Oshogatsu

Post a Comment

Setelah kemarin saya ngomongin soal nen gajyou alias kartu ucapan selamat tahun baru di Jepang, kali ini saya mau ngomongin Oshogatsu.

Oshogatsu adalah merayakan tahun baru di Jepang. Oshogatsu biasanya dirayakan selama 3 hari, yaitu tanggal 1 sampai tanggal 3 Januari. Namun masyarakat Jepang ada yang merayakan sepanjang bulan Januari.

Kalau saya sendiri, selama oshogatsu biasanya jalan-jalan ke mall, karena masih banyak barang yang dilelang event end year sale, terus suka ada festival tahun baru gitu. Seperti gambar di bawah ini, ada pertunjukan taiko, yaitu pertunjukan alat musik seperti bedug besar yang ditabuh secara bersamaan. Waktu itu saya menonton di Bellmall, sebuah pusat belanja besar yang dekat dari rumah saya.

Kalau kalian sering mendengarkan musiknya Kitaro pasti ngeh deh dengan gaya musik taiko ini, karena sering ada di alunan musiknya.

oshogatsu
Taiko di Bellmall, Utsunomiya tahun 2005

Oshogatsu wa nan desu ka?

Oshogatsu adalah perayaan tahun baru di Jepang yang dirayakan dari tanggal 1 sampai 3 Januari. Tak hanya 3 hari itu saja, namun juga dirayakan selama bulan Januari. 

Sebelum tahun baru, biasanya oang Jepang membersihkan rumah, sama seperti yang sering kita lakukan ketika menjelang bulan Ramadhan. Kegiatan membersihkan rumah menjelang tahun baru ini namanya osoji. 

Osoji adalah tradisi membersihkan rumah menjelang perayaan oshogatsu. Kegiatan membersihkan rumah, dari menyapu, mengepel, membersihkan rumah dari debu dan lain-lain dimaksudkan untuk membersihkan diri dan menghapus keburukan di tahun sebelumnya dan memulai tahun baru dengan suasana yang lebih bersih dan segar.

Sama mungkin ya dengan kita, ketika menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri kita juga melakukan "osoji" ini, namun dimaksudkan dengan tujuan lain, bukan untuk menghapus keburukan, namun untuk menyambut bulan yang mulia dan siap menyambut tamu yang akan datang ke rumah.

Tradisi osoji dalam menyambut oshogatsu ini dilakukan turun temurun. Jadi ketika jelang oshogatsu rumah menjadi bersih dan suasana hati juga menjadi lebih baik sehingga siap mengarungi hari di tahun baru.

Tak hanya osoji yang dilakukan jelang oshogatsu, orang Jepang juga mengirimkan nen gajyou kepada keluarga, teman dan kerabatnya. Selain itu untuk membersihkan diri, orang Jepang juga membayar semua hutang-hutang agar di tahun baru tidak ada beban utang yang membuat berat kehidupan di tahun yang baru.

Setelah itu mereka makan osechi bersama-sama. Osechi adalah makanan tardisional Jepang untuk menyambut tahun baru di Jepang. Biasanya disajikan di dalam wadah yang cantik berisi berbagai menu masakan untuk merayakan tahun baru. 

Orang Jepang biasanya merayakan tahun baru hari pertama (ganjitsu) bersama dengan keluarga. Agendanya makan osechi bersama dengan keluarga.

Makanya pada libur tahun tahun baru biasanya mereka mudik ke kampung halaman, agar bisa bersama-sama merayakan tahun baru bersama dengan keluarga.

Oiya, mungkin teman-teman ingin tahu apa saja isi dari osechi ryori atau menu makanan tradisional yang disantap saat tahu baru di Jepang.

Osechi Ryori: Hidangan Tradisional Menyambut Tahun Baru

Awalnya osechi ryori tidak beragam. Hidangan utamanya adalah Nimono, yaitu campuran rebusan sayuran yang direbus dengan soyu atau sake dan bumbu manis lainnya. Namun saat ini hidangan perayaan tahun baru berbagai jenis. 

osechi ryori
credit: https://livejapan.com/en/in-tokyo/in-pref-tokyo/in-tokyo_train_station/article-a0000769/
Sama dengan di Indonesia, beberapa menu makanan yang dihidangkan di perayaan tahun baru mengandung makna bagi mereka.

Menu hidangan tahun baru itu melambangkan harapan orang Jepang dalam menyambut tahun baru. Biasanya juga mengikuti sejarah dan kebiasaan dari wilayah-wilayah yang ada di Jepang. Namun pada umumnya memiliki filosofi yang sama.

1. Kuromame, yaitu kacang hitam yang manis. kacang hitam ini melambangkan kesehatan.

2. Kamaboko, fish cake atau kue ikan yang berwarna merah muda dan putih melambangkan matahari pertama yang terbit di tahun baru. Warna pink melambangkan keberuntungan dan menangkal roh jahat. Sementara itu, warna putih melambangkan kesucian.

3. Kazunoko, telur ikan herring berwarna kuning. Hidangan ini umumnya dibumbui kecap asin. Kazunoko melambangkan kesuburan karena jumlah telur ikan herring ini jumlahnya banyak.

4. Kurikinton, makanan yang dibuat dari ubi manis (satsumaimo) dan kastanye (kuri). Kinton berasal dari kata kumpulan emas, yang berarti makanan manis ini melambangkan harapan dan keinginan untuk mendapatkan kekayaan, keberuntungan dan kesuksesan dari segi finansial di tahun baru.

5. Ebi atau udang yang dimasak dengan soyu atau shake ini melambangkan umur panjang. Udang yang memiliki sungut panjang itu diibaratkan janggut yang panjang, jadi orang Jepang berharap bisa berumur panjang hingga kakek nenek (punggung bungkuk dan bersurai panjang).

6. Tazukuri adalah baby fish atau bayi ikan teri yang dipanggang yang disiram kecap manis dan ditaburi wijen. Tazukuri artinya membuat sawah, ini melambangkan panen yang melimpah.

7. Namasu, adalah salad yang dibuat dari parutan wortel dan lobak putih lalu dibumbui cuka dan ditaburi wijen hitam. Namasu ini kombinasi oranye dan putih melambangkan kebahagiaan.

8. Konbu, adalah sejenis rumput laut yang biasa disajikan basah maupun kering. Konbu seringkali dikaitkan dengan frase 'yorokobu', yang artinya kebahagiaan dan kegembiraan.

9. Gobo, sejenis tanaman umbi/akar yang dihidangkan dengan cara diparut memanjang seperti wortel, lalu direndam dalam cuka dan wijen, lalu ditiriskan. Gobo melambangkan kesehatan dan panen yang banyak di tahun mendatang. 

10. Datemaki, adalah menu makanan yang terbuat dari telur dadar manis campuran udang atau terasi yang digulung. Hidangan ini melambangkan keberuntungan di bidang akademik.

11. Subasu, menu hidangan perayaan tahun baru ini berasal dari akar bunga teratai yang dibumbui dengan cuka. Subasu melambangkan masa depan yang lancar dan sukses.

12. Renkon no netsune, terbuat dari akar teratai yang ditumis dan dibumbui kecap manis. Sama dengan subasu, renkon no netsune ini melambangkan masa depan yang cerah.

Itu dia tentang perayaan oshogatsu dan menu makanan tradisional osechi ryori yang disajikan ketika merayakan osogatsu.Semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu dan tetap semangat berkarya dan penuh dengan kebaikan.

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

Post a Comment