Pengalaman Vaksinasi Covid-19 Dos 2 Bekas Suntikan Memar Sebesar Koin

17 comments
Pengalaman vaksinasi covid-19 dos 2

Pengalaman vaksinasi Covid-19 dos 2 bekas suntikan memar sebesar koin 5 sen duit Malaysia. Memang ya, Moms, setiap orang memiliki pengalaman berbeda-beda setelah vaksinasi Covid-19. Baik itu pengalaman ketika dos 1 dan dos 2. Nah, pengalaman saya setelah suntik vaksinasi dos 2 ini memang unik. Setelah tiga hari mendapatkan vaksinasi, bekas suntikan memar sebesar koin. Kecil sih dan tidak menimbulkan nyeri. Namun agak aneh saja, karena tidak biasanya habis vaksinasi memar begitu. Tapi setelah saya telusuri, ternyata memang ada beberapa orang yang mengalami hal yang sama dengan saya dan itu tidak berbahaya.

Karena di postingan saya pengalaman vaksinasi Covid dos 1 saya bilang akan menceritakan pengalaman saya mendapatkan suntikan vaksin Covid 19 dos 2. Jadi biar impas utang tulisan saya, saya akan menuliskan pengalaman saya disuntik vaksin Covid-19 dos dua ini. Aih kesel banget ya selalu ada pengulangan kata. Gak efektif banget sih, ya. hehe intinya mah saya mau ceritain semua pengalaman saya waktu di disuntik vaksin tahap kedua dengan Sinovac. Oke!

Hari Kedua: Vaksinasi Covid-19 Dos 2 

Tanggal 6 Mei 2021, saya meluncur bersama anak saya yang sulung, diantar oleh pak suami ke RS Salak yang berada di Jalan Jendral Sudirman Bogor. Ternyata sama dengan hari pertama vaksinasi Covid-19 pada bulan April lalu, meski masih pagi, tetapi masyarakat yang mengantre sudah mengular. Saat itu tempat menunggu tidak diberi tenda. Orang-orang duduk di sekitar ruangan tempat pendaftaran dan tempat suntik. Memang disediakan kursi, tapi terbatas dan panas karena tidak diberi tenda. Jadi kebanyakan mereka lebih suka duduk atau berdiri di tepi-tepi jalan karena lebih teduh. Pukul 09.00 pagi, tapi meja registrasi masih dipersiapkan. Semua orang nampak tidak sabar. Begitu sampai di tempat vaksinasi, saya mendaftarkan nama saya dan nama si kakak. Tidak ada petugas yang berjaga, karena sedan sibuk menyiapkan segala macamnya. Sepertinya kurang siap atau bagaimana, saya juga kurang paham. Saya mendaftarkan nama karena seorang ibu menyapa saya dan menyuruh saya menulis nama di secarik kertas. 

Lalu, pukul 09.00 lebih, barulah petugasnya duduk manis dan memanggil kami satu per satu. Waktu itu saya dan si kakak kebagian nomor 100 an. Ya gapapa, yang penting vaksinasinya cukup untuk semua orang. Saya dan si kakak berusaha bersabar. Semakin siang, meski masih pagi, matahari begitu terik menyengat. Alhamdulillah pemeriksaan cepat dan proses penyuntikan juga lancar. Sehingga sampai pukul 10 saya akhirnya dipanggil juga. 

Alur Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Dos 2

Alur pendaftarannya hampir sama dengan pendaftaran vaksinasi covid-19 dos 1 ya, Moms. Jadi urutannya moms mendaftarkan nama dulu di meja registrasi. Di hari kedua ini kita tidak mendapatkan nomor. Jadi, ingat-ingat saja, nomor antrean waktu kita menuliskan nama di meja registrasi. Tapi ini mungkin setiap tempat berbeda yaa. 

Ketika dos 2 ini saya sudah mengisi kuisioner dari rumah, sehingga tidak perlu menulis lagi di tempat registrasi. Isi kolom pertanyaan yang diajukan. Bawa kertas itu bersama dengan kartu vaksin dos 1 dan salinan KTP.

Tak lama kemudian saya dipanggil dengan si kakak. Ada kejadian yang lucu sekaligus membuat saya tersipu. Ketika akan diperiksa, saya ditanya, "itu temannya?" hah? saya enggak ngerti, jadi saya balik bertanya, "siapa, bu? itu anak saya yang sulung." Si Ibu yang bertanya kepada saya, melihat kepada saya dan tertawa. "Punten, nya, parangsa teh temannya." hehe saya pun jadi ikut-ikutan ketawa sambil tersipu malu-malu kucing hehe

Waktu akan diperiksa kelengkapan administrasi, seorang bapak petugas yang memeriksa bertanya, "Ibu dra, ya. Guru bu?"tanyanya. Saya jawab, "Bukan, Pak. Saya mah ibu rumah tangga." Si bapak memperhatikan KTP saya. Lalu ujarnya, "Sayang yaa, kirain dra jadi guru."

Lalu saya menimpalinya sambil tersenyum, "Iya saya guru di rumah, Pak, gurunya anak-anak."  Si bapak tertawa. Katanya, "Sae Bu. Sae!" (Bagus Bu, bagus!)

Itulah suka duka menjadi ibu rumah dengan titel sarjana. Terkadang banyak yang menyayangkan gelar yang dimiliki. Padahal gelar atau titel itu hanyalah sebuah gelar keilmuan. Semakin tinggi ilmu kita bukan berarti kita stagnan di rumah. Karena kita bisa berkontribusi di mana saja. Baik di rumah sebagai pendidik anak-anak dan juga di lingkungan sekitar. Bekerja juga bisa dilakukan dengan fleksibel karena fitrah kita seorang wanita dan seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya di rumah agar bisa mengantarkan anak-anak menuju masa depannya (karena masa depan anak-anak juga masa depan bangsa). Bukan sebagai pencari nafkah yang notabene adalah tugas dan kewajiban seorang kepala keluarga. Cmiiw.

Baiklah, kembali lagi kepada pengalaman saya mendapatkan vaksinasi Covid-19 dos 2. Alhamdulillah acara penyuntikan pun lancar. Malah saya tidak merasakan disuntik. Tahu-tahu selesai saja. Udah aja. Eh, kapan disuntiknya. Bu dokter atau perawatnya ketawa melihat saya kebingungan. "Sudah selesai, Bu!" Yah, padahal si Abi belum sempet mengabadikan penyuntikan kedua. Sempetnya divideoin katanya heuheu. Ya sudah, nanti crop aja dari video, jadi foto.

Setelah disuntik, seperti biasa kita menunggu dulu selama 15 menit agar ketika ada keluhan/ KIPI bisa segera ditangani. Alhamdulillah saya dan si kakak selama masa observasi itu tidak ada keluhan. Selama menunggu, saya dan kakak iseng foto-foto, apalagi coba yang bisa dilakukan. Setelah mendapatkan bukti bahwa saya dan si kakak sudah divaksin covid-19 dos 2, kami pun kembali ke rumah dengan tenang. 

Pasca Vaksin Covid-19 dos 2, timbul memar di bekas suntikan

Setelah divaksin, saya  mandi seperti biasanya. Menerapkan protokol kesehatan setelah keluar rumah. mandi membersihkan seluruh tubuh dari kepala hingga ujung kaki. Alhamdulillah tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Namun ketika hari ketiga bekas suntikan saya memar sebesar koin 5 sen duit Malaysia. Tidak sakit sih dan tidak ada keluhan lainnya. Sayangnya itu memar enggak saya foto. Jadi saya tidak punya bukti, deh. Nah, memar itu hanya bertahan dua hari saja. Alhamdulillah setelah itu bekas suntikan tidak meninggalkan bekas apapun.

Menurut hasil penelusuran saya, seperti dilansir dari Kompas.com ternyata ada juga warga net yang mengalaminya seperti yang saya alami. Nah, kata bu Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes timbulnya memar pada bekas suntikan vaksin Covid-19 dos 2 dikarenakan gangguan saat proses penyuntikan. Memar itu tidak akan berlangsung lama. Akan hilang dalam waktu 2 minggu.

Kalau memar yang terjadi di lengan saya, alhamdulillah gak lama sih, hanya dua hari, langsung hilang lagi. Cuma agak kaget saja awalnya. Tapi tidak ada keluhan lain seperti pegal dan sebagainya. Hanya merasa heran saja ada memar di bekas suntikan.

Nah, demikian pengalaman saya mendapatkan vaksinasi covid-19 dos 2. Semoga Moms dan teman-teman yang  membaca dan belum divaksin tidak merasa cemas. Karena vaksinasi itu tidak seseram apa yang dibayangkan, kok. Malah cepet banget prosesnya. Cuma memang harus sabar sih menunggu antreannya. Namanya juga vaksin gratis, kan? 

Yuk, yang belum vaksinasi, segera datang ke pusat vaksinasi terdekat di kota kalian. Agar semua warga Indonesia semua mendapatkan vaksinasi dan kita terbebas dari Virus Corona yang meresahkan juga mencemaskan ini. Semoga setelah semua divaksin, pandemi segera usai dan kita kembali berkehidupan yang normal lagi.

Nah, buat Moms dan teman-teman yang sudah divaksin, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yaa. Agar kita semua bisa menjaga satu sama lain. InsyaAllah kita akan bisa keluar dari pandemi ini dengan sehat selamat dan bahagia. Aamiinn.

Salam sehat dan bahagia,

Sri Widiyastuti

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia sebagai diaspora.Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

17 comments

  1. Wah, bisa memar sebesar koin ya Bu, semoga tidak da efek ikutan lainnya. Kalau saya efek vaksin ke 2 hampir sama dengan efek vaksin AZ yang 1, mengantuk luar biasa dan dilanjutkan dengan tidur 1 harian. Akhirnya ijin tidak masuk kantor, gara gara tidak kuat menahan kantuk. Salam sehat dan selamat beraktifitas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bisa ya mengantuk seharian pak. Memang pengalaman vaksin macam-macam ya pak. Alhamdulillah bapak bisa istirahat jadinya yaa. Kalau saya memar seperti dicubit pak. alhamdulillah tidak ada efek lainnya. iya pak salam sehat selalu ya

      Delete
  2. Efek dari vaksin setiap orang tidaklah sama, ada yang berasa pegal beberapa hari, ada mengantuk, ada yang merasa lapar tapi semua tidak berbahaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar banget mas. efek vaksinasi memang unik ya dan setiap orang berbeda-beda dan tidak berbahaya.

      Delete
  3. wah... kalo saya suntikannya tidak ada bekas mba. Beda2 ya pengalamannya :) Tapi Alhamdulillah sudah beres vaksin ya mba...

    ReplyDelete
  4. Mpo tidak Ada gangguan pada bekas suntikan/memar . Cuma meriang aja habis suntikan pertama atau kedua. Cuma dikompres air panas pakai handuk kalau memar di bekas luka.

    ReplyDelete
  5. Jawab mbak Sri: DRA Di Rumah Aja hahaha
    Bapaknya juga kepoh sekali ya wkwkw
    Wah iya efek vaksin beda2 ya
    Aku juga waktu itu dipesenin sama yang nyuntik kalau ada memar atau bengkak buat jaga2 disuruh kompres air hangat
    tapi untungnya gak ada kipi gtu mbak
    Pdhl pas vaksin pertama mbaknya agak susah nyari pembuluh darahku yg emang kecil, aku dr dulu kalau suntik atau opname pakai jarum anak kecil hehe

    ReplyDelete
  6. Efeknya memang tergantung kondisi badan kita ya Mba... Aku alhamdulillah ga kerasa apa-apa hanya pegel sehari an lah hehe....

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah ya vaksinnya udah lengkap. aku baru vaksin pertama dan yg kedua aku gagal vaksin karena demam, batuk dan pilek.

    vaksin pertama ga ada efek apa2 cuma makan saya yg jadi banyak. ga tahu nih, nanti vaksin kedua efeknya kaya gimana. doain semoga lancar ya.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah ya vaksinnya udah lengkap. aku baru vaksin pertama dan yg kedua aku gagal vaksin karena demam, batuk dan pilek.

    vaksin pertama ga ada efek apa2 cuma makan saya yg jadi banyak. ga tahu nih, nanti vaksin kedua efeknya kaya gimana. doain semoga lancar ya.

    ReplyDelete
  9. wah kaget juga pasti mba kalo aku ngalami kayak gitu. aku alhamdulillah ngga ada kipi berarti, paling nyeri ama sempet nggreges aja efek dari nyeri. tapi vaksin kedua ini aku mengalami jadwal menstruasi yang mundur

    ReplyDelete
  10. Senang ya kalau udah vaksin. Jadi berasa lebih tenang menurutku. Bagaimanapun mungkin pada bbrapa orang ada KIPI. Aku pribadi abis vaksin kedua berasa pegal sekali tanganku

    ReplyDelete
  11. Waktu vaksin dosis kedua, cara nyuntiknya beda mba klo menurutku. Jadi kulit yang di lengan itu kayak dijumput atau ditarik dikit gitu, baru kemudian dilakukan suntikan. Makanya rasanya lebih pegal dibandingin yang dosis 1 yang sama sekali ga kerasa apa2. Tapi bisa jadi orang lain enggak gini yaaa... jangan2 perasaanku saja. :)

    ReplyDelete
  12. ya ampuuun beneran sampai begitu mba. aku lahamdulillah dua kali vaksin all good dan lancar, hanya yang kedua agak ngantuk sedikit aja

    ReplyDelete
  13. Efeknya bikin khawatir yaa, kak..
    Tapi semoga sehat selalu.

    Tapi ini beneran bikin aku tersipu juga nih.. "Itu temannya?"
    Hihii...kak Sri pasti terlihat seperti anak remaja niih..

    ReplyDelete
  14. Efek vaksin memang beda-beda di tiap orang ya mbakk...
    kalau aku pribadi, vaksin nggak berpengaruh yang keliatan secara fisik, cmn pegel2 aja di tangan.

    ReplyDelete

Post a Comment