Skip to main content

Persiapan o-wakare Party

Hari jum'at yang akan datang, kami -para orangtua anak2 yang dititipkan di Mine Hoikuen- diundang pada acara o-wakare party atau acara perpisahan sekolah. Karena sekolah itu sudah berdiri lebih dari 30 tahun, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menutup sekolah itu (mungkin untuk diperbaiki dulu kali yah...gak jelas sih...penjelasannya pake bahasa jepang...). Pokoknya mau ditutup. titik.

InsyaAllah bulan November kedua anakku, Salma dan Shafa, masih diberi kesempatan untuk bisa di titipkan di sekolah yang baru. Sekolah ini tempatnya berada di lingkungan Utsunomiya Daigaku. Kedua anakku sangat senang sekali, dan menunggu-nunggu saat pindah ke sekolah penitipan yang baru. Dan suamiku juga bisa mengantar mereka sekalian ke kampus (gak bolak-balik lagi...)

Sekolah yang baru namanya Manabi no Mori Hoikuen atau diterjemahkan bebas Penitipan anak Hutan Belajar...hihihi....ada yang bisa terjemahin lebih bagus kah? tatsuketeeeee.....

Nah, beberapa waktu yang lalu, kita juga diminta untuk membuat pesan untuk sekolah Mine Hoikuen. Ini hasil terjemahan dari bahasa Indonesia kedalam bahasa jepang, yang diterjemahin seorang sahabat saya, -my belovings sensei- Mbak Novi di Sapporo (thanks Sis...
)

Kalau ada yang mau perpisahan juga, silahkan aja dipakai massage ini, diganti sedikit kata-katanya...

にほんにきてからわたしはこどもたちがほういくえんにあづかってもらうことをそうぞうもしなかったです。わたしははたらいているから、こどもたちのめんどうはどうしたらいいのか、さいしょとてもなやんでいました。しかし、いまのほういくえんにおせわになったおかげでいまはあんしんしてはたらくことができます。

はじめにみねほういくえんへいったことをおもいだしました。そのとき、えんちょうせんせいがわたしとこどもをあたたかくむかえてくれました。
えんちょうせんせいのえがおをみたら、わたしはとてもあんしんしました。
それで、きっとこのほういくえんにこどもをのこしてもだいじょうぶだとけついしました。

ねんねん、こどもたちがおおきくなって、いきいきとのびています。
まいにち、あたらしいことをまなび、こどももじょうたつしています。
あそんだり、べんきょうしたりすることがいつもたのしみにしているようです。

とくに、このほういくえんにはやさしいせんせいかたがたとともだちがたくさんいます。
わたしはせんせいたちにかんしゃをのべたいです。
えんちょうせんせいをはじめ、せんせいのやさしさがわすれないです。
そして、こちらにいるせんせいたちにもこころからかんしゃしています。
せんせいたちのおかげで、わたしはがいこくじんとしてあんしんしてこどもをあづかることができました。

これからこどもたちはみねほういくえんをそつぎょうします。
しかし、みねほういくえんでのおもいではけっしてわすれません。
ありがとうございました。また、どうかよろしくおねがいします


Utsunomiya, 10 Oktober 2006






Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…