Skip to main content

Spon Cake sederhana

 
foto dari houseidea

Memenuhi janji buat sahabat-sahabatku tercinta di MPers ini, ini saya share resep spon cake yang sering dibuat dirumah saya. Mudah2an berkenan dan membuat kegembiraan di rumah sahabat semua. Cara membuatnya mudah (saya kalo ngemixer kuenya biasanya mixernya diselipin di antara lemari barang dan lemari es...jadinya ngocok sendiri...). Gak pake jam-jam-an. Bisa sambil ngelonin si Adik, bisa sambil nyuci baju...bisa disambi deh...
Kalo pengen buat kue coklat juga bisa juga dari bahan dasar yang saya sebutkan dibawah ini, cuman tepung terigunya dikurangin ditambahin coklat powder 4 sendok makan (kalo saya biasanya pake coklat susu/ kokoa miruku yang dari meiji itu loh, kuenya lebih legit...mochi-mochi suru..karena ada susunya dikit....)

Jaa..met berkreasi....


Spon Cake
Bahan :

3 butir telur ayam (L size)
1 cup tepung terigu
1 cup gula pasir halus
1/2 sdt vanili powder
5 gr backing powder
4 sdm minyak

Cara Membuat :
1. Masukan gula, telur dan vanili dalam wadah, mixer sampai putih adonannya.
2. Masukan tepung terigu (lebih bagus lagi kl di ayak), dan backing powder, aduk sampai rata.
3. Masukan adonan kedalam cetakan kue (ukuran 18 cm) yang sudah dialasi kertas roti dan diolesi margarine.
4. Panggang dalam oven 180 derajat celcius, kira-kira 30 menit.


Kue ini juga bisa dihias sebagai kue ulang tahun atau kue-kue hias sesukanya.
Untuk keperluan kue ulang tahun
Bahan :
Whip cream botolan 1 btl
Whip cream cair 1 pack
Coklat bentuk pinsil
Buah kaleng 1 kaleng

Cara menghias :
1. Siapkan dulu cakenya yaitu dengan memotong bagian atas cake (yang warnanya agak coklat). kemudian potong dua juga di bagian tengah2 kue, membulat.
2. kocok whip cream, kalau suka manis, tambahkan gula sedikit sebelum dikocok. Kocok whip cream sampai kaku.
3. olesi sebagian cake paling bawah dengan whip cream dan hiasi atasnya dengan buah2 kaleng. kemudian tutup kembali dengan whip cream.
4. Letakan sebagian cake yang lain diatas cake yang sudah diolesi whip cream dan buah.
5. olesi keseluruhan kue dengan whip cream, hiasi sisi2nya dengan whip cream yang dari botol (siap untuk menghias),
6. Gambar atas kue dengan nama anak kita atau orang yang akan diberi kue tersebut. bisa juga di taburi buah2an segar diatasnya.
Met Mencoba yah.....(bagi yang mo nyoba....hehey....)

Comments

  1. Ah, pas banget mau hari ibu, makasih resepnya mbak

    Salam,
    Ara

    ReplyDelete
  2. Sederhana, tapi bisa bikin orang yang kita sayang bahagia deh kalo dibikinin kue apalagi dihias :))

    Salam,
    Pink

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…