March 20, 2019


Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...

Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal ini akan meningkatkan kemampuannya dalam belajar. Dannn ..anak-anak jadi makannya semangat dan banyak!

Seneng lihat anak-anak makannya banyak, ini waktu si kakak dan teteh kecil, makan di sushi-tei. Liat tuh makannya segut banget heuheu

Banyak faktor yang memengaruhi hilangnya tradisi baik ini, kesibukan kedua orang tua, peraturan yang longgar sehingga anak-anak bisa makan dimana-mana, di ruang tivi, di sofa ruang tamu, di lantai dll. Atau sebab lain, karena setiap keluarga tentu punya alasannya masing-masing ya.

Setelah saya renungkan, bener juga itu artikel, duh seperti sedang dijewer sayatu. Jadi sebelum semua menjadi kebiasaan buruk dan tidak bisa diperbaiki, mumpung anak-anak masih kecil, saya pun membuat peraturan di rumah. Makan harus di meja makan!

Makan di klinik saat uminya abis lahiran si abang. Semangat banget makan barengan di meja. Sambil cerita-cerita.
Sekarang saya mencoba menghidupkan kembali tradisi makan bersama di meja makan. Memang tidak mudah mendisiplinkan diri dan anak-anak, karena sebelumnya kita longgar dengan peraturan di rumah. Makan boleh dimana saja. Anak-anak pun mudah teralihkan fokusnya dengan hal lain. Misalnya, gadget, televisi, buku dan lain-lain. Hal ini bisa dilakukan dengan kesepakatan bersama. Jam makan, makan di meja makan.

Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk membuat anak-anak taat pada peraturan makan di meja makan.

1. Saya mengubah tata letak meja makan di rumah saya.

Meja makan saya letakkan di ruangan yang sama dengan meja belajar mereka. Dimana di ruangan itu ada multimedia, anak-anak bisa menonton film kesukaannya juga di situ, selepas makan. Jadi pas jam makan, film dipause dulu. Kalau sudah makan dilanjutkan lagi.


pengen punya meja makan seperti ini dan rumah yang seluas dan sebersih ini, kapan yaaa?

2. Menyediakan makanan saat jam makan tiba.

Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan mencoba disiplin menyediakan makanan saat jam makan tiba. Jadi kan anak-anak semuanya ngumpul (karena udah kelaperan hihihi). Alhamdulillah, cara ini lumayan berhasil. Konsekuensinya, saya  harus teratur memasak untuk keluarga. Untuk ide masakan, saya kadang menu seingetnya, by request anak-anak atau mencarinya di buku masak. (lap kerimget hihihi)

Dalam kegiatan makan bersama di meja makan ini, banyak cerita yang saya dengar dari anak-anak. Atau saya yang menceritakan kisah masa kecil saya sampai mereka terpingkal-pingkal karena merasa lucu. Sebenernya saya ingin menyentuh hati mereka lewat storytelling, bagaimana anak anak zaman dahulu bermainnya asyik banget di luar rumah, tanpa gadget tapi mampu dan berhasil di masa depan.

makan bersama itu menyenagkan, bisa cerita apa saja saat ini
Diskusi paling menarik adalah menceritakan bagaimana bahan makanan sampai di rumah. Proses-proses yang begitu sangat menarik untuk dibahas. Dan saya selalu tertarik untuk menyadarkan anak-anak yang suka memilih-milih makanan atau enggan menghabiskan makanannya. Bersyukur dengan makanan yang ada dan memunculkan empati kepada orang-orang yang kekurangan makanan.

Lewat makan bersama banyak hal yang bisa dilakukan, dari mulai diskusi ringan sampai mendengarkan curhatan mereka. Eh kadang emaknya juga suka curhat sih ^_^

Pernah si sulung bertanya, "Umi katanya gak bisa masak, kok sekarang bisa masak?"

Saya sampaikan kepada si sulung, begini:"Kak, ini yang namanya kompetensi. Jika kita tidak memiliki potensi sebagai ahli masak, karena sudah menjadi tugas seorang ibu menyediakan masakan lezat bergizi kepada keluarga, maka Umi mengerahkan segala daya dan upaya untuk menjadi seorang ahli masak. Potensi yang tadinya tidak muncul, maka lambat laun akan muncul karena dilatih setiap hari. Begitulah jalan seseorang yang ingin meningkatkan kompetensinya. Ia melakukan latihan berulang-ulang hingga mendekati expert!"

Si kakak mengangguk-angguk. Semoga ia mengerti, bahwa menjadi seorang ibu itu tugasnya banyak. Ratu keluarga, manajer keluarga, ahli keuangan, dokter keluarga, konsultan pendidikan dan ahli masak dong hehhee

Saya belum jadi ahli masak sih, masih terus belajar. Lagipula, sekarang apa-apa kan semakin mudah, ya. Bumbu masak juga banyak yang instan, jadi tidak perlu takut, mengalami kegagalan dalam memasak.

Saya paling suka masak Sup, anak-anak juga suka sup buatan saya. Saya mendapatkan resepnya dari mama saya. Tapi, ya gitu deh, sekarang saya mencari praktisnya saja. Meminimalisir mengulek bumbu, andalan saya adalah memberikan cita rasa kepada masakan yang saya buat dengan menambahkan bumbu masak instan yang beredar dipasaran.

Saya menambahkan Masako, bumbu penyedap masak pada masakan saya. Masako sekarang hadir dengan resep baru, menghasilkan kaldu yang lebih lezat dengan  rasa asin dan gurih yang pas. Masako dibuat dengan daging dan bahan alami pilihan. Banyak dijual di toko, di pasar atau warung dekat rumah. Harganya pun terjangkau, serencengan isi 12 sachet  ukuran 10 gram, hanya Rp5000.


Masako, bumbu penyedap masak, menambah rasa gurih yang pas dalam masakan saya ^_^
Mungkin ada yang penasaran dengan menu masakan yang sederhana di rumah saya. Boleh .. boleh .. saya share di sini yaa :-)

Anak-anak saya suka banget makan sup, baik itu sup ayam maupun sup daging. Tapi yang daging sapi memang gak sesering sup ayam. Alasan anak-anak karena males mengunyah daging sapi. Saya coba siasati dengan mengambil daging tetelan (daging yang ada lemaknya) dan dipotong kecil-kecil sebagai kaldu dikuahnya. Resep sup daging saya dapatkan dari almarhumah mama saya. Saya suka sup mama saya dan alhamdulillah anak saya juga suka sup buatan saya. Moga menjadi amal jariyah untuk mama karena saya share di sini. Ammin 

Fakta Kesehatan Daging Sapi

Daging sapi banyak manfaatnya untuk tubuh kita, apalagi bagi anak-anak dimasa pertumbuhan. Daging sapi mengandung lemak, zat besi, zinc dan vitamin B. Lemak berperan dalam melindungi organ-organ dalam tubuh. Zat besi berfungsi untuk perkembangan maksimal otak. Zinz atau seng diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu vitamin B untuk memperkuat fungsi syaraf, daya ingat dan konsentrasi. Ini yang sering saya sampaikan kepada anak-anak, agar mereka tidak memilih-milih makananan.


Resep Sup Daging Tetelan

Bahan:
250 gr daging sapi tetelan
1 genggam wortel, potong menurut selera
1 genggam buncis, potong menurut selera
1 buah kentang, potong dadu
bawang daun dan seledri secukupnya
5 buah bawang merah iris tipis, goreng menjadi bawang goreng.
2 sachet Masako bumbu penyedap masak rasa daging sapi





Cara membuatnya:
1. Rebus daging sapi tetelan dalam air yang mendidih sampai daging empuk.
2. Masukan wortel, masak sekitar 10 menit.
3. Masukan kentang, masak sekitar 7 menit.
4. Masukan bawang daun, seledri dan buncis, masak sekitar 1 menit.
5. Masukan Masako bumbu penyedap masak sebanyak 2 sachet. Aduk rata.
6. Matikan api, taburi dengan bawang goreng.
7. Sajikan selagi hangat.

sup daging tetalan dengan Masako bumbu penyedap masak yang menyelerakan rasa 

Nak, Moms, resep kedua ini, tumis daging sapi iris dengan sayur pokcoy. Anak-anak gak begitu suka sayuran kecuali brokoli, wortel, kentang, buncis yang dibuat sup. Nah, agar anak-anak juga merasakan enaknya makan daging sapi irish/filet dengan sayuran, maka saya perkenalkan pokcoy. Sayuran pokcoy ini masih saudaranya sawi putih dan sawi hijau, tapi rasanya lebih enak dibandingkan sawi hijau, tidak pahit.

Alhamdulillah masih ada yang suka ada yang enggak sih. Tapi Saki suka. Apalagi dengan ditambah dengan Masako, rasanya sedap dan gurihnya pas.

Fakta Kesehatan Sayur-sayuran Hijau

Sayuran merupakan salah satu bahan pokok makanan utama karena kandungan nutrisinya yang baik bagi tubuh. Manfaat sayuran hijau antara lain: kaya akan zat antioksidan, Klorofilnya mencegah kanker, sumber zat besi, sumber mineral, cara alami cuci darah, sumber vitamin, melancarkan pencernaan, menurunkan berat badan, dan mempercantik kulit.



Resep Tumis Daging Sapi Iris Pokcoy

Bahan:
250 gr daging sapi has dalam (filet)
1 butir putih telur
3 sdm aci atau tepung sagu
100 ml air
1 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
3 butir bawang putih, cincang halus
3 sdm minyak untuk menumis
3 ikat pokcoy
seledri secukupnya
1 sachet Masako rasa daging Sapi




Cara membuatnya:
1. Masukan daging filet ke dalam telur putih, lalu gulingkan tipis-tipis dalam tepung aci. sisihkan.
2. Panaskan wajan, masukan minyak goreng dan tumis bawang putih. Api kecil ya.
3. Masukan daging, masak hingga matang.
4. Masukan air, saus tiram, kecap manis dan Masako. Aduk rata, masak hingga daging lunak.
5. Tambahkan pokcoy dan seledri, masak sebentar sambil diaduk rata. Matikan kompor. Sajikan selagi hangat.




Sup cocok banget dimakan saat ini, musim hujan, udara dingin, makan yang cair dan hangat bisa menghangatkan badan. Apalagi yang lagi gak enak badan, hidung meler, makan sup bisa memberikan rasa hangat dan mempercepat recovery. Kadang saya tambahkan buah pala, tapi kemarin itu kelupaan hihihi tapi alhamdulillah dengan menambahkan Masako dalam sup, rasanya tetap sedap dan lezat!

Itulah Moms, cara yang saya lakukan agar tradisi makan di meja makan kembali lagi di rumah. Agar ikatan hati kami selalu bertaut dan makin sayang dan cinta karena ada cinta di setiap masakan uminya ^_^

Hm .. Moms, kalau di rumah moms, kira-kira menu andalan yang mengikat rasa di meja makan apa saja? Boleh dong share di sini. Terima kasih, yaa  ^_^

16 comments

Cara masaknya gampang banget dan bahannya juga mudah diperoleh. Aku mau nyoba ah buat masa k di rumah :)

REPLY

Jadi inget pentingnya makan malam bersama keluarga untuk tumbuh kembang anak, aku pernah baca, keluarga yang rutin makan malam bersama, selain memberikan contoh pengalaman masa kecil anak kebersamaan dengan keluarga juga bisa membuat anak bahagia karena bisa berkumpul dengan mama dan papanya.. anak yang bahagia maka akan tumbuh dengan bahagia juga

REPLY

Nyamnyam..saya penyuka daging sapi yang ada lemak-lemaknya. Padahal udah usia kepala 4 harusnya mengurangi sih ya, tapi doyannya malah baru2 ini. Masak sop pake masako itu pas banget deh.

REPLY

Itu sup daging tetelan nya kok bikin aku lapeerrr ya kak. Makasih loh resepnya, cuss lah eksekusi nanti dirumah

REPLY

Kebiasan buruk ak dulu membiasakan anak makan di depan tv, karna kalo mereka makan saya bisa mengerjakan pekeejaan lain ehh keterusan deh, jadi pengen makan keluarga bareng gini

REPLY

Di rumahku acara makan malam adalah momen penting, jadi harus bareng-bareng duduk di meja makan tanpa gawai. Meskipun kadang meja makannya penuh dengan craft juga sih, akhirnya pada duduk di sofa ;p. Tapi tetep bareng dan udahannya otomatis cuci piring masing-masing. Tradisi penting yg harus dihidupkan di keluarga kami

REPLY

Sop itu makanan spesial, bisa jadi obat juga kalau anggota keluarga ada yang kena flu. Memasaknya mudah pula, apalagi pakai masako. Pas banget

REPLY

Iya mbak, yang penting duduk bersamanya itu. Saling pandang saling komentar. Saling mengerti bahwa kita keluarga.

REPLY

Iya mbak, makanan wajib kalau lagi sakit

REPLY

Iya mbak, gurih dan asinnya pas pakai masako

REPLY

It's really a cool and helpful piece of info. I'm happy that you shared this useful information with us.
Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

REPLY

Silakan mbak .. memang dibuat simple banget

REPLY

sama mbak, jadi gak fokus ya, saya juga punya kesalahan yang sama, yuk kita perbaiki bersama sama

REPLY

great submit, very informative. I ponder why the other experts
of this sector do not realize this. You should continue your writing.
I am sure, you've a great readers' base already!

REPLY

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Sri Widiyastuti . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates