Skip to main content

Girls, Cinta Kamu Setega inikah?




Hai girls, selamat menikmati hari-hari puber kamu, ya! Remaja seperti kamu tentu sekarang sedang bertanya-tanya, siapakah saya? Secantik apakah saya?  Oh my God! Jerawat kok tumbuh di saat yang enggak tepat? Kenapa bau badan ini datang tiba-tiba? Adakah yang suka sama saya?

Mungkin contoh-contoh kecil itu bisa mewakili kegalauan kamu saat ini. Jangan risau, sebab itu adalah kejadian alamiah yang mesti dihadapi oleh seorang remaja sepertimu.

Saat ini mungkin kamu sedang asyik dengan khayalan kamu tentang lawan jenis. Kamu juga mulai suka sama seseorang. Biasanya nih yang namanya suka akan berujung pada cinta. Apalagi tontonan kamu drama Korea yang romantis itu. Duh ... pasti kamu ingin meniru pasangan romantis itu kan?

Girls! Kamu enggak perlu kuatir kamu bakalan tidak ada yang suka. Kamu hanya perlu percaya diri bahwa kamu sekarang sedang beranjak menjadi wanita dewasa yang bertanggungjawab.

Bayangkan kalau kamu akhirnya terjebak dalam mimpi-mimpi sesat sesaat. Dan kamu terjebak dalam pergaulan bebas. Pergaulan bebas gitu lho. Pacaran backstreet. Iya, backstreet, pura-pura gak punya pacar di rumah tapi di luar? ihhh ...

Tadinya hanya pegang-pegangan tangan, jalan berduaan, akhirnya ... kebobolan. Kamu hamil di luar nikah!

Girls, kalau sudah hamil di luar nikah, tentu kamu kalut. Tidak bisa berfikir jernih. Takut. Ingin bunuh diri dan mungkin yang paling parah adalah melakukan aborsi! Iya Aborsi! Aborsi artinya membunuh bayi yang tidak bersalah gara-gara kesalahanmu.

Kamu tega, girls?

Kalau kamu mau tahu, bayi-bayi yang diaborsi itu seperti apa. Ini saya perlihatkan kepadamu agar kamu menjauh dari praktik-praktik yang dilarang Tuhan.

1. Aborsi bayi di bawah usia 1 bulan

Girls, tahukah kamu? Aborsi pada janin usia di bawah satu bulan itu dilakukan dengan alat penghisap (suction). Namanya dihisap pakai alat gimana sih? Tentu kita enggak tahu kan janin itu posisinya sedang bagaimana, kena hisap yah jadinya hancur bercampur dengan darah. Kamu tega melakukan ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Naudzubillah!

 
credit google

2. Aborsi bayi usia 1 - 3 bulan

Pada rentang usia ini tubuh bayi sudah terbentuk. Cara aborsinya dengan cara ditusuk dan tubuhnya dipotong-potong menggunakan tang khusus untuk aborsi. Membayangkannya saja sudah merinding. Kamu tega melakukan ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Cinta apa?

3. Aborsi pada bayi usia 3 - 6 bulan

Pada rentang usia ini tubuh bayi semakin sempurna. Cara aborsinya dengan cara menyuntikkan cairan saline yang langsung dimasukan dalam ketuban bayi. Cairan keras ini akan membakar bayi di dalam rahimmu. Dan perlahan-lahan ia akan mati dalam keadaan tubuh terbakar.
Kamu tega melakukan ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Cinta jenis apa?

 
credit google

4. Aborsi pada bayi usia 6 - 9 bulan

Pada rentang usia ini aborsi dilakukan dengan cara dilahirkan dengan paksa, kemudian dibunuh dengan cara dibuang ke sungai, ke septic tank, dibuang ke tempat sampah atau ditinggalkan begitu saja di jalanan.
Kamu tega melakukan semua ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Cinta yang bagaimana?

Girls, ingatlah Tuhan-Mu. Ingat kamu adalah anak yang menjadi amanah Tuhan yang Tuhan  titipkan lewat ibu dan ayahmu. Ketika kamu mengandung anakmu, maka kamu sedang mengandung amanat Tuhan. Jadi, bersabarlah mengemban tugas dari Tuhan menjadi seorang ibu. Jangan kamu lakukan perbuatan biadab kepada makhluk kecil bernama bayi mungil akibat keinginanmu melakukan kesenangan sesaat.

Jagalah dirimu, Girls! Jangan sampai terjebak pergaulan bebas. Kamu bisa melakukan banyak aktifitas positif diusia remajamu. Pergunakan waktumu untuk aktifitas yang bermanfaat.
Kamu siap, Girls?

Stop pergaulan bebas!

Comments

  1. Naudzubillah, girls..Dan kamu akan mengalami ketakutan dan rasa bersalah seumur hidupmu, ingat seumur hidupmu..Anak itu selalu menghantui pikiranmu ketika tidur, kamu duduk kamu berdiri kamu ngapain aja kamu selalu teringat dan rasa bersalah selalu menjadi temanmu sehari hari. Kamu tidak akan tenang seumur hidup.. ingatlah girls..

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Sangat mbak ... Kasian calon calon bayi itu. Harusnya punya hak hidup...

      Delete
  3. Naudzubillah ngeri bgt lihat bayi2 gak berdosa itu dibunuh 😰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya .. Ngeri banget. Perasaannya dah mati kayaknya :(

      Delete
    2. Iya .. Ngeri banget. Perasaannya dah mati kayaknya :(

      Delete
  4. Seram saya lihatnya mbak...sekaligus sedih..Duluuu banget, waktu saya masih sekolah perawat, pernah membantu dokter aborsi...saya melihat potongan-potongan daging yang keluar ...Waktu itu saya nggak ngerti kenapa orang tega aborsi..sekarang saya dengan tegas bilang aborsi itu pembunuhan..apapun alasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Saya juga mengutuk tegas praktik aborsi. Betul mbak sudah menjadi pembunuhan terencana. Sayangnya di kita hukumnya tentang ini ga jelas. Jadi yang telah melakukan aborsi tanpa alasan syar'i tidak dihukum dengan tegas.

      Delete
    2. Iya mbak. Saya juga mengutuk tegas praktik aborsi. Betul mbak sudah menjadi pembunuhan terencana. Sayangnya di kita hukumnya tentang ini ga jelas. Jadi yang telah melakukan aborsi tanpa alasan syar'i tidak dihukum dengan tegas.

      Delete
  5. Semoga putra putri kita terjaga dari hal-hal buruk itu. Aamiin. *seorang bunda dgn 2 anak remaja :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya rabbal alamin ... saya juga ketar ketir lihat perkembangan di Indonesia. Semoga Allah selalu menjaga anak anak kita di mana pun berada ya ...

      Delete
  6. Naudzubillah, insya Allah sayang ke Allah, ke mama, ke papa, menghindarkan perempuan dari dosa yang paling menyedihkan ini, insya Allah, makasih udah share hal yang manfaat mbak <3

    Salam,
    Oca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali kasih mbak Ocha. Ini yang bisa kita buat agar anak anak kita tak terjerembab dalam perbuatan keji

      Delete
    2. Kembali kasih mbak Ocha. Ini yang bisa kita buat agar anak anak kita tak terjerembab dalam perbuatan keji

      Delete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…