Skip to main content

SELAMAT HARI IBU


Waktu mo pulang dari Jepang, komori san dan teman-temannya menghadiahi saya dengan sertifikat sukses sebagai Ibu (entahlah namanya apa) tetapi itu adalah penghargaan bagi saya yang diberikan oleh ibu-ibu jepang yang tergabung dalam "Tochigi Indonesia yuukou kyoukai" karena saya dianggap berhasil mengasuh anak-anak di jepang walaupun tidak ada keluarga yang membantu (waktu itu anak saya baru 3).
Saya sangat terharu sekali, padahal untuk dibilang sebagai ibu yang baik, saya jauh sekali...malah sepertinya masih harus banyak belajar dalam hal kesabaran. Tapi mereka melihat sisi saya yang lain. mereka sangat banyak membantu selama di jepang, mereka banyak mensupport saya. Mereka bangga kepada saya..padahal saya belum seberapa dibandingkan teman2 saya yang lain, yang lebih banyak aktifitasnya dan banyak anaknya ketika di jepang sana. Apalagi dibandingkan dengan ibu saya yang telah melahirkan saya ...jauh banget....
Komori san, ishiguro san, Sugiyama san, Oyama san, Tanaka sensei, Shibuya sensei, Mereka adalah keluarga saya selama merantau di negeri orang..semoga Allah memberi hidayah kepada mereka..amiin..
Selamat hari Ibu.....semoga sertifikat dari Allah lah yang akan kita raih dengan kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat...
Buat Ibu sedunia...aku persembahkan lagu dari Gita Gutawa..(tapi aku ga bisa nyanyinya..)..semoga kita layak mendapat predikat "surga ditelapak kaki ibu" karena kesungguhan kita menjaga amanah-Nya
***********
Surga di Telapak Kakimu
Penyanyi : Gita Gutawa

Kunyanyikan semua lagu untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasihku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku

Izinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian dihangat pelukmu

Didalam hati kuyakin serta percaya
ada kekuatan doa yang engkau titipkan
Lewat Tuhan membuat
Semangat bila diri ini rapuh dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Bogor, 22 des 2009
Umminya 4SN

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…