista. Saya sempat bertemu dengan dua anak kewarganegaraan Jepang. Mereka fasih sekali berbahasa Inggris. Dan tidak malu-malu menjawab pertanyaan saya. Bahkan mereka mengenalkan teman-temannya yang lain.

Sama persis dengan anak anak di Jepang yang suka sekali membantu orang lain dengan menunjukan jalan atau memberikan informasi dengan baik.


SIS Bona Vista merupakan sekolah yang menitik beratkan pada family enviroment, keanekaragaman guru dan murid, baik dari segi bahasa maupun kewarganegaraan, isi kelas yang sedikit, rasio guru 1:15 orang, selain kelas akademik juga mendukung seni dan olahraga, sekolah ini aman dan nyaman.

Primary division
Kelas SD di SIS Bona Vista dibagi menjadi dua bagian. SD kelas 1 -2 dan SD kelas 3-6. Tiap divisi berbeda cara pengajarannya. Kelas 1 -2 guru kelas khusus dan tidak ada ulangan. Sementara kelas 3-6 guru per mata pelajaran, target Grade 6 chambridge, EsOL Program dan CCA, learning journey, student council dan multilevel bahasa China dan bahasa pemrograman.


Jadwal sekolahnya hampir sama dengan jadwal sekolah swasta pada umumnya, hanya berbeda di jam menunggu di perpustakaan saja. Iya great!

Jadwal bisa dilihat di gambar ya.


Di SiS Bona Vista juga ada ekskul yang bisa dipilih anak anak. Ada basket, sepakbola, volley, hand ball dan berenang.


Gambar di atas adalah beberapa gambar kegiatan yang dilakukan oleh sis Bona Vista dalam mengembangkan pelajar.


Gambar di atas adalah sebaran alumni SIS Bona Vista. Ada yang dari Canada, Jepang, China, Korea, Indonesia, Amerika, Hongkong, Singapura, Swiss, Nederland, dan UK

Gambar di atas adalah loker anak anak SD, mereka bisa menyimpan apa saja barang pribadi mereka di loker. Jadi mereka tidak perlu membawa buku buku di tas yang beratnya minta ampun.


Perpustakaannya keren banget ya. Ada banyak bantal yang nyaman banget buat baca. Gimana enggak, setiap pagi harus duduk menunggu jam kelas dimulai, kalau tidak nyaman begini, anak anak mana betah tinggal di perpustakaan hehe


Ini adalah kantin atau ruang makan anak anak. Lihat, gak ada sampah ya dilantai ya. Super banget!


Ini koridor di area anak TK. Susah terasa ya suasananya yang meriah. Dan yang bikin salut, dindingnya bersih banget. Gak ada coretan!


Ini ruang kelas anak TK. Lantainya dari kayu. Sehingga anak anak nyaman bermain. Kelasnya bersih ya.


Saya duduk bersandar di tempat bermain sekaligus panggung gembira di area TK. Mereka juga bisa membaca buku di sini dan mencoret coret papan tulis yang disediakan di dinding, lengkap dengan kapurnya. Pantesan dinding sekolah selamat dari coretan heuheu jadi tau kan rahasianya!


Ini yang dilakukan oleh SiS Bona Vista, mendidikan dengan cara exceptional support, gebuine English immersion dan individual focus through regular feedback. Wooa .. patut ditiru ini!


Nah untuk Moms yang tertarik ingin mengetahui lebih jauh lagi, saya sarankan untuk  mengikuti Open House SIS Bona Vista pada tanggal 15 September 2018 pukul 8.30 - 11.30. Hari Sabtu itu Moms. Boleh ajak serta papanya dan anak anak, lho. Jangan lupa kontak dulu ya ke nomor 021-759144414

Untuk mengetahui secara online bisa klik di https://sisschools.org 

45 comments:

  1. Mantap banget tipsnya. Menjadi ortu zaman now emang perlu banyak ilmu ya Mbk, memisahkan anak dengan gadget sangat sulit tapi bukan berarti kita lengah ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak, anak anak zaman now memang beda dengan anak zaman kita, kita tidak bisa memisahkan mereka dari teknologi tapi kita yang harus bisa mengarahkan mereka untuk dapat mengambil manfaat sebanyak banyaknya dari teknologi tersebut.

      Delete
  2. Melihat konten negatif yg bertebaran di internet bikin orangtu was-was memberikan izin anak main gadget ya mba, kalau anak tuman dengan gadget bahaya juga.. Benar-benar harus mengikuti perkembangan jaman ya

    ReplyDelete
  3. PR besar untuk orangtua ya mba.. bagaimana era digital yang memudahkan kita dalam beraktifitas khususnya dengan gadget, juga bagaimana sebagai orangtua harus bijak dalam penggunaan gadget dirumah

    ReplyDelete
  4. Tipsnya bagus ya kak emang di butuhkan buat ortu masa kini dalam mendidik anak.

    ReplyDelete
  5. Bener banget kalau ngomongin tentang sekolah buat anak selalu seru di momen apa aja. Soalnya kita orangtua selalu butuh referensi terbaik untuk penunjang masa depan anak.

    ReplyDelete
  6. Keren ya sekolah international. Setiap hari learn english conversation

    ReplyDelete
  7. Bagus banget materinya nih.. Anak sepupu saya ada yg sekolah di SIS Palembang. Kecil2 sdh jago lho berbahasa Inggris ..

    ReplyDelete
  8. isu digital parenting akhir akhir ini memang marak ya, karena anak-anak kita lahir di zaman modern yang gak bisa dipisahin dari teknologi

    ReplyDelete
  9. Hadezig aku tertohok. Sedari dalam kandungan udah digadgetin. Hikx emang bener. Uda susah skrg apalagi ortuny jg kerja pake gadget si

    ReplyDelete
  10. makasih sharingnya, Mbak. Tak mudah mendidik anak di era digital ini. penuh perjuangan dan kesabaran tentunya, ya

    ReplyDelete
  11. "True, Hurtful, illegal, necessary, kind."
    Noted banget Mbaaak, sebagai orang yang sering menulis apa lagi ya, bukan hanya sebagai orang tua, kita memang harus terus belajar menghadapi dunia digital, memilih dan menyaring apa yang kita bagi ataupun yang kita dan anak-anak konsumsi. Semangaaattt!

    ReplyDelete
  12. Yeayyyy dapet ilmu parenting lagiiii, makasih banyak udh dishare ya mbk.
    Btw itu sekolah sis bona vista kece amat ya mbk, pasti anak2 bakal suka sekolah di sana.

    ReplyDelete
  13. Kumplit materinya ya.. insya Allah berguna bagi kita dalam mendampingi anak2 dalam tumbuh kembang mereka..

    ReplyDelete
  14. Anak-anak sekarang memang gadget melulu yang dipegang, asal nggak berlebihan dan digunakan untuk hal2 yg positif, it's oke lah. Jangan sampai kecanduan, ini yang bahaya. Thanks for sharing.
    Btw itu Sis Bona Vista sekolahnya baguuss, terlihar bersih ya. Pasti nyaman belajar di sana.

    ReplyDelete
  15. warbyasah sekolahnya keren banget yaaaa
    terimakasih banyak mbak ini postingannya bikin saya dapat ilmu baru lagi soal parentin gnanti kalau anak2 sudah besar

    ReplyDelete
  16. Aku pernah nih hadir di acara yang pembicaranya MBak Lizzy juga, beliau memang enak ya menyampaikan informasinya. Sekolahannya keren bener ya ini

    ReplyDelete
  17. Sulitnya jadi ibu zaman now ya. Kita bersaing dgn gadget. Sekolahnya cakep banget bikin betah

    ReplyDelete
  18. Cocok banget ini. Kebetulan lagi butuh untuk anak saya yang sedang menjalani tumbuh kembang

    ReplyDelete
  19. Sekolahe keran banget Mbak, duh kebayang anakku sekolah di sana ya, mungkin dia bakal lupa gadget. Tapi aku masih selalu nemenin anak anak saat mereka pegang gadget, suka nanya lagi buka apa, suka teriak lagu apa itu, pokoke aku jadi ibu yang cerewet saat anak pegang gadget

    ReplyDelete
  20. Enak amat ya sekolahnya... ada harga ada rupa lah memang ya. Kalau WNi yang sekolah di sini, bisa dtaksir kira2 gaji bulanan bapaknya berapa :D

    ReplyDelete
  21. Seru banget membaca kisah Mbk Sri bisa kerja di Jepang tapi anak-ana tetap bisa dititipkan dipengasuhan anak-anak dengan nyaman, Coba ya di Indonesia bisa kerja paruh waktu hehe

    ReplyDelete
  22. Artikelnya lengkap banget mbak.
    Saya suka infographic tentang THINK dan tips untuk orang tua yang anaknya adiksi gadget.

    Semoga saya tetap bisa konsisten mengenai rules gadget di rumah 😅 karena saya kerja dari rumah dan selalu pegang laptop/hp, takutnya mereka pikir mamanya cuma mainan doang 😂

    ReplyDelete
  23. Wah keren bgt ya sekolahnya. Itu ada tempat duduk di dlm rak perpus ya? Hihihi..

    ReplyDelete
  24. Ayooo siapa yg mau sekolah di sini. Di era digital ini, tantangan paling besar buatku adalah pornografi dan adiksi anak-anak terhadap gadgetnya. Banyak manfaat lain dari ICT tapi dampak negativenya juga harus dimanage dengan baik

    ReplyDelete
  25. Suka banget deh kalo Miss Lizzy ngomong soal parenting

    ReplyDelete
  26. jadi ortu jaman sekarang makin banyak aja ilmu yg harus diserap, kita wajib selalu aware sama perubahan & kemajuan teknologi yaa :)

    ReplyDelete
  27. SIS Bona Vista.
    Kalau lihat namanya, jadi teringat dengan hal lain.

    Ternyata SIS sendiri berarti Singapore Intercultural School.
    Hiihii...

    Sudah pasti keren yaa sekolahnya...

    ReplyDelete
  28. Metode pengajaran yang perlu dicontoh sekolah lain nih mba. Kelas 1 dan 2 nggak perlu ada ulangan, setuju banget. Karena usia segitu masih masa bermain yaa

    ReplyDelete
  29. Bener banget, gadget bagi anak jika diperlakukan secara bijak banyak banget manfaatnya. Tapi tetep sih ortu harus ikut mendampingi agar hal itu bisa terwujud

    ReplyDelete
  30. Ide yg bagus tuh. Sedia papan tulis di rumah agar dinding rumah bersih. Hehehee

    ReplyDelete
  31. Hmm ini si yg jd concern ya, karena sy sendiri kerja banyak pakai gadget termasuk untuk edit foto dan otomatis anak liat. Tp sy mayan keras si klo si kakak memaksa pinjam gadget bukan pada waktunya. Dan sy jg sdg belajar disiplin menerapkan no gadget hours d rumah.

    ReplyDelete
  32. Saya masih belum bisa menghentikan penggunaan hape pada anak, tspi paling tidak saya berusaha membatasi penggunaannya pada anak dan mendampibgi mereka.

    ReplyDelete
  33. Mendidik anak di era digital itu sedep-sedep ngerih, disatu sisi semua jadi lebih mudah, tapi di sisi lain harus waspada karena semua masuk tanpa batasan

    ReplyDelete
  34. Mau ga mau kita harus siap dengan dunia digital saat membesarkan anak ya mbak. Penting banget pendampingan ortu bahkan saat anak2 udah di atas 13 th

    ReplyDelete
  35. Sekolahnya secara fisik dan sistemnya udah matang banget ya. Konsepnya juga suka, bisa mengajarkan keberagaman juga

    ReplyDelete
  36. Ya ampuunn itu sekolahnyaaa, jadi mupeng pengin sekolah lagi. Materinya komplit dan ijin bookmark ya mba. Mendidik anak generasi digital kudu disiapkan treatment yg pas utk mereka ya.

    ReplyDelete
  37. Mantap nih lengkap banget materinya. Bs jadi bekal aku didik anak *nanti

    ReplyDelete
  38. salah satu tantangan parent jaman now. memilih sekolah yang sesuai dengan visi misi keluarga. sekolah internasional gini sih bener-bener udah gak diragukan lagi.

    ReplyDelete
  39. Iya mbak Sri, kita emang gak bisa melarang anak utk tidak pegang gadget, namun ussaha kita adalah tetep kontrol ya mbak. Eh ternyata SIS dah lama di Indonesia ya, org Indoneskia pun bisa sekolah di sana. Makasih infonya mbk Sri, sekolahnya bagus banget :D

    ReplyDelete
  40. Kemajuan teknologi dan penguasaan gadget memang memiliki dampak pada cyber bullying. PR banget utk para orang tua nih.

    ReplyDelete
  41. Jadi belajar banyak di post in, apalagi buat aku yg mungkin akan jd orangtua 5-10 tahun ke depan, yg mana era digital pasti semakin berkembang

    ReplyDelete
  42. Sekolahnya bagus salah fokus ama tk nya homie banget. Btw aku jadi pwngen ngincar bukunya mba lizzy. Nyari2 di shopee

    ReplyDelete
  43. Materinya lengkap.. tips menanggulangi anak kecanduan gadget juga cocok banget... saya kok jadi penasaran sama sekolahnya ini ya mbaa..

    ReplyDelete
  44. Waah lengkap banget ya, Mba Sri ulasannya. Suka dengan penjabaran dari mba elizabeth nih. Gaya bahasanya lugas dan mengena ke kita. Xixixi

    ReplyDelete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Follow Us @tutiarien