Nen Gajyou

Post a Comment

Nen Gajyou. Pagi di awal tahun baru 2023 di sekitar tempat tinggalku dinginnya sampai ke tulang sumsum. Tahun baru kali ini sepertinya saya tidak begitu antusias merayakan. Selain karena hujan yang terus mengguyur kota tempat tinggalku, namun juga mungkin sebab faktor usia. Jadi seharian hanya bergelung di dalam selimut sambil bercanda dengan si bungsu.

Nen Gajyou
Saya habiskan waktu di dalam selimut sambil cerita masa kecil saya dengan si kecil. Ditingkahi hujan yang sesekali gerimis, sesekali mengguyur lebat, sesekali juga terdengar suara kodok berbunyi di antara suara gericik hujan.
 
Ah, bunyi-bunyian di antara hujan kadang membuat laci memori diam-diam terbuka dengan sendirinya. Romantisme pun menguar mengeluarkan aroma masa lalu.
 
Dulu, zaman masih sekolah, setiap menjelang akhir tahun, saya dan teman-teman merencanakan untuk melakukan berbagai kegiatan seperti jalan-jalan, ngobrol ngaler ngidul sambil menunggu pesta kembang api. Demikian juga ketika anakku masih kecil-kecil, kita tak pernah melewatkan melakukan kegiatan bersama menunggu malam tahun baru.
 
Bahkan pernah juga berlibur ke Afamosa, Malaka  setiap jelang pergantian tahun. Pertama kali ke Afamosa ketika mengikuti suami raker akhir tutup tahun. Lalu berikutnya sengaja ke sana bersama dengan kolega suami.

Belakangan ini, jalan-jalan menjelang akhir tahun mulai berkurang. Apalagi dengan cuaca yang kurang bersahabat, sehingga kami memutuskan untuk berlibur di rumah saja selama akhir tahun ini.

Selama bergelung di selimut hangat, saya jadi teringat waktu kami menghabiskan waktu tinggal di Jepang. Bulan Desember di Jepang itu pas banget saat itu musim dingin. Jadi selama kami di rumah, yang kami lakukan adalah mengurung diri di selimut tebal di atas futong yang diletakkan di atas karpet penghangat. 

Jadi satu-satunya tempat hangat di rumah kami saat itu, ya tempat tidur, karena dialasi karpet hangat. Keluar dikit aja, langsung berubah suhu, brrr ..

Musim dingin pemandangannya kadang-kadang cantik, namun kadang juga suram karena pohon-pohon botak, diselimuti salju tipis. Terkadang jika salju turun agak tebal, jalanan menjadi putih semua, dan menyisakan es yang licin.

Makanya di sana itu, tiap musim dingin, ban-ban mobil dikasih pengaman agar tidak mudah tergelincir. Saya juga menghindari jalan-jalan jika salju mulai mengeras. Karena khawatir tergelincir.

Nah, selain ingat musim dingin waktu tinggal di Utsunomiya, jelang tahun baru juga kita punya aktivitas yang menarik, mengirimkan Nen Gajyou atau kartu ucapan selamat tahun baru.

Iseng saya buka kotak kenangan saya waktu saya tinggal di Jepang. Di dalam kotak itu masih ada beberapa kartu ucapan yang dikirim oleh professornya suami, Bu Komori dan dari Bismah san, teman saya muslimah Jepang yang mualaf. MasyaAllah, jadi natsukashi nee.

Rasanya bagaikan mimpi pernah tinggal di sana, tapi nyata karena ada berbagai kenangan yang saya simpan dalam kotak bekas cemilan di sana.

Alhamdulillah, meski akhir tahun selalunya merasa tersiksa karena dingin, namun ada kehangatan setiap kali kami berkumpul di rumah salah teman kami. 

Pernah kumpul di rumahnya Rani yang menikah dengan Hide san, orang Jepang asli. Keluarganya hangat dan suka sekali dikunjungi oleh kami. Di Utsnomiya tempat saya tinggal, ada keluarga campuran Indonesia Jepang yang menjadi teman kami, keluarganya Narti, Didi, Wida, mbak Ratna, Bismah san, Fatimah san, Bu Komori dan teman-temannya. Kalau ingat mereka, rindu dengan masa-masa kami bersama.

Oiya kembali lagi ke Nen Gajyou, kartu ucapan selamat tahun baru ini saya pelajari di kelas bahasa Jepang yang diampu oleh ibu-ibu volunteer. Mereka mengajari kami dengan percuma alias gratis. Balasannya adalah pertemanan kami. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan guru-guru yang baik dan menyenangkan.

Selain belajar bahasa, saya dan guru-guru saya ini sering mengadakan acara pertukaran kuliner, mereka juga mengajak kami mengikuti berbagai festival dan acara volunteer yang diadakan oleh kantor kecamatan (shiyakusho) dan sebagainya. Jadi betah tinggal di sana.

Baiklah karena vibesnya masih tahun baruan, saya ingin mengucapkan:

Akemashite Omedetou Gozaimasu

Yoi o-toshi o omukae kudasai!

Kotoshi mo yoroshiku onegaishimasu 

- Sri Widiyastuti -

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

Post a Comment