Mei 30, 2017

# Anyang-anyangan # Cara mengatasi anyang-anyangan

Bebas Anyang-anyangan dengan Prive uri-cran Plus


Pernah kena Anyang-anyangan? saya pernah kena dua kali. Pada bulan November 2013 dan baru-baru ini pada awal bulan Mei. Rasanya, hmm ... jangan ditanya, sakit! Bahkan serangan anyang-anyangan yang pertama hingga membuat badan saya demam tinggi dan sulit melaksanakan shalat. 

Pengalaman anyang-anyangan pertama, saya kena waktu saya tinggal di Johor, Malaysia. Waktu itu kegiatan saya lumayan banyak juga. Setiap minggu malam, saya mengisi taklim pekerja wanita di hostel tempat tinggal mereka. Kemudian saya juga menjadi Kepala Sekolah di Sekolah Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Al Quran khusus untuk pekerja wanita dan merangkap gurunya juga (Perkuliahannya setiap dua minggu sekali, kuliahnya di Masjid). Setiap hari Minggu pagi, saya mengisi pengajian adik-adik pekerja wanita di rumah. Belum lagi urusan domestik dan mengurus anak-anak hingga saya kadang lupa untuk mengurus diri sendiri.

Nah, suatu Senin pagi di bulan November tahun 2013,  tiba-tiba saya dikagetkan dengan rasa sakit saat hendak buang air kecil. Rasanya panas dan menyakitkan. Saya sampai menangis sebab sakit buang air kecil. Sempat termenung waktu itu, apa saya kena infeksi saluran kemih? Karena apa? Apakah karena kurang minum atau hal lain? Mengapa sakit sekali? asli deg-degan banget. Takut kenapa-napa gitu.

Saya pun mengingat-ingat penyebab sakit saat buang air kecil. Kemungkinan disebabkan karena saya menahan buang air kecil. Ya gitu deh. Meski di Masjid saya kadang tidak begitu suka buang air kecil di kamar mandi umum. Jadi saya tahan. Tapi ternyata saya tidak bisa menahannya. Akhirnya saya buang air di kamar mandi itu. Sempat ada firasat juga sih waktu itu, takut kena penyakit infeksi saluran kemih. Tapi, saya positif thinking. Kalau kena infeksi kan ga secepat itu kan? Ih kok mikirnya begitu sih hahha pokoknya saya enggak berharap dapet penyakit begituan sih, takut!

Eh ternyata besoknya saya memang kena sakit infeksi saluran kemih. Mungkin juga kondisi tubuh saya sedang tidak fit jadi mudah kena infeksi. Apalagi waktu itu saya memang sedang sibuk sekali. Sampai sarapan dan minum pun terburu-buru. Mana malamnya saya menyiapkan bahan-bahan UTS mahasiswa PGTQ. Mungkin karena itu daya tahan tubuh saya menurun.  Selain itu juga ditambah dasarnya saya kurang disiplin dalam urusan minum.  Terkadang waktu normal saja paling banyak saya minum 2-4 gelas saja. Kalau sedang sibuk paling ingat 2 gelas! Cerita lengkap saya kena infeksi saluran kemih ada di salah satu cerita saya di dalam blog ini.

Singkat cerita, saat itu saya hanya bisa beristighfar terus, semoga sakit yang saya alami menjadi penggugur dosa-dosa kecil saya dan berharap anyang-anyangan segera pergi. Anyang-anyangan itu membuat saya tidak bisa ibadah dengan khusyu dan membuat badan saya sakit semuanya. Mata berkunang-kunang. Kepala pusing. Pekerjaan terbengkalai dan saya tidak bisa menjalankan aktivitas saya dengan baik. Belum lagi anak-anak yang terabaikan karena ibunya sakit.

Alhamdulillah anyang-anyangan bisa diatasi dengan terapi sendiri, yaitu dengan minum air perasan buah jeruk kasturi dan rutin minum air putih. Malah setelah itu sempat juga saya bikin jus cranberry (sebab di Malaysia pas ada cranberry). Gak praktis banget, sebab kan ada bijinya. Jadi akhirnya setelah dipisahkan air dengan ampasnya, airnya diminum kemudian ampasnya saya buat selai olesan roti. Rasanya jusnya asem-asem gitu deh. Enak kalau pakai gula. Kalau enggak pake gula, asem banget!

Nah pengalaman anyangan-anyangan yang kedua, saya kena anyang-anyangan awal bulan Mei yang lalu. Gara-garanya ya itu lah ... saya menahan buang air kecil (Ih si Emak, tidak belajar dari pengalaman yang dulu, kena anyang-anyangan loh). Saya memang sudah ada firasat sih, pasti nih si anyang-anyangan datang! Bukan berdoa, tapi memang begitulah kalau buang air kecil ditahan pasti si anyang-anyangan datang. Saking pengalamannya dulu hehhe

Ceritanya, waktu itu tidak ada yang bisa menjaga adik Saki (bayi saya berusia 3 bulan). Si Kakak (Salma berusia 16 tahun) sedang menjemput adiknya (Sarah berusia 5 tahun) yang sekolah di TK. Sementara dede bayi enggak mau tidur dan tidak ada yang jaga. Pas lagi rewel juga, enggak mau diturunin barang sebentar. Nangis kejer dia. Ya sudah, akhirnya saya bersabar menunggu si Kakak pulang. Eh, ternyata si Kakak enggak pulang-pulang, hampir 30 menit saya menahan buang air kecil. Sabar ... sabar ... saya terus menggendong dede bayi sambil berjalan hilir mudik. Dan alhamdulillah, tak lama kemudian si Kakak datang. Alesan si Kakak, Sarah enggak mau pulang! Emang itu anak kalau udah di sekolahan maunya main terus, sebab di rumah engga ada kawan. Setelah menerima laporan, saya segera menitipkan adik bayi kepadanya dan bergegas ke kamar mandi. Lega?! O..oww ... ternyata tidak! Setelah itu benar saja, saya kena anyang-anyangan. Ringan sih. Tidak sesakit tahun 2013 itu. Tapi membuat saya tidak nyaman, sebab sebentar-sebentar buang air ... sebentar sebentar buang air ...huhuhu ... capek!

Alhamdulillah, karena anyang-anyangannya ringan, tak lama kemudian hilang juga anyang-anyangannya. Kuncinya adalah tidak menahan buang air kecil. Jika ingin buang air, segera saya lakukan. Enggak pake ditunda lagi. Kapok! Dan saya akhirnya tobat, minum air sebanyak yang dikeluarkan. Ah.. anyang-anyangan bikin saya mati gaya!

Nah, beberapa waktu setelah saya anyang-anyangan, saya dikasih tahu salah satu teman saya ada suplemen yang bisa mencegah infeksi saluran kemih, namanya Previ uri-cran Plus, ekstrak cranberry dari Chombipar. Ekstrak cranberrynya bekerja aktif menjaga kesehatan saluran kemih sekaligus membebaskan dari anyang-anyangan.

Saya penasaran dong, setelah kena anyang-anyangan sebanyak dua kali, saya enggak mau kena lagi untuk kesekian kalinyanya. Apalagi saya sudah punya Prive uri-cran Plus yang bentuknya bubuk. Apa boleh diminum selagi tidak anyang-anyangan? ada efek sampingnya enggak ya kalau diminum?

doc.pribadi

Akhirnya daripada bingung sendiri, saya segera menghubungi Combi Care Center di nomor whatshapp 0818-0680-0088. Alhamdulillah responsif dan tidak menunggu lama langsung dibalas. 

doc.pribadi
Alhamdulillah, setelah menghubungi Combi Care Center saya jadi tenang. Prive uri-cran Plus ini karena suplemen makanan bisa dikonsumsi secara aman meskipun kita tidak sedang terkena anyang-anyangan. Prive uri-cran Plus berguna untuk pencegahan karena mengandung vitamin C yang baik bagi tubuh dan tidak menimbulkan efek samping. Untuk pencegahan diminum 1x sehari. Sedangkan jika sudah terkena anyang-anyangan, minum sesuai dosis harian yaitu 2x sehari. 

Cara menyajikannya sangat mudah. Tuang isi sachet ke dalam air hangat atau air dingin. Aduk hingga larut. Minum dengan sekali teguk. Jangan lupa membaca basmallah ya.

Penulis sedang minum uri-cran Plus. Segarrr ... (doc.pribadi)

Prive uri-cran Plus ini rasanya manis asam segar. Tentu saja, karena berisi ekstrak buah cranberry plus vitamin C dan Probiotik.  

Komposisi setiap sachetnya terdiri dari 375 mg ekstrak cranberry, 60 mg vitamin C, 0,1 mg Lactobacillus achidopillus dan 0,1 mg Bifidobacterium bifidum, 0,1 mg  Fructo Oligo Saccharides dan 1 mg Calcium Lactate Glukonate.

Cara penyimpanannya simpan di bawah suhu 30 derajat celcius. Jauhkan dari suhu tinggi dan sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. 

Saya agak heran juga sih, kenapa uri-cran ada probiotiknya juga? Setelah saya baca beberapa referensi, ooh ... ternyata banyak juga manfaat probiotik untuk tubuh kita, salah satunya menyeimbangkan bakteri baik dan bakteri buruk. Selain itu juga memicu pertumbuhan bakteri baik di dalam tubuh untuk menekan pertumbuhan bakteri buruk. Saya sudah konfirmasi mengenai efek samping uri-cran ke Combi Care Center. Alhamdulillah Uri-cran aman dan tidak ada efek sampingnya dan saya saya sudah membuktikannya. Meski demikian, bagi yang punya riwayat alergi, sebaiknya konsultasi dengan dokter ya sebelum mengonsumsi suplemen. Agar tidak timbul masalah baru.


Ada dua jenis prive uri-cran, bentuk kapsul dan serbuk. Saya minum yang serbuk. 

Rasa uri-cran ini lebih enak dari buatan sendiri dan lebih praktis. Belum lagi harus nyari-nyari cranberry  yang belum tentu ketemu. Mencari cranberry di Bogor, seperti mencari jarum di padang rumput. Biasanya yang belum ada dipasaran kan harganya mahal, ya. Saya bersyukur ada ekstrak cranberry yang mudah dibawa ke mana-mana. Alhamdulillah ada Prive uri-cran Plus jadi saya enggak perlu was-was lagi dengan kesehatan saluran kemih saya.

ini dia penampakan buah cranberry. lumayan susah juga cari cranberry di sini. Seperti mencari jarum di rumput.

Buah cranberry di negara Amerika telah lama diteliti dan digunakan sebagai buah yang efektif mencegah infeksi saluran kemih karena buah cranberry kaya akan proantocyanidin (PAC) yang dapat mencegah penempelan bakteri E.Coli pada dinding saluran kemih. Alhamdulillah, akhirnya ekstrak buah cranberry ini sekarang tersedia di Indonesia. InsyaAllah saya tidak akan was-was lagi terkena infeksi ssaluran kemih. Sebab meski sepertinya ringan, infeksi saluran kemih tidak bisa diabaikan begitu saja. Infeksi ini akan berkembang dan menyebabkan kematian. Terutama bagi ibu hamil dan janin yang dikandung. 

cara kerja cranberry mencegah bakteri e.coli menempel di dinding sel epitel saluran kemih.



Dari referensi yang saya baca, Anyang-anyangan adalah rasa ingin buang air kecil terus-menerus disertai nyeri dan tidak lancar. Ini adalah gejala awal dari infeksi saluran kemih. Nah dibandingkan pria, wanita yang lebih rentan terkena infeksi saluran kemih. Perbandingannya 5 dari 10 wanita pernah mengalami Anyang-anyangan. Kebayang kan ngerinya. Dan 1 diantara 5 orang wanita itu adalah saya. Duh, jangan lagi deh!

credit www.dokterdinidotcom


Terus Penyebab Anyang-anyangan apa sih?


Menurut M.Grabe, dalam sebuah makalahnya yang berjudul "Guidelines on Urological Infections" (2015) mengatakan, bahwa 80% kasus Anyang-anyangan disebabkan oleh bakteri E-Coli yang menempel pada dinding saluran kemih atau saluran kencing.


Bakteri E-Coli itu adalah bakteri yang biasanya hidup di usus manusia dan hewan. Bakteri E.Coli bisa menyebabkan diare ringan, dan bakteri tertentu bisa menyebabkan infeksi usus serius, yang mengakibatkan sakit perut, diare hingga demam. Dalam perjalanannya, bakteri E.Coli ini akan terbawa hingga ke anus sehingga ketika daya tahan tubuh sedang menurun akan mudah terkena infeksi saluran kemih. Ditambah lagi dengan membersihkan organ vital yang salah. Tentu bakteri E.Coli ini dengan mudah menginfeksi saluran kemih.

Selain itu, penyebab infeksi saluran kemih bisa dilihat di info grafis di bawah ini:

Penyebab infeksi saluran kemih (doc.pribadi)

Penyebab infeksi saluran kemih yang lain adalah:
  1. Arah proses pembasuhan setelah BAB yang tidak benar
  2. Toilet yang tidak bersih
  3. Sering menahan buang air kecil
  4. air untuk membasuh selepas BAB dan BAK tidak bersih


Siapa saja sih yang bisa terkena resiko Anyang-anyangan?

Kamu ... ya kamu lah hehhee, orang dewasa, anak-anak dan ibu hamil.

Orang-orang yang berisiko terkena infeksi saluran kemih 

Bagaimana Cara Mengatasi Anyang-anyangan?

Setelah mengetahui bahwa tidak hanya orang dewasa saja yang terkana anyang-anyangan dan  infeksi saluran kemih, saya segera memberikan edukasi kepada anak-anak saya. Kebetulan, waktu itu sedang ngumpul bareng cucurak jelang Ramadhan di rumah kakak saya, jadi sekalian kumpul bareng-bareng saya presentasi tentang mencegah infeksi saluran kemih dan memberikan gambaran sederhana gejala terkena anyang-anyangan dan cara pencegahannya.

Ternyata mencegah anyang-anyangan tidak cukup hanya dengan minum air putih 8 gelas sehari, Minum air putih tidak mencegah anyang-anyangan tidak terjadi lagi. Harus diikuti dengan rutin minum ekstrak buah cranberry yang telah terbukti efektif mencegah infeksi saluran kemih. 

Prive uri-cran berisi ekstrak buah cranberry yang dapat mengatasi anyang-anyangan yang merupakan gejala awal dari infeksi saluran kemih. Dengan minum Prive uri-cran Plus, dapat mencegah anyang-anyangan datang berulang. Uri-cran juga mengatasi susah buang air kecil. Buang air kecil jadi lancar.

Anak-anak saya membaca brosur uri-cran yang berisi edukasi tentang pencegahan infeksi saluran kemih.
Dari sharing tentang pencegahan infeksi saluran kemih itu, ternyata salah satu keponakan saya pernah mengalami anyang-anyangan. Dia mahasiswa UGM semester pertama. Mungkin juga namanya anak kost, memakai kamar mandi bersama, akhirnya terinfeksi saluran kemihnya.

"Sakit, tahu, Bi anyang-anyangan. Engga mau lagi deh anyang-anyangan!" 
"Minum Prive uri-cran, untuk mencegah anyang-anyangan muncul lagi. Kemasannya juga praktis lho, bisa dibawa kemana-mana. Uri-cran mengatasi susah buang air kecil, Ul!" saya mengacungkan Prive uri-cran Plus sachet yang kemudian disambut keponakan saya. 

Keponakan saya dan mamanya sedang membaca brosur berisi edukasi pencegahan infeksi saluran kemih
Sekarang saya pun kemana-mana tidak lupa membawa Prive uri-cran Plus. Kadang saya lupa minum di rumah, bisa diminum saat sampai di tempat tujuan.

Ini isi tas gembolan saya sekarang. Prive uri-cran nyempil di antara barang bawaan saya.

Sekarang tak hanya baju ganti dede bayi, popok, kacamata, buku notes, buku KIA dan perlengkapan bayi lainnya berada di tas yang selalu saya bawa. Prive uri-cran Plus juga menemani hari-hari saya setiap hari. Maklum usia sudah tidak muda lagi, sudah kepala 4 plus, keinginan untuk buang air kecil terkadang sudah tidak bisa ditahan.  Kesehatan kewanitaan harus senantiasa dijaga.

Ah, senangnya bebas Anyang-anyangan dengan Prive uri-cran Plus ini. Selain mencegah terkena infeksi saluran kemih, uri-cran juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit karena mengandung vitamin C.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? Ini pengalamanku, bagaimana dengan pengalamanmu?










16 komentar:

  1. Iya nih lebih baik mencegah ya dibanding mengobati, siap bawa Uri Cran juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju nih, mengobati akan lebih susah dari pada mencegah
      Bertindak sebelum terlambat

      Hapus
    2. Betul banget. Mengobati biayanya akan lebih mahal daripada menjaga. Semoga kita tetap sehat selalu. Aamiin ...

      Hapus
  2. Iya mbak. Selain capek kalau ke dokter. Nubggunya lama hehhe hidup sehat insyaAllah lebih berkah ❤

    BalasHapus
  3. aha, manfaat banget artikelnya ni mbak Tuti. saya catet ah itu nomer WA combicare center nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan mbak Dini. Makasih ya dah mampir ❤

      Hapus
  4. Wkwkwk... Aku baru tahu apa itu anyang2an. Kalau bahasa sunda mah namanya jeungjeuriheun nya, Teh? Hihihi..
    Jadi belajar nih, gak boleh nahan pipis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sumuhun neng Lina, jengjeriheun ceuk urang sunda na mah xixixi yup... kalau udah pengen pipis ... segera ya. apalagi bumil. moga sehat selalu :-)

      Hapus
  5. ternyata bahaya yah nahan pipis. dulu saya sering banget nahan pipis yg akhirnya bikin sakit. tp untung segera sembuh sendiri dan blum sampe anyang-anyangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, iya mbak Ay, bahaya banget. apalagi kalau udah mpe demam dan muntah muntah, artinya sudah ada jangkitan infeksi

      Hapus
  6. anyang2an emang nyebelin ya mba... aku suka males kemana2 kalo lagi anyang2an... takut gak nemu toilet.. hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa ...

      Btw kalau ke singapura apalagi. Jangan lupa bawa botol aqua bekas sebab ga ada air di toilet singapura mah. Jangan sampai tersiksa xixixi

      Hapus
  7. Anyang-anyangan berbahaya juga ya ternyata, bikin panas dingin, hehehe

    BalasHapus
  8. Iya cikgu. Serem kalau udah parah.

    BalasHapus
  9. saya suka nahan pipis kalau sedang ke mall atau diluar, karena jijik lihat WC yang bau atau kotor, ternyata nahan pipis itu bahaya banget ya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak winda. Sekarang saya selalu cari toilet yang jongkok atau kalau yang duduk bawa tisu basah. Agar bisa buang air tanpa was was. Terus kalau sudah sampai rumah. Mandi yang bersih 😊

      Hapus

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien