Skip to main content

Buku Anak Yang Menarik : Membentuk Karakter Anak Berbudi Pekerti

Menurut saya,  buku anak pada saat ini sudah mengalami gairah yang luar biasa. Ini terlihat sejak tahun 2012 sampai tahun 2014, peningkatan penjualan buku anak sangat  pesat. Pada tahun 2012, di pesta buku Islamic Book Fair 2012,  stand buku anak diserbu pengunjung. Dan ini berimbas pada omset penerbit yang mengalami peningkatan yang signifikan. Menyusul IBF tahun 2014, angka penjualan buku anak kembali menggelembung mengalahkan penjualan jenis buku yang lainnya.

Buku anak juga menyumbangkan kontribusi terbesar pada peningkatan angka penjualan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat di informasi industri buku yang ditulis oleh IKAPI.

Ada 33.199.557 eksemplar buku terjual di Indonesia sepanjang tahun 2013. Dan yang menyumbangkan angka penjualan terbesar adalah buku anak, yaitu sebesar 23%.

http://ikapi.org/news/detail/industry-info/24/informasi-industri-buku-indonesia.html 

Sungguh menggembirakan dengan animo masyarakat mulai bergairahnya masyarakat, terutama keluarga yang mulai melek baca, sehingga menjadikan buku sebagai salah satu dari kebutuhan yang diperhitungkan pengeluaran belanjanya setiap bulan.

Buku Anak Bagimana yang Menarik?

Pada tahun 2014, pemenang Islamic Book Award 2014, Kategori Buku Fiksi Anak, adalah Anak Muslim Cerdas. Petualangan Seru Memecahkan 30 Teka Teki. Menurut dewan juri, buku ini sesuai dengan tema yang diusung oleh IBF pada tahun itu, yaitu Saatnya Umat Berkarakter Qur'ani, selain penilaian yang lainnya, terkait content.

Pemenang IBF 2014 Kategori Fiksi Anak (foto pribadi)
  Buku ini memang unik, karena berisi 30 cerita fiksi petualang khas anak-anak, yang mengarahkan anak-anak memecahkan teka-tekinya itu dengan cara membuka Al Qur'an. Buku ini menggiring anak-anak untuk menjadikan Al Qur'an sebagai solusi pada masalah yang dihadapi mereka. Misalnya diceritakan di dalam buku itu kisah tiga orang Pramuka Siaga yang tersesat di dalam hutan. Salah satu anak membawa Al Qur'an dan teringat apa yang disampaikan oleh kakak pembinanya Bahwa Allah menciptakan kompas alam berupa bintang. Segera dia membuka Al Qur'an dan mengingat surat dan ayat yang disampaikan oleh kakak pembinanya itu. Dan, alhamdulillah mereka akhirnya bisa keluar dari hutan berpedoman pada kompas bintang yang Allah ciptakan di langit.

buku pemenang IBF Award 2014


Buku  ini selain mengajak anak-anak untuk mencintai Al Qur'an juga sangat menginspirasi untuk berbuat baik.

Buku-buku yang menarik lainnya adalah buku yang memberikan pengetahuan anak-anak tentang aqidah, sirah nabawiyyah, pengetahuan umum dan buku yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah. Hal ini sangat meringankan tugas orang tua, terutama buku-buku yang menumbuhkan karakter buliding pada anak-anak. Tantangan global di masa kini menjadi salah satu alasan mengapa orang tua lebih tertarik pada buku-buku yang bernafaskan Islam dan pengetahuan dasar anak-anak.

Buku yang menarik juga buku yang tak hanya bagus di cover tetapi juga berbobot isinya, dan dengan ilustrasi yang menarik. Oiya, satu lagi, buku yang menarik adalah buku yang ramah anak dan tentunya ramah dompet juga :-)

Tulisan ini diikutkan dalam lomba Parade Blog #PameranBukuBdg2014



Comments

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…