Resep Oseng Paria Kaya Manfaat

25 comments

Assalamu'alaikum, Moms! Minggu ini everyday oseng paria! Jadi saya share saja resep oseng paria kaya manfaat ini, ya. Siapa tahu ada yang doyan paria juga. Eh meskipun pahit, namun paria kaya manfaat lho. Salah satunya adalah menurunkan berat badan! Yippii! Diet enak ini namanya, bener gak?

Berawal dari request pak suami, membuat oseng paria. Seperti biasa, setiap pekan do'i kan yang belanja ke pasar. Dan pulang-pulang membawa paria, buanyakkk! Beli 2 kilo. "Wah, ini buat apaan, Bi?" tanya saya kuatir. "Ya, buat dioseng dong. Buat Abi." Begitu jawabnya. Singkat dan padat.

Ya sudah, everyday deh oseng-oseng paria. Bumbunya sederhana saja, bawang bombay, kadang juga cuma bawang putih, cabe rawit, merica, gula garam, penyedap rasa dan dikasih tambahan telur. Pertama kali buat oseng-oseng paria, saya khususkan untuk do'i saja. Maklum di otak saya sudah terpatri dengan tenang, paria pahit. Titik. Saya tidak suka. Hari berikutnya buat lagi, saya pun ikutan makan. Coba sedikit. Hmm ... enak juga. Meskipun pahit, kok enak, ya. 

Resep oseng paria kaya manfaat
oishi oseng paria

Hari berikutnya saya oseng paria agak banyak. Dari sebiji setiap kali pak suami makan, berikutnya 2 biji, 3 biji sampai 4 biji. Buat saya dan dia. Wah, prestasi banget! Iya, lho, Moms. Beneran. Setelah makan sekali, ternyata paria ini enak dimakan dengan nasi hangat. Apalagi oseng paria ini pedas dari cabe rawit dan perpaduan dengan bawang putih goreng yang aromanya mengundang selera! 

Makanya ya, ada peribahasa: kalau benci jangan benci banget, karena kalau sudah cinta norak banget! hahaha

Paria Pahit Kaya Manfaat

Paria Pahit Kaya Manfaat
credit: wikipedia
Sebelum saya share resepnya, lebih baik kita kenalan dulu dengan paria, yuk! Paria, pare atau nama Ingrisnya bitter Mmlon or momordica charantia (latin) adalah tanaman sayuran merambat yang masih keluarga mentimun. Dengan tubuh yang mirip mentimun namun bergerigi ini paria berasal dari Afrika, kemudian tersebar di Asia, Afrika dan Karibia. Konon, paria banyak diolah menjadi makanan di Asia Timur, Asia Tenggara dan Asia Selatan. Makanya, ketika saya tinggal di Jepang dan Malaysia, Paria juga dijual di dua negara tersebut. Di Jepang, paria dikenal dengan nama goya. Di Jepang, Korea dan China, paria dimanfaatkan sebagai obat, seperti obat pencahar, gangguan pencernaan, perangsan muntah dan minuman untuk menambah semangat. Obat-obatan ini dikemas dalam bentuk kapsul sebagai obat jamu atau herbal (Wikipedia).

Fakta Nutrisi Paria/Bitter Melon

Dikutip dari harian Tribunnews.com paria yang pahit ini mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh seperti vitamin A, vitamin B6, kalsium, magnesium, kalium dan fosfor. Selain kandungan seratnya yang tinggi, paria juga kaya akan gizi. Setiap 100 gram paria mengandung energi 34 kkal, protein 1.1 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 6,8 gram, kalsium 45 mg, fosfor 64 mg, besi 1,4 gram, retinol mcg, thiamine 0,08 mg dan asam askorbat 52 mg.

Manfaat Paria untuk Kesehatan Tubuh

Beberapa manfaat yang saya kumpulkan dari berbagai referensi selain menjadi obat gangguan pencernaan, juga bermanfaat untuk menyehatkan usus, membunuh cacing kremi yang menghuni usus, menghindarkan diri dari sakit diabetes dan sekaligus mengobatinya, menangkal radikal bebas dalam tubuh, menurunkan berat badan dan mengobati asma.

Wah, banyak sekali manfaat sayur pare atau paria ini, yaa. Jadi meskipun pahit, paria ini jangan diabaikan ya, Moms. Karena paria kaya manfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Oke, mari kita mulai masak!

Resep Oseng Paria Kaya Manfaat

Bahan:

Bahan yang dibutuhkan dalam membuat oseng paria.

  • 2-4 buah paria, belah dua, buang bijinya, 
  • 4 siung bawang putih, cincang
  • 5 buah cabe rawit (atau sesukanya), iris tipis
  • 2 buah cabe merah besar, buang biji, iris menyerong
  • Gulgar dan penyedap secukupnya
  • Merica secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya
  • 2 butir telur

Cara membuat:

Cara membuat oseng paria ini cukup mudah.

  1. Tumis bawang putih hingga harum tapi jangan gosong. Masukan telur dan aduk hingga rata. 
  2. Masukan cabe rawit dan cabe merah, aduk-aduk hingga rata.
  3. Masukan paria, beri merica, gulgar dan penyedap rasa.
  4. Masak hingga paria agak layu. Kalau saya sih, lebih suka parianya masih kres-kres renyah.
  5. Sajikan dengan nasi hangat.

Nah, demikian Moms, resep oseng paria kaya manfaat ini. Caranya mudah banget. Gak pake lama-lama. Ini pas banget buat yang pengen diet sehat. Pak suami kadang juga suka dicemilin saja. Jadi hanya makan oseng paria saja tanpa karbo (nasi). 

Oiya Moms, selain dioseng, apakah ada yang mengolah paria dengan cara lain? Yuk, sharing!

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

25 comments

  1. Ini menu sayur favorit. Oseng oseng pare dan biasanya plus teri medan, makin maknyus. Pahit yang kaya manfaat ya Bu. Salam sehat

    ReplyDelete
  2. Pengalaman di luar negeri waktu kerja di Hong Kong dan Taiwan, Paria alias Pare ini dimasak tumis dengan tausi (kedelai hitam yang sudah difermentasi), atau dimasak tumis dengan telur asin.
    Kalau saya di kampung, paria ditumis dengan ikan teri.
    Kalau lagi ada bumbu lengkap, dikukus saja, terus buat sambel pecel. Jadi mirip yg di bakso tahu, cuma ini dominan parenya aja. Hebehe

    ReplyDelete
  3. Meskipun pahit paria bermanfaat banyak buat kesehatan ya. Saya jarang masak ini. Karana pahitnya itu, lha pas suami juga ga mau..ya sudah. Padahal kalau di rumah Ibu, ibu biasa bikin nih. Tapi ga kuat pahitnya saya

    ReplyDelete
  4. oseng paria memang enak ya mba.. apalagi kalau pedees. Aku suka banget dan bagus untuk yang mengidap diabetes katanya

    ReplyDelete
  5. sukaa oseng pare... walo pait tapi nagih dan kaya manfaatnya yaa.
    di rumahku pare lebih laku kalo dikukus bareng somay. makannya pake bumbu somay juga. anak2 mau makan pare kalo dicampur sama somay :D

    ReplyDelete
  6. Waah..ini salah satu sayur favoritku mbak. Tapi kalau langsung dimasak aku belum pernah coba sih. Biasanya kuremas-remas dulu irisan pare pakai garam untuk ngilangin pahitnya. Campur teri medan sama kasih cabai yang banyak....duh maknyossss yaaa...
    Btw, beberapa hari lalu anakku menyebut pare sebagai ketimun. Waktu aku bilang itu pare, dia ngeyel karena pare kan mirip ketimun (bentuknya).
    Waktu itu aku kok ga kepikiran kalau pare sekeluarga sama mentimun (padahal kan postur tanamannya memang miri ya...)...Hahaha, berasa makin absurd sebagai lulusan fakultas pertanian.

    ReplyDelete
  7. Aku makan paria biasanya kalau lagi beli siomay dan itu wajib ada si paria tapi kalau bikin sendiri olahan paria malah belum pernah. Boleh juga ini nanti eksekusi resepnya di rumah.

    ReplyDelete
  8. Kalo saya juga ditumis mba. Tapi saya remes2 dengan garam dulu buat ngurangin pahitnya.
    Br tau kalo ditumis bs dikasi telur. Coba aaah

    ReplyDelete
  9. Aduuh kalo pare aku nyerah deh mbak. Mulutku ga bisa nerima krn beberapa x nyobain tu yg puahit banget rasanya jd sampe skr ogah kalo suruj nyoba lagi heheheh

    ReplyDelete
  10. Nama lain pare itu paria toh. Baru tahu nih. Hmm, oseng pare yang dicampur sama ikan asin kecil-kecil, saya doyan banget, Mbak. Bisa nambah nasinya.

    Pare ini manfaatnya banyak ya, walau rasanya pahit.

    ReplyDelete
  11. Sama mba akupun seminggu sekali harus Ada ongseng Paria..klo Aku ngomongnya..

    kadang ku campur Tempe atau teri Juga enak... Dan buatnya aga pedes dikit

    ReplyDelete
  12. Pare direbus aja saya suka hehehe. Apalagi dioseng begini. Bakal suka banget, deh

    ReplyDelete
  13. Kalau aku nyebutnya bukan Paria mbak, tapi Pare..
    Waktu aku masih menyusui aku sering banget makan tumis Pare, dan itu ngefek banget buat produksi ASI ku

    ReplyDelete
  14. waktu kecil almarhum bapak saya pernah nanam sayur ini mbak, makanya sering makan. setahu saya kalau yang warnanya putih itu lumayan pahit sedangkan yang hijau gak.

    ReplyDelete
  15. Aku suka banget paria meskipun rasanya agak pahit. Paling suka kalo dimasak oseng atau direbus campuran dengan siomay dan bumbu kacang. Hm..lezat dan sehat ya. Konon bisa juga untuk obat malaria

    ReplyDelete
  16. Nyebutnya "paria" ya, kalau aku nyebutnya "pare"
    Aku dulu gak suka krn pahit kan, lama2 tau caranya supaya gak terlalu pahit. Paling suka kalau dikasi irisan cabe, ditambahin teri, dan potonga blimbing wuluh atau pete. Hadeuh jd laper kan ngomongin ini hehehe

    ReplyDelete
  17. Persis seperti versinya Bapak rahimahullah, sayur paria atau sayur pare ini terasa lebih enak bila dioseng. Bapak dulu suka sekali juga dengan pare. Dan penelitian Bapak, kalau makan sayur pare, nyamuk gak akan mau gigit.

    **di Surabaya tuh, nyamuknya ganas-ganas, kak..
    Bikin bentol di banyak tempat dan tipikal nyamuk pejuang 45. MashaAllah~

    ReplyDelete
  18. Kalo di Bengkulu,di beberapa kabupaten menyebutnya ini Prio atau ada juga pare, aku dan suami termasuk yang suka makan menu masakan ini. seringnya beli sih mba, sepeorsi doaang

    ReplyDelete
  19. Meskipun pahit, saya dan suami menyukai paria apalagi ditumis dan dicampur dengan tempe duuh sedapnya.

    ReplyDelete
  20. Wah paria atau pare pernah ada pohonnya di depan rumah. Kesukaan di keluarga kami oseng pare pedas dengan mi bihun. Bisa nambah-nambah terus ini sama nasi anget. Hahaha. Tapi masakan kayak gini jarang banget ada, harus nunggu kakak iparku untuk masakin wkwkwk.

    ReplyDelete
  21. Kalau di Jawa selain dibikin oseng, pare juga familiar dimasak dengan cara dibuatin isian sambal kelapa yang ditaruh di tengah pare, terus dikukus. Apa tuh namanya aku lupa mba. Berhubung aku ga doyan, ya jadinya ga pernah masak kayak gitu. :)

    ReplyDelete
  22. Aku baru tau kalo Pare adalah Paria hehehe. Aku sendiri sampai dengan sekarang belum pernah nyobain Paria Mba, masih takut takut gitu hahaha.

    ReplyDelete
  23. Wah paria, aku suka. Aku gak pernah deh masak paria. Aku biasanya beli matang aja. Takut gak bisa. Soalnya kalo beli enak banget rasanya. Udah gitu jadi gak terlalu pahit. Tuh kan jadi kepengen deh makan paria. Nyari ah buat makan siang. :D

    ReplyDelete
  24. jujur belum pernah masak pare, hihi ... ga kuat pahitnya sih.
    pernah coba makan pare sekali doang waktu beli somay. Makan sambil merem melek menahan pahit.

    ReplyDelete
  25. Aku suka banget bikin masakan seperti ini. Meskipun pahit banyak manfaatnya buat kesehatan. Memang harus pinter mengolahnya agar rasa pahitnya tidak terlalu terasa. Jadi pengen buat nih.

    ReplyDelete

Post a Comment

iframe komentar