Skip to main content

Cara Aman Menghindarkan Si Kecil dari Gigitan Nyamuk

Hai, Moms, musim hujan begini, hati-hati dengan serangan nyamuk penyebab demam berdarah, ya. Menurut data dari kementrian kesehatan kasus demam berdarah sepanjang tahun 2019 sudah mencapai 16.692 kasus dan hampir 90% kasus terjadi pada anak-anak.

Ngeri banget ya moms, dalam kurun waktu hanya dua bulan di awal tahun 2019, kasus DBD di Indonesia sudah mencapai hampir 20 ribu kasus dan sebagian besar yang terkena dampaknya adalah anak-anak. 

Beberapa waktu lalu, teman saya bercerita, putra temannya ada yang terkena DB, tidak diketahui kapan demamnya karena naik turun, disangkanya aman. Tiba-tiba anaknya muntah darah dan tidak tertolong lagi karena sudah ada pembuluh darah yang pecah. Ya, Allah, moms, saya mendengar cerita itu sedih sekali, sekaligus menyesalkan mengapa terlambat mengetahui anak terkena DB.

Terkadang kita terkecoh dengan demam pada anak. Sehingga menyangka anak sakit biasa saja, mau flu, batuk atau pilek, padahal bisa jadi itu pertanda anak demam denggi atau demam berdarah.

Untuk mencegah berjangkitnya penyakit demam berdarah, sudahkah moms melakukan PSN? Pemberantasan sarang nyamuk? Kalau di tempat saya, biasanya ada kader Pos Yandu (Pos Pelayanan Terpadu) atau kader Jumantik setiap minggu melakukan pengecekan ke rumah-rumah warga untuk melakukan gerakan PSN, pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah.

Kalau tidak ada petugas yang berkeliling ke rumah moms, kita bisa kok melakukan pengecekan berkala di rumah kita, yaitu mengecek dibeberapa tempat ini, yaitu belakang kulkas, bak mandi, tatakan pot, dispenser, kaleng bekas, ember bekas, gantungan baju dan kamar mandi.



PSN ini adalah upaya pemerintah untuk mencegah penyakit Demam Berdarah. Ada 3M yang bisa dilakukan secara mandiri dalam kegiatan PSN ini:

1. Menguras tempat penampungan air
2. Menutup tempat penampungan air
3. mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

gambar dari infosehat.com 

Sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk penyebab demam berdarah amatlah penting dilakukan. Agar masyarakat semakin memahami bahwa ada hewan kecil yang dapat berbahaya jika tidak segera ditanggulangi penyebarannya.

Alhamdulillah beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 19 Februari 2019, bertempat di The Terrace, Senayan, Jakarta, saya berkesempatan hadir dalam acara press conference peluncuran MY BABY Minyak Telon Plus formula baru. Saya hadir bersama dengan bunda-bunda blogger dari Mom Blogger Community. Selain kami yang hadir, juga ada rekan-rekan media di sana.

Hadir dalam acara tersebut, Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, Ph.D, Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) IPB. Ibu Dahlia Yolanda, GM Brand Portfolio Strategy & Innovation CCHC - PT Barclay Products dan seorang ibu muda beranak tiga sekaligus artis cantik, Shireen Sungkar.
Ganbar dari mom blogger community

Acara diawali dengan peluncuran  MY BABY Minyak Telon Plus Formula Baru dengan Citronella (Minyak Sereh), Chamomille (bunga kamomile) dan Eucalyptus (Minyak kayu putih), yang terbukti mampu memberikan perlindungan anti nyamuk hingga 8 jam.



Hadirnya MY BABY Minyak Telon Plus diharapkan semakin melengkapi program 3M Plus sebagai bagian dari langkah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dari pemerintah.

Setelah itu, masuk ke materi inti, yaitu menanggapi tingginya wabah penyakit demam berdarah di Indonesia terutama saat ini masuk dalam musim penghujan tentu kewaspadaan kita harus semakin ditingkatkan. Salah satu penyebab penyakit demam berdarah adalah nyamuk Aedes Aegypti. Hewan kecil yang berkaki belang-belang lucu dan imut-imut ini, ternyata hewan yang sangat berbahaya sekali, bahkan mengancam jiwa.



Prof Upik menyampaikan dalam presentasinya, bahwa nyamuk demam berdarah sekarang semakin pintar beradaptasi. Kalau dulu mereka hanya menggit di waktu pagi, antara pukul 8-10 pagi, sekarang nyamuk itu menggigit di malam hari juga.

gambar dari biosis.co.id

Ada beberapa jenis nyamuk yang bisa kita temui di dunia ini, Aedes Aegypti, Aedes Albopctus (nyamuk kebun) dan Nyamuk Anopheles.

Nyamuk yang menjangkiti manusia dengan penyakit demam berdarah adalah nyamuk Aedes Aegypti atau terkadang kita bilang nyamuk demam berdarah. 

Jenis jenis  Nyamuk Aedes gambar dari beritagar

"Berdasarkan penelitian, nyamuk Aedes Aegypti telah mengalami perubahan perilaku adaptif. Jika sebelumnya nyamuk jenis ini lebih banyak aktif mengisap darah di siang hari, kini ia juga aktif mengisap di malam hari. Uniknya dalam berkembang biak, nyamuk ini tidak hanya mampu bertelur di air yang jernih, tetapi juga di air yang berpolusi, sehingga jentiknya dapat ditemukan di berbagai tempat baik di dalam maupun di luar rumah." demikian paparan Prof. Upik.

Jadi, kalau disebutkan diinfografis itu tempat tinggal nyamuk aedes aegypti di wadah air bersih, maka sekarang nyamuk itu berkembang biak juga di air yang berpolusi, air solokan yang kotor dan bau.

"Meski demikian, ketika dewasa, nyamuk Aedes Aegypti betina sebagai pembawa virus dengue, lebih senang hidup di dalam ruangan, serta membutuhkan darah manusia untuk membantunya memelihara perkembangan telurnya. Oleh karena itu, penting sekali bagi masyarakat untuk melakukan berbagai upaya pencegahan yang dianjurkan serta melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan produk yang terpercaya." imbuh Prof Upik.

Produk yang terpercaya yang dimaksud oleh Prof Upik adalah MY BABY Minyak Telon Plus. Beliau bersam tim dari IPB telah melakukan pengujian terhadap formula baru MY BABY Minyak Telon Plus. Hasilnya, ekstrak alami yang diformulasikan dalam produk ini, terbukti mampu mencegah gigitan nyamuk termasuk jenis edes aegypti hingga 8 jam.



Senada dengan pemaparan dari Prof Upik, Shireen Sungkar juga menyampaikan bahwa untuk melakukan perlindungan dan pencegahan terhadap gigitan nyamuk demam berdarah, Shireen mengoleskan MY BABY Minyak Telon Plus kepada buah hatinya sehabis mandi pagi dan sore. 

"Memasuki musim penghujan, kerap saya khawatir dengan kondisi keehatan anak-anak saya. Apalagi dengan tingginya kasus demam berdarah di Indonesia membuat saya tambah khawatir. Di satu sisi saya ingin anak-anak saya bisa bermain dengan leluasa dalam kondisi apapun, namun di sisi lain saya juga ingin anak-anak tetap sehat. Nah, untuk menjaga mereka selagi bermain di luar maupun di dalam rumah, saya melindungi mereka dengan mengoleskan MY BABY Minyak Telon PLus. Perindungan ekstranya memberikan perlindungan dan kenyaman sekaligus mengurangi kecemasan saya sehingga anak-anak dapat #BebasMainTanpaNyamuk." demikian pengakuan Shireen Sungkar.



Jangankan mbak Shireen yang beranak 3, saya yang beranak 6 juga cemas banget. Jadi apa-apa jadi parno banget. Apalagi di dalam rumah saya banyak banget nyamuk. Tapi saya perhatikan sih naymuk kebun, tapi rasanya kalau diitung bisa ribuan itu yang tinggal dengan saya, hiks.

Suami saya kadang masang obat nyamuk elektrik, enggak mempan juga itu nyamuk. Terus yang terakhir obat nyamuk bakar di simpan di dapur sih karena dapur yang paling deket ke kebun. Tapi saya perhatikan, gak ngefek juga, sebab si nyamuk masih aja ada yang hidup.

Alhamdulillah selama ini, cara aman menghindari si kecil dari gigitan nyamuk yang saya lakukan adalah dengan mengolesi anak-anak dengan MY BABY Minyak Telon Plus. Selain menghindarkan anak-anak dari gigitan nyamuk, manfaat MY BABY Minyak Telon Plus ada beberapa lagi,

1. dapat meredakan perut kembung dan masuk angin, gak cuma buat anak anak sih, saya juga memakainya. 

2. Memberikan rasa hangat dan nyaman di tubuh bayi.

3. Dapat menghindarkan bayi dari gigitan serangga/nyamuk selama 8 jam.

Cara menggunakannya dengan cara mengoleskan sebanyak 5 sampai 10 tetes MY BABY Minyak Telon Plus pada dada, perut, pinggang dan telapak kaki. Kalau menurut Prof Upik kira-kira sebanyak 2 gram (silakan kalau mau menimbangnya ya hehhe) ya kira-kira aja 5- 10 tetes itu).

Untuk melindungi anak-anak dari gigitan nyamuk, saya mengoleskan minyak telon di lengan, kaki, leher, tempat-tempat yang bisa dijangkau oleh nyamuk. Minyak Telon Plus bisa dipergunakan seiap hari terutama sehabis mandi dan bila udara dingin.

Senada dengan apa yang disampaikan mbak Shireen saya juga merasa nyaman karena selain melindungi anak-anak dari gigitan nyamuk, MY BABY Minyak Telon PLus juga sudah bersertifikat HALAL. Ini penting banget, karena setiap produk yang halal itu ada keberkahan.

"Di tengah maraknya penyakit demam berdarah saat ini, MY BABY Minyak Telon PLus peduli dengan melakukan inovasi dalam melakukan berbagai riset kebutuhan masyarakat yang mendesak seperti produk kesehatan yang aman bagi bayi dan anak-anak. Akhirnya lahirlah MY BABY Minyak Telon Plus Formula Baru untuk melindungi bayi, anak-anak dan keluarga dari gigitan nyamuk hingga 8 jam. Dengan hadirnya MY BABY Minyak Telon Plus perlindungan 8 jam dapat memberikan ketenangan bagi para ibu sekaligus kenyamanan pada si kecil, kapan pun dan dimana pun." pungkas Dahlia Yolanda.

For your information, MY BABY ini adalah salah satu merek pelopor perawatan bayi di Indonesia telah lebih dari 30 tahun menjadi merek terpercaya mendampingi ibu dalam merawat bayinya. Produk MY BABY tak hanya minyak telon saja, tetapi ada sabun mandi, bedak, cream anti ruam, shampoo baby dan lain-lain. Moms kalau jalan-jalan ke swalayan atau supermarket, coba deh sekali-kali tengok dirak perawatan bayi, pasti MY BABY akan berjajar cantik di sana karena MY BABY telah terdistribusi secara luas ke-40 cabang di Indonesia.

MY BABY merupakan produk perawatan bayi berkualitas Internasional yang diformulasikan khusus untuk bayi yang membuat ibu merasa tenang dan lebih menikmati perannya dalam merawat bayi karena telah yakin memilih produk yang terbaik untuk kenyaman si kecil. Untuk informasi lebih lanjut, moms bisa membacanya di situs resminya www.mybaby.co.id. Youtube MyBabyID, Instagram @mybabyid.

Mencegah lebih baik mengobati, kan, moms. Dengan mengetahui cara menghindari si kecil dari gigitan nyamuk, semoga anak-anak kita tumbuh sehat dan bebas demam berdarah.

Comments

  1. Kalau halal bikin nyaman kita kala hendak shalat dan mengaji, ya, Mbak. Apalagi yang pakai merasa terlindungi dari gigitan nyamuk. Saya juga pakai MY BABY untuk jaga-jaga, mana suami selalu ribut butuh minyak telon kala pagi dan malam agar perutnya tak kembung.
    DBD adalah penyakit terbesar abad ini, entah apa sebabnya bisa bermutasi. Pengaruh polutankah hingga menjadikannya lebih kebal? Atau ada semacam perubahan DNA? Seharusnya nyamuk bisa dimusnahkan namun ternyata tak semudah itu. Selalu saja kita yang kena imbasnya karena butuh keajekan pemeliharaan lingkungan secara bersama.
    Semoga kita dijauhkan dari penyakit yang berbahaya akibat gigitan nyamuk, ya, Mbak. Keluarga adalah yang utama. Senang ada MY BABY minyak telon plus. Saya suka aromanya. Juga tak panas bagi Palung yang selalu ogah pakai karena takut panas.

    ReplyDelete
  2. Jadi formula baru my baby ini salah satunya terbuat dari tanaman sereh ya mba.. jadi ingat beberapa lalu menghadiri acara tentang pencegahan DBD dan dapat info bahwa ada beberapa tanaman yang membuat nyamuk tidak mendekat.. salah sarunya tanaman sereh ini.. my baby membaca peluang ini ya.. hebat!

    ReplyDelete
  3. mbaaa, kenapa komennya di remove semua hehehe

    Btw minyak telon ini favorit anak-anak saya mba, tapi yang saya beli bertahan 6jam sih, ini formulanya lebih disempurnakan ya sampai bertahan sampai 8 jam.

    Jadi gak deg-degan lagi deh ama nyamuk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah mbak yang bikin nyesek, kehapus mbak huhuhu
      padahal banyak banget itu ...

      iya mbak, anakku juga suka banget sebab gak begitu panas tapi manjur banget mengusir nyamuk di rumah. alhamdulillah sekarang nyamuk gak hadir di rumah. tidur pun nyenyak.

      Delete
  4. cara aman menghindari gigitan nyamuk memang perlu apalagi kita sibuk bekerja dan ana senang main di luar.

    jangan sampai deh anak menderita penyakit DBD, kematian bisa merenggut nyawa nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iye mpok ... ngeri kalau anak anak kena DBD, lengah dikit bisa fatal

      Delete
  5. Innalilahi nyesek banget baca cerita anak temennya mba sampe akhirnya ga ketolong muntah darah dan pembuluh darah pecah :(((
    ya Alloh jadi parno aku mba sekarang anakku lagi demam juga semoga lekas sembuh aamiin btw aku juga pake mybaby mba kepercayaan aku sejak anak pertama

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, sedih banget mendengarnya, ketika DBD mewabah deket rumah aja saya udah parno mbak, kuatir.

      btw pernah juga anakku dua orang kena DB waktu mudik ke indonesia. waktu itu saya masih tinggal di Malaysia. kuatir banget

      Delete
  6. Ah aku suka banget mybaby, hangatnya pas wanginya juga enak.apalagi sekarang ada kemasan baru ya

    ReplyDelete
  7. Sedihnyaaa ;(.. kita memang harus hati-hati ya mba. Dengue fever is happening in many places so we have to be extra careful. I love using this one as well, because it smells good

    ReplyDelete
  8. Jadi inget anakku kecil dulu suka kubalurin minyak telon ini Mbaa. Sekarang gak mau lagi dia, udah gede, hehe. Tapi aku suka aromanya nih :)

    ReplyDelete
  9. Aku udah pernah pengalaman anak kena DBD jadi harus ekstra hati2 ini. Alhamdulillah juga anakku pake my baby sejak lahr.

    ReplyDelete
  10. Salah pencet ya mbak makanya pesan di atas semua kehapus. Saya juga pernah sekali kayak gitu (karena komentar dimoderasi) tapi untung cuma satu saja yang kehapus. Bagusnya sih karena sudah terlanjur di hapus ya dihapusnya secara permanent saja mbak..

    Oia anak saya juga setia pake minyak telon dari my baby ini dan khasiatnya ampuh banget yah Mbak, bisa menghindarkan si Kecil dari gigitan nyamuk. So, emang lebih baik mencegah daripada mengobati dan harus berhadapan dengan penyakit DBD.

    ReplyDelete
  11. Penting bgt nih menghindari dan membasmi nyamuk, ya. Mana lagi zaman wabah demam berdarah begini

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah bunda ga jadi ketar ketir ya Mba udah ada minya telon
    yang bisa menghindarkan gigitan nyamuk yang bahaya ini
    My Baby enak harum baunya.

    ReplyDelete
  13. Aku masih suka wanginya minyak telon padahal udah ga punya baby heheheheh

    ReplyDelete
  14. Dari anak-anakku bayi sampai sekarang masih pakai minyak telon My Baby loh. Selain baunya wangi seger, ada anti nyamuknya juga. Jadi anak-anakku aman deh dari gigitan nyamuk

    ReplyDelete
  15. Produk My Baby ini sejak anakku lahir sampai sekarang usia 3,5 tahun masih jadi pilihanku, Mbak. Biasanya beli yang ukuran paling besar tuh, lumayanlah, 30 ribu. Wanginya pun khas banget. Semua suka.

    ReplyDelete
  16. Sekarang DBD nggak kenal musim Mba. Ga kemarau ga hujan, ada aja kasus DBD di daerah saya huhu. Reminder u lebih ekstra jaga anak

    ReplyDelete
  17. Ya Allah mbak, penyakit demam berdarah ini ngeri ya :(
    Moga2 anak2 senantiasa terlindungi ya mbak dan gak pernah sakit DB. Memang butuh perlindungan, dengan 3M dan Plus. Plusnya harus kita pikirkan sendiri yaaa. Saya jg selalu oles2 minyak telon My Baby Plus ke anak abis mereka mandi biar anget dna terlindungi dari nyamuk.

    ReplyDelete
  18. Yang selalu dihindari itu gigitan nyamuk, mencegah berkembang biaknya nyamuk dengan 3 M trus yang pasti betul banget perlu perlindungan buat menghindari gigitan pakai minya anti nyamuk buat si kecil dan buat kita juga biar terhindar dari DB. H

    ReplyDelete
  19. nyamuk tuh yaaa, kecil-kecil tapi mematikan, huhuhuh.
    paling gemess klo lihat nyamuk beterbangan, langsung tepok aja gitu.
    MY BABY Telon Plus ini wanginya enak, suka jugaaa deh :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…