Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2016

MamyPoko: Berbagi Sentuhan Cinta Lembut Bagi Bayi Indonesia

Siang menjelang petang itu menjadi tidak biasa di Atrium Laguna Mall Central Park. Nuansa biru berpadu putih, dengan sentuhan pencahayaan yang sedemikian rupa membuat suasana menjadi teduh dan penuh kelembutan. Membuat lupa, bahwa sebelum masuk ke dalam mall sempat berpanas-panasan di luar. Di depan pintu gerbang tertulis dengan besar "Pokojang Land" dengan dua penjaga yang tersenyum ramah mempersilakan masuk. Ah, ternyata sangat mudah menemukan lokasi acara Blogger Gathering bersama MamyPoko pada siang 22 September 2016 itu.




Yah, pada hari itu saya berkesempatan hadir dalam acara MamyPoko Love Touch, di Mall Central Park. MamyPoko, adalah produk popok sekali pakai dari Unicharm Jepang yang memiliki filosofi: "Necessity of life with Activities and Dream of Live with Activities."

Saya dan seorang teman tanpa kesulitan sampai di tempat acara 30 menit lebih cepat dari perkiraan. Panggung bernuansa biru masih lengang. Nampak panitia berseragam biru sedang sibuk mempers…

Menjelajahi Pokojang Land Bagaikan Menjejakan Kaki di Negeri Penuh Cinta dan Kelembutan

Hari Kamis tanggal 22 September  yang lalu, saya berkesempatan hadir di dalam acara pembukaan “MamyPoko Berbagi Pelukan Cinta Untuk Kulit Lembut Balita Indonesia.” Acara yang disponsori oleh Unicharm Jepang ini ingin mengajak keluarga Indonesia untuk berbagi pelukan dengan si kecil setiap saat.


Di dalam acara pembukaan ini, diadakan takshow  yang menghadirkan narasumber-narasumber yang membuka wawasan saya mengenai betapa pentingnya sentuhan dan pelukan bagi si kecil. Narasumber tersebut di antaranya adalah Ibu Irma Dwi Oktaviani, Senior Brand Manager PT Unicharm Indonesia, Ibu dr. Titi Lestari Sugito Sp.KK (K) penasihat Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (Perdoksi), Laura Basuki, seorang ibu muda inspiratif dan juga aktris sekaligus model dan Ria Miranda seorang fashion Designer.


Sebuah fakta berdasarkan study penelitian dari Unicharm Jepang berkolaborasi dengan Profesor Hideki Ohira dari Nagoya University Jepang terhadap ibu dan bayi usia tiga hingga lima bulan, menunjukan b…

Grand Whiz Hotel Kelapa Gading, Kenyamanan Berkelas dengan Harga Terjangkau

Akhir-akhir ini saya sering jalan-jalan sendiri ke Jakarta. Sebenarnya capek juga karena naik Comutter Line, meski praktis tapi namanya angkutan umum kan pasti berdesak-desakan dan ada kalanya enggak dapat tempat duduk. 
Dalam kondisi hamil seperti ini, ingin sekali-kali mengajak anak dan suami untuk ikut serta dalam kegiatan saya yang kadang-kadang diundang event tertentu sebagai penulis dan blogger. Jadi saya coba mencari hotel yang nyaman dengan harga terjangkau sesuai kebutuhan saya yang memiliki keluarga besar. Dengan anak lima orang ingin sekali saya memberikan penginapan yang nyaman dengan harga yang terjangkau. Dan, alhamdulillah dapet juga nih!


Saya menemukan yang ini. Yuk, kita intip salah satu hotel yang berada di kota Jakarta khususnya bilangan Kelapa Gading. Dengan menggunakan salah satu aplikasi dari jasa reservasi hotel Traveloka, saya mendapatkan temuan hotel dengan harga termurah untuk kelas bintang 4, yaitu Grand Whiz Hotel Kelapa Gading. Dan hal ini pun  diamini lho…

Ibu Hamil Flying Fox, Aman Tidak?

Ibu hamil main flying fox?

Ah yang bener aja lagi? Enggak takut keguguran apa? Itu bayinya apa enggak kepencet tali? Terus ... terus ... karabinernya kuat enggak? Entar emak jatuh lagi? Emang bisa berenang kalau jatuh ke air?

Itulah bisikan-bisikan hati saat saya membayangkan ibu hamil mencoba permainan flying fox. Biasa kan, kita itu selalu aja was-was dalam situasi-situasi tertentu.

Ceritanya, pada tanggal 17 Agustus yang lalu, saya dan anak-anak diajak mengikuti kegiatan outbound di sebuah  Taman Wisata Sekolah, Outbound Pelita Desa di daerah Ciseeng Kabupaten Bogor.



Outbound ini tidak sekadar outbound biasa, tetapi kegiatan yang diprakarsai oleh alumni SMA 1 Bogor angkatannya suami saya yang kebetulan satu angkatan dengan Pak Walikota Bogor ini dalam rangka memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang tinggal di wilayah Bogor.  Ada sekitar 75 orang anak yatim yang mengikuti kegiatan ini. Dari mulai tinkat SD hingga SMP kelas 3.

Anak-anak saya senang sekali bisa bergabung den…

Perpustakaan Sampah

Perpustakaan Sampah. Begitulah nama perpustakaan yang terdapat di desa Nagrog Pamoyanan Bogor ini. Unik namanya. Saya sengaja mendatangi perpustakaan ini sebab penasaran  dengan namanya. Kenapa disebut perpustakaan sampah?


Nah, demi menuntaskan rasa penasaran saya, akhirnya saya mengajak sulung saya yang kebetulan tidak bersekolah formal, untuk mengeksplorasi apa itu Perpustakaan Sampah.
Saya dan si kakak keluar dari rumah pukul 9.30 pagi. Dari rumah, kami naik angkutan umum (angkot) nomor 12, mobil hijau menuju PLN di daerah Merdeka. PLN ini kalau dari stasiun Bogor hanya berjalan sekitar 100 meteran saja. Di PLN kami ganti naik angkot nomor 02 (mobil hijau) jurusan Sukasari - Bubulak. Kami turun di pertigaan Batu Tulis. Di sana kami ganti lagi angkot nomor 04A biru. Sebenarnya bisa turun di Gang Aut, tapi saya lupa, jadi kami terus menuju Sukasari dan ternyata terjebak macet. Di gang Aut memang tidak macet tapi mungkin angkotnya ngetem untuk mencari penumpang.
Oiya, jangan lupa tany…