March 06, 2020


“Percuma hidup sehat, tapi tidak membuat semakin taat.”
Demikian sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Ustaz dr. Zaidul Akbar dalam acara launching buku Jurus Sehat Rasulullah, di area masjid IBF, JCC Senayan Jakarta, pada 29 Februari 2020 lalu. Saya yang mendengarnya tentu saja merasa tertohok. Spontan saya mengucapkan istighfar, astaghfirullah al adzim. 

Ya, Allah, jadi teringat, ketika diri ini sedang sakit, rasanya ingin sekali dekat dengan Allah, begitu sudah sehat, sedikit demi sedikit mulai menjauh. Lalu diberi ujian sakit kembali, dekat kembali, lalu sehat lagi, menjauh lagi. Ya, Allah, sungguh saat itu pula, saya seperti ditamoar bolak balik. Padahal dr. Zaidul Akbar, bicaranya tenang, tapi efeknya langsung menghujam ke dalam qalbu, masyaAllah! Mungkin begitu ya, karakteristik orang yang senantiasa dekat dengan Allah, sekalinya berbicara, dapat menyentuh ribuan bahkan jutaan hati manusia, bi idznillah.

Launching buku Jurus Sehat Rasulullah di IBF 2020
Saya hadir saat itu, mendengarkan beliau di shaf ke-10 area akhwat. Area masjid IBF sore itu padat sekali. Baik di area akhwat maupun di area ikhwan. Sepertinya semua pengunjung IBF tersedot semua perhatiannya ke acara launching buku Jurus Sehat Rasulullah. Beruntung waktu saya sampai, panitia sedang mengatur shaf, sehingga ketika ada peluang, saya masuk ke area akhwat yang masih longgar, agak ke depan dan duduk manis di shaf ke-10. Alhamdulillah ala kulli hal. Sekadar informasi, 4 hari  penjualan buku JSR itu di IBF, terjual 2000 copy, masyaAllah.

Dari fakta tersebut, bisa dimaklumi jika hari itu masjid IBF padat, karena semua ingin mendengarkan langsung pemaparan dokter yang konsen pada bidang kesehatan Islami dan Pengobatan cara Nabi. Beliau menyebutnya Jurus Sehat Rasulullah. Oleh karena itu, banyak yang mengenal beliau dengan sebutan JSR ala ustaz Zaidul Akbar.

Saya mengenal konsep pengobatan Ustaz dr. Zaidul Akbar, dari membaca postingan teman saya di medsos. Teman saya mengaku sedang menjalankan diet ala JSR. Wow, apa itu?

Diet Raw Food

Sejak suami saya mulai merasa obesitas dan kolesterol tinggi, saya mencoba membuat menu diet untuknya, dengan cara diet raw food dan food combining. Kalau saya memang lebih suka makan sayur dan buah segar, artinya saya tidak ada masalah dengan diri saya, hanya saja tidak rutin minum air putih.

Suami saya pernah mengalami kehilangan detak jantung beberapa detik. Menurutnya, bisa jadi karena jantungnya tersumbat. Menurut dokter, hatinya juga penuh lemak  (fatty liver). Alhamdulillah waktu itu, suami lengsung ditangani dan Allah masih memberinya umur panjang.

Sejak saat itu, saya mencoba mengelola pola makannya dengan diet raw food, membuat raw juice,  mengurangi karbohidrat dan menyediakan jenifer (jeruk nipis peres) yang dicampur dengan air hangat setiap pagi.
Setiap hari suami makan buah-buahan seperti buah delima, minum jus sayuran dan buah-buahan, dan makan oat. Alhamdulillah setelah itu, kondisi tubuhnya mulai membaik.

Blender Tomat dan apel
Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena godaan makan itu memang luar biasa ya. Suami saya kadang kangen makan sup tulang Iga, dia masak sendiri, sepanci besar hehe dia juga pandai masak gulai kambing (saat idul kurban). Banyak pantangan akhirnya diabaikan selepas merasa enakan.

Belakangan ini, suami saya juga rutin minum air rebusan jahe, rebusan daun salam, sementara jika saya batuk atau mulai terserang flu, saya mengobatinya dengan campuran jeruk nipis dan madu. Alhamdulillah buat saya sih manjur. Tidak perlu berobat ke dokter. 

Dari dulu, saya paling tidak suka mengonsumsi obat-obatan dari dokter. Kuatir efek sampingnya. Alasannya karena saya tidak rutin minum air putih, sementara untuk mengimbangi efek dari obat-obatan kimia, kita memerlukan cairan yang lebih banyak. Jadi kalau bukan sakit parah, saya menerapi diri dan keluarga dengan membuat racikan obat herbal sendiri. Menyediakan kurma dan madu untuk booster imunitas di rumah.

Setelah mengikuti kajian beliau dan mendapatkan resep-resep sehat dengan bahan-bahan rempah dan empon-empon khas Indonesia, saya baru tahu kalau semua rempah dan empon ini bisa dicampurkan dalam sebuah ramuan jamu. Biasanya saya mencampur buah-buahan dan sayuran dalam diet raw food, ternyata dengan JSR malah lebih lengkap dan lebih aman dibandingkan diet ala-ala lainnya karena kita bukannya menghilangkan makanan yang kita makan, tetapi mengikuti cara Rasulullah, makan secukupnya dan makan tidak berlebihan.

Diet Jurus Sehat Rasulullah

Saya sangat beruntung, karena bisa menghadiri acara launching buku dr Zaidul Akbar, sehingga saya bisa mengenal lebih dekat, Jurus Sehat Rasulullah yang digagas oleh beliau. Saya juga sudah membaca bukunya dan sungguh ini adalah buku yang luar biasa sekali, yang berisi tentang konsep penjagaan dan pengobatan yang didasarkan pada sunnah Rasulullah SAW. 

Jurus Sehat  ala Rasulullah ini berbeda dengan pengobatan ala thibbun nabawi. dr. Zaidul Akbar menyebutkan alasan mengapa beliau memakai istilah Jurus Sehat Rasulullah karena thibbun nabawi cenderung tidak bersinergi dengan pengobatan modern. Di samping itu, istilah thibbun nabawi tidak dikenal di zaman Rasulullah. Oleh karena itulah, beliau mengganti istilah thibbun nabawi dengan Jurus Sehat Rasulullah dengan menggabungkan konsep kesehatan Rasulullah, pengembangan teknologi serta ciptaan Allah SWT. Semua konsep itu dijalankan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan sunah Rasulullah SAW.

Mom Blogger dan Chairman Sygma Media Inovasi: Halfino Berry
Menurut dr. Zaidul Akbar, kunci  dari Jurus Sehat Rasulullah ini,  “Ketaatan mukmin kepada Allah dan Rasulullah akan berujung pada kesehatan yang paripurna, yaitu kesehatan qalbu dan raga.”

Kesehatan qalbu didapatkan dari kebaikan-kebaikan yang dikerjakan oleh seseorang karena qalbu harus terus menerus disuplai dengan amal kebaikan. Kesehatan raga didapat dari makanan dan minuman yang halal, sehat, thayyib dan tidak berlebihan.

Zaman sekarang orang lebih fokus pada penjagaan dan pengobatan pada penyakit raga, tetapi abai kepada kesehatan dan pengobatan pada qalbu.

Jauh sebelum dunia kesehatan kita maju, dunia modern mengenal mandi dan table manner,  1400 abad yang lalu, Rasulullah telah mengajarkan kepada para sahabatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan, makan makanan yang halalan thoyyiban dan tidak berlebihan. Sehinggalah generasi pertama Islam menjadi generasi yang paling kuat dan ditakuti pada zamannya. MasyaAllah. Merekalah muslim yang dicintai oleh Allah, yaitu muslim yang kuat. 


Tentang Buku Jurus Sehat Rasulullah

Buku Jurus Sehat Rasulullah
Buku Jurus Sehat Rasulullah ini bukan buku baru sebenarnya. Buku hasil buah pemikiran dr. Zaidul Akbar ini pernah terbit di penerbit Syaamil pada tahun 2012. Tahun ini kemudian diterbitkan kembali dengan berbagai perubahan dan penambahan di dalam buku, seperti hard cover yang lebih cantik dan eye catching, isi yang lebih tebal (315 halaman), lebih sistematis dan lebih enak dibaca.

Buku ini diawali dengan pemaparan tentang masalah kesehatan kita pada saat ini. Masalah utama pola makan kita adalah asal makan dan makan terburu-buru. Sehingga pola makan yang seperti ini hanya akan mengakibatkan, setelah makan kita menjadi mengantuk. Padahal pada kondisi yang normal, ketika tubuh diberi asupan makanan, maka seharusnya tubuh menjadi berenergi dan menghasilkan gerak. Tapi yang terjadi sekarang adalah kebanyakan kita, setelah makan, menjadi mengantuk. 

“Perut yang sudah bermasalah tidak bisa mencerna makanan dengan baik. Penyebab perut yang bermasalah adalah cara makan dan makanan yang salah.”

Manusia memiliki 3000 enzim dalam perutnya. Dan mereka bekerja siang malam untuk mengelola lebih dari 25 ribu reaksi kimia enzim dalam tubuh kita. Mengapa enzim bermasalah? Karena kita makan-makanan yang bercampur dengan makanan olahan yang mengandung bahan-bahan pengawet, penyedap, dan perisa yang mengganggu kerja enzim, termasuk obat-obatan.

Menurut ustaz dr. Zaidul Akbar, makanan yang sehat berasal dari makanan yang alami (living food), tinggi kandungan gizi, tumbuh di tanah dan bermineral tinggi, cukup mendapat suplai sinar matahari, tidak banyak mengalami pengolahan dan tidak menggunakan bahan sintetis.

Pada bab ini dibahas tentang produk olahan, susu, daging-dagingan, udang dan alpukatm gula putih, biji-bijian dan kulit, salah kaprah mengenai pencucu mulut, makanan teroksidasi, radikal bebas, kulit manggis dan kuman dan bakteri.

Bab selanjutnya dari isi buku JSR ini adalah:

  • Profil generasi terbaik zaman Rasulullah
  • Jurus menyehatkan qalbu ala Rasulullah
  • Jurus menyehatkan raga ala Rasulullah
  • Mengonsumsi makanan halal dan thayyib
  • 5 kunci sehat membangun gen yang sehat
  • Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah
  • Mewujudkan generasi baru peradaban emas Islam


Intinya, buku ini mengajak dan mendorong umat untuk kembali kepada panduan kesehatan yang sejalan dengan Al Quran dan sunah Rasulullah. 
Tips dari UZA agar tubuh selalu sehat lahir dan batin

  1. Bersihkan dirimu, misalnya untuk raga dengan mandi dan berwudlu, sementara untuk makanan qalbu dengan lebih banyak membaca al quran dan memberikan kebaikan kepada orang lain. Contohnya, ketika kita memiliki kurma, ketika kita memberikan kepada orang lain kurma tersebut, dan orang itu merasa senang, kebaikan kita itu akan membuat hati kita pun menjadi bahagia karena telah berbagi kepada sesama manusia. Ini yang dimaksud dengan membersihkan qalbu. Kebaikan-kebaikan yang kita perbuat akan membuat qalbu menjadi sehat. Sehat qalbu dan raga. Bersihkan diri juga bisa dengan membersihkan harta dari harta yang tidak halal, membayar zakat dan gemar bersadaqah, mengonsumsi makanan yang halal dan thoyyib serta tidak berlebih-lebihan.\
  2. Isi Tubuhmu dengan bahan baku. Tubuh kita terdiri dari asam amino, maka isilah dengan asam amino yang terbaik yang telah Allah ciptakan, yaitu kurma dan madu. Konsumsi asam amino terbaik ini setiap hari agar tubuh senantiasa menjadi sehat dan kuat.
  3. Dekat dengan Rabbmu. Semakin sehat seorang mukmin, dia akan semakin dekat dengan Rabb-nya. Sungguh amat sangat merugi ketika dia sehat, dia jauh dari Allah. Maka mukmin yang sejati adalah semakin dia sehat, semakin dia dekat dengan Allah, bukan sebaliknya. Ketika sakit, ingat mati dan mendekatkan diri kepada Allah, begitu sehat, kembali melupakan Allah, astaghfirullah al adzim.
Untuk menjaga kesehatan raga tentu kita harus makan-makanan yang bergizi dan seimbang, sementara untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kita memerlukan suplemen vitamin. Alhamdulillah negeri kita merupakan negeri yang subur makmur, hingga dikiaskan, jika tongkat ditancapkan ke dalam tanah, makan tongkat itu akan berbuah. Ya, kan tongkatnya dari dahan pohon singkong hehehe tapi bener lho, saya naburin biji papaya, eh gak lama kemudian tumbuh pohon papaya, masyaAllah.

Btw, untuk booster imunitas diri, ini ada resep yang saya ambil dari IG winda.samantha, beliau mendapat resep booster imun ini dari ustaz Zaidul Akbar untuk mencegah segala macam virus masuk ke dalam tubuh, termasuk yang sedang mewabah saat ini, virus corona Covid-19. Bahan-bahan ramuan ini ada di sekitar kita dan termasuk yang harganya murah (eh itu mah dulu ya hehe)

Minuman Booster Imunitas Tubuh

gambar: IG; winda.samantha



1 ruas jari kunyit
1 ruas jari jahe
½ batang serah
1 batang kayu manis
3 iris temulawak
Seduh semua bahan, lalu setelah hangat, beri madu, minum menjelang tidur malam hari.


Untuk menghindari virus menular, jangan bosan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali sehabis bepergian atau bertemu orang lain, memakai masker jika sakit batuk atau pilek agar tidak menularkan virus kepada orang lain.







Spesifikasi Buku Jurus Sehat Rasulullah
Penulis: dr. Zaidul Akbar
Penerbit: PT Sygma Media Inovasi
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 316 



Buku JSR ini bisa didapatkan langsung ke penerbit Syaamil dengan harga 99K, untuk pembelian dalam masa promosi kita juga mendapatkan poster yang berisi Tips Jurus Sehat Rasulullah.

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Sri Widiyastuti . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates