Skip to main content

Gulai Kambing


Pekan  yang lalu, saya kedatangan tamu dari jauh. Karena mereka dari jauh..maka saya pun pengen dong men-service mereka dengan service yang terbaik.....Akhirnya saya masak-masak sedikit, resep yang mudah sekali dan cepat.
Tapi..ternyata masakanku kalah dengan masakan suami..kebetulan suami nyumbang juga, ikutan masak untuk tamu-tamuku......Dan memang bener..semua suka dengan gulai kambing buatan suami....

Biar gak malu-maluin ditanya resepnya...sok atuh...saya share deh disini.....biar inget terus...
Lagi pula gulai kambiangnya memang oishiikatta....


Gulai Kambing

Bahan :
Daging Kambing

Bumbu :
1 buah Tamanegi/bawang bombay, cacah
4 buah cabe merah
3 lembar daun jeruk
1 btg sereh
2 lembar daun salam
4 siung bawang putih
garam secukupnya
minyak goreng untuk menumis
santan (bisa yang bubuk, 2 bungkus atau santan cair, satu kaleng)
bumbu gulai pasta (ada di toko thailand, warna covernya merah) secukupnya (satu sendok makan atau bisa lebih)


Caranya;
1. Rebus daging kambing yang sudah dipotong2 slice/tipis2 dengan air secukupnya, kalo ada panci buat presure lebih baik. Masukan daun salam dan sereh kedalam rebusan itu. Biarkan sampai panci berbunyi...tanda daging sudah empuk...(20 menit-an..)
2. Ulek cabe merah, bawang putih dan daun jeruk.
3.Tumis bawang bombay, bumbu ulek dan bumbu gulai pasta sampai berbau harum.
4. Masukan kambing yang sudah direbus plus airnya.
5. Kecilkan apinya, biarkan sampai bumbu meresap
6. Sebelum diangkat tambahkan garam dan santan. angkat.

Selamat mencoba....

Utsunomiya, 21 Juli 2006


Comments

  1. Aku suka banget deh gulai kambing buatan mama, sayangnya sekarang mama udah lupa resepnya, dan aku bakal belajar buat, gantian, buat mama papa :D

    Salam,
    Gianta

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…