Pengalaman Berobat Mata di Klinik Kimia Farma Bogor

13 comments
Assalamu'alaikum, Moms! Hari ini saya akan bercerita pengalaman berobat mata di Klinik Kimia Farma Bogor. Di masa pandemi Covid-19 begini, tentu menjaga kesehatan amat sangat penting sekali. Tentu kita akan kesulitan sekali jika ada anggota keluarga yang sakit non Covid dan harus membawanya ke dokter. Perlu strategi dan juga mengetahui, rumah sakit atau klinik mana yang menangani pasien non covid.

Ini juga yang harus saya hadapi. Qodarullah Si Teteh, anak nomor 2 saya menderita sakit mata. Jadi matanya ini mengalami mata merah yang tidak sembuh dengan ditetesi obat mata yang dijual bebas di pasaran. Sudah hampir 2 bulan matanya merah terus. Kadang jernih lagi, tapi terus merah lagi. Kata si Teteh sih, matanya gatal, jadi dia gak tahan kalau tidak mengucek matanya. Padahal ini yang tidak boleh dilakukan. Tangan kotor yang dipakai mengucek mata akan menyebabkan infeksi pada mata.

Pengalaman Berobat Mata di Klinik Kimia Farma Bogor

Sebagai orang tua tentu saja saya khawatir. Saya melaporkan kepada suami. Awalnya pak suami bilang itu biasa, nanti juga sembuh dengan obat tetes mata yang dia sering pakai. Tapi intuisi saya sebagai ibu berontak. Ini ada yang salah dengan matanya. Tidak cukup ditetesi obat mata. Dia harus diperiksa oleh dokter yang berpengalaman. 

Namun, saya juga ragu. Apakah anak saya nanti aman setelah berobat ke klinik. Satu-satunya klinik yang bisa saya tuju adalah faskes pertama BPJS, yaitu Klinik Kimia Farma Bogor di Jalan Haji Djuanda Bogor. Tapi bagaimana kalau habis pulang dari berobat, terus anak saya terinfeksi? Apalagi yang diperiksa itu kan mata. Virus bisa saja masuk lewat mata. Hiiy, amit-amit yaa.

Duh, saya benar-benar serba salah. Kalau anak ini tidak diperiksa ke dokter, nanti tambah parah matanya. Tapi kalau periksa mata, apakah dia aman dari virus Covid 19? Benar-benar seperti makan buah simalakama. Meski saya enggak tahu wujudnya buah ini, tapi beneran deh, ini buah pengen banget saya buang jauh-jauh! 

Akhirnya, sebelum memutuskan berobat ke dokter spesialis mata, saya buka-buka referensi tentang penyakit mata merah dan penyebabnya. Seperti biasa lewat Mbah Google. Ada beberapa yang membuat saya sedikit agak tenang. Tapi juga ada juga yang membuat saya makin was-was. Jadi setelah saya baca beberapa referensinya, langsung saya tutup saja laman itu. Saya serap ilmunya sebagai pengetahuan dasar sebelum mengantar anak ke dokter. 

Penyebab Mata Merah

Dari beberapa referensi yang saya baca di laman kesehatan online, penyebab mata merah karena terjadinya pembengkakan atau pelebaran pada pembuluh darah di dasar selaput putih mata. Kondisi mata merah ini bisa disebabkan oleh debu atau partikel asing yang masuk ke dalam mata, infeksi, cedera pada mata, alergi dan mata kering.
Penyebab mata merah

Kemungkinan besar adalah mata kering karena pembelajaran PJJ telah dilakukan selama 1,5 tahun. Anak-anak kerap menatap screen komputer terlalu lama karena tugas-tugas PJJ melalui komputer. Apalagi si Teteh kan SMK jurusan Multimedia. Jadi pekerjaannya ya di depan screen komputer terus. Ditambah lagi sekarang sedang masuk fase Prakerin (Praktek Kerja Industri) yang dilakukan secara online. Jadi dia kerja di depan komputer dari pagi hingga sore menyelesaikan tugas/orderan dari tempat magangnya. 

Inilah ya, kelebihan dan kekurangannya teknologi. Kalau tidak dipergunakan, kita akan ketinggalan zaman. Jika dipergunakan, kerusakan pada organ tubuh tidak bisa dihindari. Dulu kita hanya dihadapi pada pengendalian TV pada anak-anak. Sekarang semua serba digital. Jadi mau tidak mau kita harus menggunakannya dan mengetahui cara sehat menggunakan teknologi. Salah satunya, jangan lupa berkedip agar mata tidak kering. Mudah sih ya, tapi kadang suka lupa kalau sudah asyik. 

Cara Berobat di Klinik Kimia Farma Bogor di Masa Pandemi Covid-19

Di bawah ini saya akan share pengalaman saya berobat sakit mata di klinik Kimia Farma Bogor. Jadi sebelum mengantar anak saya ke dokter, saya berpesan padanya untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan. Baik selama di klinik maupun sepulang dari klinik. Alhamdulillah, anak-anak saya menurut dan gak pernah bosan dengan petuah emaknya sebelum keluar rumah. 

1. Daftar lewat telpon +6285774116313

Pertama saya coba menghubungi nomor telpon klinik Kimia Farma yang saya miliki. Sebagai pelanggan faskes 1 tentu saya harus memiliki nomor ini yaitu +6285774116313. Namun ternyata nomor ini tidak ada WAnya dan hanya pesan suara saja.

2. Daftar langsung ke Klinik Kimia Farma Bogor

Suami saya mendaftar langsung ke Klinik Kimia Farma Bogor di Jalan Haji Djuanda Bogor. Klinik buka pukul 08.00 pagi. Letak klinik ini di depan Kantor Pos Pusat Bogor. Kantor Pos ini berada di dekat istana Bogor dan juga Kebun Raya Bogor.

3. Periksa Online untuk Dokter Umum

Di klinik, suami mengabarkan bahwa praktik dokter umum di Klinik Kimia Farma Bogor selama masa pandemi dilakukan secara online. Jadi anak tidak perlu dibawa ke dokter. Jadi dari Klinik pak suami meminta foto kondisi mata anak terkini. Pada saat suami mendaftar memang belum mengajak si teteh. Lumayan sulit juga ya memotret mata. Kuatir salah diagnosis sebenarnya sih. Cuman apa boleh buat. Ini yang bisa dilakukan untuk merawat mata merah si Teteh. 

4. Obat resep dari Dokter

Setelah pemeriksaan secara online, dokter memberikan obat yang diresepkan dokter. Ada dua obat. Pertama obat tetes mata yang harus diaplikasikan ke mata 2 tetes 3xsehari. Kedua obat anti alergi. Obatnya hanya untuk 3 hari. Jika keluhan masih terasa, seperti biasa, kembali lagi ke dokter. Semoga sih tidak perlu, yaa. Obatnya manjur. Amiinn.

Alhamdulillah, akhirnya si Teteh bisa berobat meskipun online. Matanya sudah diberi obat yang sesuai dengan kondisi matanya. Selain berobat mata ke dokter, saya pun memberikan suplemen untuk kesehatan mata, Vito Mata. Ini adalah suplemen yang mengandung madu dan buah Blueberry. Saya memberikan suplemen mata tidak hanya untuk Teteh saja, namun juga untuk semua anak-anak. Semoga dengan ikhtiar ini mata anak-anak tetap sehat dan tidak perlu ada yang harus periksa lagi ke dokter mata. Cukup sekali saja.

Nah, Moms, moga sharing pengalaman berobat mata di Klinik Kimia Farma ini bermanfaat untuk Moms dan keluarga. Semoga kita semua selalu dijaga kesehatannya oleh Allah dan diberi keselamatan selama masa pandemi ini. Jangan lupa, Moms. Pandemi Covid 19 masih belum usai. Tetap disiplin terapkan protokol kesehatan di mana pun berada yaa.

Salam Sehat dan Bahagia selalu,
Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia sebagai diaspora.Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

13 comments

  1. Semoga cepat pulih ya teteh. Memang kita suka ragu2 ya mba, kalo mau ke dokter karena situasinya seperti ini. Saya mau periksa gigi aja masih maju mundur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, was-was kalau berurusan dengan RS sekarnag, tidak seperti dulu ya.

      Delete
  2. di era pandemi ini, screen time anak2 kan makin banyaaaakk, sekolah dan ngapain aja online mulu.
    no wonder mata jadi ada keluhan.
    semogaaa selalu sehaatt ya

    ReplyDelete
  3. Aku baru tahu mba kalau bisa periksa mata di Klinik Kimia Farma mba. Di dekat rumah juga ada. Makasihinformasinya, mba. Kalo boleh tahu, bayar berapa ya mba ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau faskes 1 BPJS, periksa di Klinik Kimia Farma bebas biaya ummi. Jadi biayanya 0 rupiah.

      Delete
  4. aku pakai kacamata sejak kelas 3 SD mba dan dilalahnya anakku yang besar juga sama. Dan kita mulai dari minu 1.5. Padahal saat itu masih belum masa PJJ. Kita memang suka bac dan sepertinya kalau baca kondisi tidak selalu ideal atau kurang cahaya

    ReplyDelete
  5. kalo udah urusan mata emang nggak bisa disepelein sih ya mbak, btw mbak, layanan periksa mata ini tuh kira-kira ada di semua cabang klinik kima farma ga sih?

    ReplyDelete
  6. Ya Allah, iya yaa..
    Kudu banget anak-anak diingatkan untuk menjaga kebersihan tangan dan merawat kesehatan mata dengan menggunakan gadget sesuai kebutuhan.

    Syafakillahu untuk ananda.
    Jadi diingatkan kembali sama kak Sri.
    Syukron wa jazzakillahu khoiron katsiron, kak.

    ReplyDelete
  7. Intuisi dari seorang ibu tuh biasanya kuat ya teh. Jangan diremehkan. Jangankan sakit mata, kadang orang tua anak sakit pilek aja juga sudah khawatir ya. Hehe.

    Sekarang klinik atau rumah sakit banyak yg sudah menerapkan 4 cara untuk melakukan pengobatan di atas. Jadi pilih aja sesuai dgn waktu dan kegiatan yg bersangkutan yaa.

    ReplyDelete
  8. Aku baru tau kalau di Klinik Kimia Farma ada spesialis mata. Makasih infonya kak

    ReplyDelete
  9. ah baca berobat mata aku jadi kya diingetin nih xD aku pengen ganti lensa kacamata, kya nya silinderku naik, hiks.. eh aku baru tau bisa periksa mana di klinik, aku biasanya ke optik, hehe..

    ReplyDelete
  10. Baru tahu di kimia farma juga bisa mba Tuti. Allhamdulilah lekas pulih dan sehat beraktivitas lagi. Ibuku kemarin priksa gigi juga tapi dokter belum mau nyabut mba

    ReplyDelete

Post a Comment