March 20, 2019

# Bumbu Penyedap Masak # Makan di Meja Makan

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga


Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...

Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal ini akan meningkatkan kemampuannya dalam belajar. Dannn ..anak-anak jadi makannya semangat dan banyak!

Seneng lihat anak-anak makannya banyak, ini waktu si kakak dan teteh kecil, makan di sushi-tei. Liat tuh makannya segut banget heuheu

Banyak faktor yang memengaruhi hilangnya tradisi baik ini, kesibukan kedua orang tua, peraturan yang longgar sehingga anak-anak bisa makan dimana-mana, di ruang tivi, di sofa ruang tamu, di lantai dll. Atau sebab lain, karena setiap keluarga tentu punya alasannya masing-masing ya.

Setelah saya renungkan, bener juga itu artikel, duh seperti sedang dijewer sayatu. Jadi sebelum semua menjadi kebiasaan buruk dan tidak bisa diperbaiki, mumpung anak-anak masih kecil, saya pun membuat peraturan di rumah. Makan harus di meja makan!

Makan di klinik saat uminya abis lahiran si abang. Semangat banget makan barengan di meja. Sambil cerita-cerita.
Sekarang saya mencoba menghidupkan kembali tradisi makan bersama di meja makan. Memang tidak mudah mendisiplinkan diri dan anak-anak, karena sebelumnya kita longgar dengan peraturan di rumah. Makan boleh dimana saja. Anak-anak pun mudah teralihkan fokusnya dengan hal lain. Misalnya, gadget, televisi, buku dan lain-lain. Hal ini bisa dilakukan dengan kesepakatan bersama. Jam makan, makan di meja makan.

Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk membuat anak-anak taat pada peraturan makan di meja makan.

1. Saya mengubah tata letak meja makan di rumah saya.

Meja makan saya letakkan di ruangan yang sama dengan meja belajar mereka. Dimana di ruangan itu ada multimedia, anak-anak bisa menonton film kesukaannya juga di situ, selepas makan. Jadi pas jam makan, film dipause dulu. Kalau sudah makan dilanjutkan lagi.


pengen punya meja makan seperti ini dan rumah yang seluas dan sebersih ini, kapan yaaa?

2. Menyediakan makanan saat jam makan tiba.

Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan mencoba disiplin menyediakan makanan saat jam makan tiba. Jadi kan anak-anak semuanya ngumpul (karena udah kelaperan hihihi). Alhamdulillah, cara ini lumayan berhasil. Konsekuensinya, saya  harus teratur memasak untuk keluarga. Untuk ide masakan, saya kadang menu seingetnya, by request anak-anak atau mencarinya di buku masak. (lap kerimget hihihi)

Dalam kegiatan makan bersama di meja makan ini, banyak cerita yang saya dengar dari anak-anak. Atau saya yang menceritakan kisah masa kecil saya sampai mereka terpingkal-pingkal karena merasa lucu. Sebenernya saya ingin menyentuh hati mereka lewat storytelling, bagaimana anak anak zaman dahulu bermainnya asyik banget di luar rumah, tanpa gadget tapi mampu dan berhasil di masa depan.

makan bersama itu menyenagkan, bisa cerita apa saja saat ini
Diskusi paling menarik adalah menceritakan bagaimana bahan makanan sampai di rumah. Proses-proses yang begitu sangat menarik untuk dibahas. Dan saya selalu tertarik untuk menyadarkan anak-anak yang suka memilih-milih makanan atau enggan menghabiskan makanannya. Bersyukur dengan makanan yang ada dan memunculkan empati kepada orang-orang yang kekurangan makanan.

Lewat makan bersama banyak hal yang bisa dilakukan, dari mulai diskusi ringan sampai mendengarkan curhatan mereka. Eh kadang emaknya juga suka curhat sih ^_^

Pernah si sulung bertanya, "Umi katanya gak bisa masak, kok sekarang bisa masak?"

Saya sampaikan kepada si sulung, begini:"Kak, ini yang namanya kompetensi. Jika kita tidak memiliki potensi sebagai ahli masak, karena sudah menjadi tugas seorang ibu menyediakan masakan lezat bergizi kepada keluarga, maka Umi mengerahkan segala daya dan upaya untuk menjadi seorang ahli masak. Potensi yang tadinya tidak muncul, maka lambat laun akan muncul karena dilatih setiap hari. Begitulah jalan seseorang yang ingin meningkatkan kompetensinya. Ia melakukan latihan berulang-ulang hingga mendekati expert!"

Si kakak mengangguk-angguk. Semoga ia mengerti, bahwa menjadi seorang ibu itu tugasnya banyak. Ratu keluarga, manajer keluarga, ahli keuangan, dokter keluarga, konsultan pendidikan dan ahli masak dong hehhee

Saya belum jadi ahli masak sih, masih terus belajar. Lagipula, sekarang apa-apa kan semakin mudah, ya. Bumbu masak juga banyak yang instan, jadi tidak perlu takut, mengalami kegagalan dalam memasak.

Saya paling suka masak Sup, anak-anak juga suka sup buatan saya. Saya mendapatkan resepnya dari mama saya. Tapi, ya gitu deh, sekarang saya mencari praktisnya saja. Meminimalisir mengulek bumbu, andalan saya adalah memberikan cita rasa kepada masakan yang saya buat dengan menambahkan bumbu masak instan yang beredar dipasaran.

Saya menambahkan Masako, bumbu penyedap masak pada masakan saya. Masako sekarang hadir dengan resep baru, menghasilkan kaldu yang lebih lezat dengan  rasa asin dan gurih yang pas. Masako dibuat dengan daging dan bahan alami pilihan. Banyak dijual di toko, di pasar atau warung dekat rumah. Harganya pun terjangkau, serencengan isi 12 sachet  ukuran 10 gram, hanya Rp5000.


Masako, bumbu penyedap masak, menambah rasa gurih yang pas dalam masakan saya ^_^
Mungkin ada yang penasaran dengan menu masakan yang sederhana di rumah saya. Boleh .. boleh .. saya share di sini yaa :-)

Anak-anak saya suka banget makan sup, baik itu sup ayam maupun sup daging. Tapi yang daging sapi memang gak sesering sup ayam. Alasan anak-anak karena males mengunyah daging sapi. Saya coba siasati dengan mengambil daging tetelan (daging yang ada lemaknya) dan dipotong kecil-kecil sebagai kaldu dikuahnya. Resep sup daging saya dapatkan dari almarhumah mama saya. Saya suka sup mama saya dan alhamdulillah anak saya juga suka sup buatan saya. Moga menjadi amal jariyah untuk mama karena saya share di sini. Ammin 

Fakta Kesehatan Daging Sapi

Daging sapi banyak manfaatnya untuk tubuh kita, apalagi bagi anak-anak dimasa pertumbuhan. Daging sapi mengandung lemak, zat besi, zinc dan vitamin B. Lemak berperan dalam melindungi organ-organ dalam tubuh. Zat besi berfungsi untuk perkembangan maksimal otak. Zinz atau seng diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu vitamin B untuk memperkuat fungsi syaraf, daya ingat dan konsentrasi. Ini yang sering saya sampaikan kepada anak-anak, agar mereka tidak memilih-milih makananan.


Resep Sup Daging Tetelan

Bahan:
250 gr daging sapi tetelan
1 genggam wortel, potong menurut selera
1 genggam buncis, potong menurut selera
1 buah kentang, potong dadu
bawang daun dan seledri secukupnya
5 buah bawang merah iris tipis, goreng menjadi bawang goreng.
2 sachet Masako bumbu penyedap masak rasa daging sapi





Cara membuatnya:
1. Rebus daging sapi tetelan dalam air yang mendidih sampai daging empuk.
2. Masukan wortel, masak sekitar 10 menit.
3. Masukan kentang, masak sekitar 7 menit.
4. Masukan bawang daun, seledri dan buncis, masak sekitar 1 menit.
5. Masukan Masako bumbu penyedap masak sebanyak 2 sachet. Aduk rata.
6. Matikan api, taburi dengan bawang goreng.
7. Sajikan selagi hangat.

sup daging tetalan dengan Masako bumbu penyedap masak yang menyelerakan rasa 

Nak, Moms, resep kedua ini, tumis daging sapi iris dengan sayur pokcoy. Anak-anak gak begitu suka sayuran kecuali brokoli, wortel, kentang, buncis yang dibuat sup. Nah, agar anak-anak juga merasakan enaknya makan daging sapi irish/filet dengan sayuran, maka saya perkenalkan pokcoy. Sayuran pokcoy ini masih saudaranya sawi putih dan sawi hijau, tapi rasanya lebih enak dibandingkan sawi hijau, tidak pahit.

Alhamdulillah masih ada yang suka ada yang enggak sih. Tapi Saki suka. Apalagi dengan ditambah dengan Masako, rasanya sedap dan gurihnya pas.

Fakta Kesehatan Sayur-sayuran Hijau

Sayuran merupakan salah satu bahan pokok makanan utama karena kandungan nutrisinya yang baik bagi tubuh. Manfaat sayuran hijau antara lain: kaya akan zat antioksidan, Klorofilnya mencegah kanker, sumber zat besi, sumber mineral, cara alami cuci darah, sumber vitamin, melancarkan pencernaan, menurunkan berat badan, dan mempercantik kulit.



Resep Tumis Daging Sapi Iris Pokcoy

Bahan:
250 gr daging sapi has dalam (filet)
1 butir putih telur
3 sdm aci atau tepung sagu
100 ml air
1 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
3 butir bawang putih, cincang halus
3 sdm minyak untuk menumis
3 ikat pokcoy
seledri secukupnya
1 sachet Masako rasa daging Sapi




Cara membuatnya:
1. Masukan daging filet ke dalam telur putih, lalu gulingkan tipis-tipis dalam tepung aci. sisihkan.
2. Panaskan wajan, masukan minyak goreng dan tumis bawang putih. Api kecil ya.
3. Masukan daging, masak hingga matang.
4. Masukan air, saus tiram, kecap manis dan Masako. Aduk rata, masak hingga daging lunak.
5. Tambahkan pokcoy dan seledri, masak sebentar sambil diaduk rata. Matikan kompor. Sajikan selagi hangat.




Sup cocok banget dimakan saat ini, musim hujan, udara dingin, makan yang cair dan hangat bisa menghangatkan badan. Apalagi yang lagi gak enak badan, hidung meler, makan sup bisa memberikan rasa hangat dan mempercepat recovery. Kadang saya tambahkan buah pala, tapi kemarin itu kelupaan hihihi tapi alhamdulillah dengan menambahkan Masako dalam sup, rasanya tetap sedap dan lezat!

Itulah Moms, cara yang saya lakukan agar tradisi makan di meja makan kembali lagi di rumah. Agar ikatan hati kami selalu bertaut dan makin sayang dan cinta karena ada cinta di setiap masakan uminya ^_^

Hm .. Moms, kalau di rumah moms, kira-kira menu andalan yang mengikat rasa di meja makan apa saja? Boleh dong share di sini. Terima kasih, yaa  ^_^

120 comments:

  1. Senengnya kalo semua anggota keluarga bisa makan bersama di meja makan, waktu aku kecil juga seperti itu, makan bareng. Sekarang anak-anak susah diminta makan bareng, klo siang jam pulang sekolah beda, pagi dan malam makannya juga nggak bisa bareng. Jadi makan barengnya kebanyakan kalo pas makan di luar saja. Mungkin itulah yg bikin aku senang klo makan di luar, yg utama bukan makanannya tapi makan barengnya itu. Tapi penginnya sih di rumah aja, selain lebih hemat tentunya juga lebih sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, dulu waktu saya tinggal di malaysia, kegiatan makan bareng di meja makan itu lumayan kompak, tapi semenjak tinggal di indonesia, semua berubah heuheu selain karena gak ada tempatnya buat meja makan, juga anak anak suka makan dimana aja, sesuka mereka. sekarang aku coba atur ulang ruangannya, kebetulan kan ini rumah mertua, jadi beneran harus hati hati mindain tataletak barang juga heuheu alhamdulillah bisa sesuai dengan rencana :-)

      betul banget mbak, makan barenganya itu yang penting dan terpenting makan di rumah kompak, makan bareng, hemat hehe

      Delete
  2. Sop daging memang andalan banget ya, buat menu makan anak-anak. Saya sekarang sedang seneng masak sop denan kaldu dan sayuran yang terpisah Mbak. Jadi, saat mau makan baru deh disajikan dalam mangkok, sayuran dan disiram kaldu dan dagingnya. Jadi, kalau ndak habis, daging bisa dipanaskan. Kalau sayurannya saya masukkan ke dalam lemari es.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah cara baru ya menyajikan sup. sayuran kalau sering dipanaskan juga ga bagus ya mbak. mau aku coba tipsnya ah ...

      kalau di rumah, sementara ini sih,karena banyak pasukannya, sekali keluar itu sup, langsung habis. alhamdulillah :-)

      Delete
  3. Bapak dan ibuku paling disiplin soal makan bersama di meja makan. Menurun ke saya, duh, entah karena memang ndak ada pilihan tak ada meja makan, atau karena suami pulang malam, anak sudah ngantuk. Jadi, saya selalu ajak anak-anak makan sebelum isya. Suamiku pulang setelah waktu isya. Selain meja makan dan makan bersama, menu makan juga menjadi hal yang paling dinanti anggota keluarga, terutama anak-anak ya, Mbak

    ReplyDelete
  4. Enaknyaaaaa...
    Jadi ngiler, apalagi pakai masako ya, makin mantap rasanya.

    Jadi ingat masa kecil kami terasa manis karena kami selalu makan bersama.
    Meskipun sederhana tapi rasanya lebih enak makan bareng gitu

    Duh kangen ortu deh :)

    ReplyDelete
  5. Cara masaknya gampang banget dan bahannya juga mudah diperoleh. Aku mau nyoba ah buat masa k di rumah :)

    ReplyDelete
  6. Di rumah orang tua saya kebiasaan makan bersama itu masih ada. Begitu semua makanan selesai dimasak, mamah selalu memanggil seluruh anggota keluarga untuk makan. Kalau enggak nyamperin bakal dipanggilin terus hehehe. Makanannya bisa apa aja. Tetapi, masakan mamah saya memang enak-enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blogwalking ke sini lagi, ah. Pas bener lagi hujan. Makan sup saat musim hujan memang nikmat, deh

      Delete
  7. Wah sup dagiiiingggg. Enaaakk. Btw aku jadi kangen makan di meja makan. sejak nikah udh nggak pernah. Makan lesehan aja, gitu.

    ReplyDelete
  8. Kebayang, kalau punya ruang makan dengan jendela/pintu kaca lebae gitu, makan akan lebih menyenangkan. Kalau pagi, bisa melihat langit fajar. Kalau malam, bisa menikmati nuansa tenang halaman rumah. Apa lagi kalau makanannya sedap dan makan bersama sekeluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ingat. Sup makanan yang kayaknya paling sering ada waktu kecil. Jadi semacam nostalgia tradisi.

      Delete
  9. Iyah nih Mbak, karena kesibukan ortu kebiasaan kumpul saat makan udah mulai tersingkirkan yaaa. Seringnya urusin makanannya anak2 dulu, mereka beres makan baru ortunya jg makan. Hmm, padahal saat di meja makan itu rasa kebersamaan bisa terjalin. Kita jadi dekat satu sama lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu saya gitu mbak, sekarang mencoba makan barengan. Ntar kalau ada sisa makan anak anak, itu urusan lain wkwkwk

      Delete
  10. Sedep banget makan tetelan di sayur sop. Jadi kebayang2, nih. Apa aku bikin aja ya buat besok?

    ReplyDelete
  11. Di rumah gak ada meja makan. Kalau makan bareng jadi lesehan gitu, hihihi. Karena kesibukan jadi makan masing2. Tapi sesekali makan bareng apalagi dg masakan yang nenggugah selera kaya gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa mbak, makan lesehan malah tambah seru. Yang penting kan kebersamaannya

      Delete
  12. Tradisi makan bersama keluarga itu penting banget mbak, untuk membangun bonding satu dengan yang lain. Apalagi kalau disajikan sup tetelan gini ya ampun bisa rebutan hehe

    ReplyDelete
  13. Sop yang paling sering kalau dirumah, yang simple gampang tapi kayak vitamin hehehhe...
    Masaknya pakai masako juga dong, favorit rasa ayam kalau kami.

    ReplyDelete
  14. Meja makan sudah beralih fungsi jadi mea kera dan makannya lesehan di lantai papan saja, Mbak, he he. Setuju banget dengan tradisi makan bersama itu, bikin keluarga jadi dekat. Sedihnya dulu kala saya masih kecil di keluarga kami tak ada tradisi makan bersama, makanya tak dekat san hangat sebagai keluarga.
    Saya tak selalu makan bareng anak dan suami. Sayanya saja yang kalau pagi hari malah sibuk urus ini-itu, nyurh anak dan suamilah yang sarapan duluan. Atau kala makan sianmg sayanya sudah brunch lalu sibuk kerja di depan komputer.
    Jadi kepikiran untuk nerapin disiplin makan bersama meski entah apakah akan mudah atau tidak. Kami hanya bisa kadang-kadang saja. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah mbak pentingnya makan bersama karena pengalaman masa kecil itu bisa menjadi bekal di masa dewasa

      Delete
  15. Jadi inget pentingnya makan malam bersama keluarga untuk tumbuh kembang anak, aku pernah baca, keluarga yang rutin makan malam bersama, selain memberikan contoh pengalaman masa kecil anak kebersamaan dengan keluarga juga bisa membuat anak bahagia karena bisa berkumpul dengan mama dan papanya.. anak yang bahagia maka akan tumbuh dengan bahagia juga

    ReplyDelete
  16. Nyamnyam..saya penyuka daging sapi yang ada lemak-lemaknya. Padahal udah usia kepala 4 harusnya mengurangi sih ya, tapi doyannya malah baru2 ini. Masak sop pake masako itu pas banget deh.

    ReplyDelete
  17. Iya bener banget makan bersama di meja makan sekarang sudah jarang, paling hari libur aja kalau aku. Eh tapi kadang di meja makan mall makan barengnya :-D
    Jadi harus sering2 masak ya supaya kebersamaan keluarga bisa terus terjaga. Hmmm sup memang makanan fav hampir semua orang ya mbak, praktis juga masaknya apalagi pakai Masako

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ga perlu kuatir masak ga enak, sebab sudah ada Masako yang pas banget bumbunya

      Delete
  18. Saat musim sekolah, biasanya kami makan 2 kali sehari di meja makan. Saat sarapan dan makan malam, alhamdullillah.

    Setuju, suasana di meja makan itu seperti ajang curhat, hahaha...
    Apalagi putriku Yasmin menginjak remaja, banyak sekali cerita yang bisa doi bagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mbak, jadi akrab sama si cantik

      Delete
  19. Kebiasaan yang baik. Belum menjadi budaya di Indonesia. Tapi bisa di coba. Bisa mjd program utk memperarat bonding anggota keluarga

    ReplyDelete
  20. Mantepp Bu Resep dan tips menumbuhkan tradisi makan bersamanya

    ReplyDelete
  21. heem...enaknya kalau bisa selalu makan satu meja makan...secara sekarang anak2 lebih betah makan di mana-mana. yuk ah.jadi semangat lagi nih...

    ReplyDelete
  22. Saya juga rindu makan bareng gini dengan keluarga
    apalagi sudah pada berumah tangga sendiri ya Mba Sri
    Masakannna enak banget itu ada dagingnya, mantep pastinya

    ReplyDelete
  23. Walah iyaaa...sekarang udah jarang makan bareng di meja makan. Suamiku sering luar kota, anak sulung di pondok, palingan makan berdua aja sama si bungsu. Tapi dia lebih seneng makan sambil nonton tv :))

    Sup dagingnya enak niih... Pasti rasa kaldunya gurih ya karena pake Masako.enaaakk... pas kondisi hujan, dingin, makan sup ini bareng2 keluarga tentu menyenangkan bangeeettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, memang perlu waktu khusus ya biar bisa makan bersama keluarga. Apalagi keluarga yang mama papa kerja. Mungkin. Janjian makan berama seminggu sekali. Jadi kayak dating

      Delete
  24. Itu sup daging tetelan nya kok bikin aku lapeerrr ya kak. Makasih loh resepnya, cuss lah eksekusi nanti dirumah

    ReplyDelete
  25. Ramadhan momen yang pas ini 😍😍
    Biasanya momen makan bersama keluarga selalu dilakukan, bahkan keluarga besar juga. Jadi adeknya abah adeknya ummi hadir semua tuh bersama keluarganya 😍

    ReplyDelete
  26. Bener...kak
    Biasanya anak-anak yang memiliki kebiasaan makan bersama di meja makan, akan lebih teratur jadwal makannya.
    Kerasa banget aku juga...sejak pindah rumah.

    Masako selalu hadir bersama Ibu saat memasak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka sama tetelan...
      HIhii~
      Rasanya jadi lebih gurih selain jangan lupa menambahkan Masako, tentunya.

      Delete
  27. Ini tradisi baik yang perlu dipertahankan yaaa mba.. aku juga sukaaa. Tapi seringnya ya kudu acara istimewa biar kumpul

    ReplyDelete
  28. Karena waktu yang tepat utk bicara aealah waktu berkumpul makan eengan keluarga.

    ReplyDelete
  29. Wah.. Bener, mb.. Maem barengan itu seru. Selalu ada cerita out of the box dr anak anak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kadang saya kumpulin cerita cerita anak anak mbak dalam bentuk buku

      Delete
  30. Iya bener sekali.. Saat kecil dulu hmpir slalu makan bersama di kampung.. Sekarang sebisa mungkin jg maem bersama. Slalu ada cerita seru saat maem bersama..

    ReplyDelete
  31. Makan bareng keluarga di satu meja itu memang bikin hangat ya mbak.
    Semua obrolan biasanya keluar.
    Btw, aku masih ada sisa daging, jd pengen bikin sup juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau terbiasa ngobrol makan bareng dengan keluarga nanti saat besar ga masing masing. Selalu bersama dalam suka dan duka

      Delete
  32. Sekarang aku sama suami mulai membiasakan lagi makan bersama di meja makan nih bareng anak-anak, meski hanya saat sarapan. Soalnya kalo malam, ayahnya sering pulang larut jadi jarang ikut makan malam
    Sup itu masakan yg paling sering kumasak, loh. Soalnya paling gampang masaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak, aku juga diusahakan sarapan kumpul semua. Sebab kalau bapaknya kadang suka lembur.

      Delete
  33. Mbak, komen saya apa masuk kotak spam atau masih dimoderasi? Saya khawatir nyasar padahal telah menulis komen panjang. Jadi terpaksa mengulang lagi. Makan bersama memang penting banget meski sangat tak mudah. Semoga saya bisa selalu lakukan hal demikian. Dagingnya enak. Jadi pengen icip, he he. Masako memang bikin masakan lebih mantap rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah mbak, duh maaf ya, sebab aku moderasi hehe

      Delete
  34. Kebiasan buruk ak dulu membiasakan anak makan di depan tv, karna kalo mereka makan saya bisa mengerjakan pekeejaan lain ehh keterusan deh, jadi pengen makan keluarga bareng gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dulu aku gitu, sekarang mulai dijadwalkan agar mereka juga ikut disiplin

      Delete
  35. Kami lebih sering makan bersama sambil ngampar mba..akibatnya meja makan jd tersingkir deh..huhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngampar atau duduk di meja makan, kalau judulnya ngumpul makan bareng ya sama aja mbak. Hehe

      Delete
  36. Memang tradisi makan bareng ini sangat sakral dan maknyes ya di hati. Sangat baik dipertahankan selagi bisa

    ReplyDelete
  37. Terima kasih Ibu Sri, atas tips yg bermanfaat krn sejak ada gadget utk makan bersama dalam 1 meja itu susah.

    ReplyDelete
  38. Terima kasih Ibu Sri, atas tips yang bermanfaat. Sejak ada gadget skr susah mau kumpul makan bersama dalam 1 meja, mudah2an tips ini bisa diimplementasikan.

    ReplyDelete
  39. Setuju mba...makan bersama itu menyenangkan dan sayangnya sudah jarang di keluarga kami yang sudah mencar2..hehe.. Sup nya tampak sangat menggoda nih mba..

    ReplyDelete
  40. Aku kalo numis pokcoy nggak pernah pakai daging, si bungsu suka banget nggado sayuran ini, mbak. Tapi dari kecil emang segala sayur dia suka sih, apalagi kalo pokcoy masak tumis. Wah bisa abisin sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar ada proteinnya mbak dikasih daging.

      Wah seneng ya kalau anak anak suka sayuran tanpa dipaksa.

      Delete
  41. Enak amaaatt sayurnya ada tetelannyaaaa. Aku paling ga bisa masak tetelan. Takut masih bau. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ga mbak, ini aku cuma cuci biasa aja. Btw tetelan yang kumaksudkan bukan yang jeroan sapi ya. Aku ga makan jeroan , geli aja heuheu jadi daging tetelan itu daging yang Deket ke urat dan lemak.

      Delete
  42. Di rumahku acara makan malam adalah momen penting, jadi harus bareng-bareng duduk di meja makan tanpa gawai. Meskipun kadang meja makannya penuh dengan craft juga sih, akhirnya pada duduk di sofa ;p. Tapi tetep bareng dan udahannya otomatis cuci piring masing-masing. Tradisi penting yg harus dihidupkan di keluarga kami

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, yang penting duduk bersamanya itu. Saling pandang saling komentar. Saling mengerti bahwa kita keluarga.

      Delete
  43. Sop itu makanan spesial, bisa jadi obat juga kalau anggota keluarga ada yang kena flu. Memasaknya mudah pula, apalagi pakai masako. Pas banget

    ReplyDelete
  44. Karena hidup terpisah dengan suami, jadinya sekarang susah banget makan bersama. Tapi waktu masih hidup sama orang tua, makan bersama selalu kami lakukan. Dan entah mengapa, makan bersama dan makan sendiri itu beda banget rasanya. Makan bersama, walau makanan dan lauknya seadanya tapi rasanya nikmat banget :)

    ReplyDelete
  45. Salam kenal bunda.

    Benar sekali. Makan bersama menguatkan ikatan hati orang tua Dan anak dengan semua aktivitas di dalamnya.

    Bisa membuka keran-keran komunikasi yang mungkin sebelumnya tertutup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak. Dan ini sungguh menyenangkan plus membahagiakan

      Delete
  46. Di rumah juga belum ada kebiasaan makan di meja makan. Untuk mensiasati agar anak anak makan bersama biasanya saya ajak mereka makan kembulan. Yaitu makan bersama dari satu wadah...

    ReplyDelete
  47. kalua makan bareng or ngeriung itu memang asyik banget mba..bias saling cerita dan mempererat rasa kekeluargaan yaaa

    ReplyDelete
  48. Tradisi makan bersama di meja makan memang penting banget. Saya juga mengusahakan di keluarga kecil saya untuk makan bersama.

    Btw thanks resep masakan andalannya, mbak. Liat gambar di atas jadi ngiler deh pengen cobain sup buatan mbak Sri. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk mbak, sini mampir buat nyobain supnya hehe

      Delete
  49. saya dan anak-anak kalau makan gak pernah di meja makan tapi didepan TV, bukan karena gak mau sih tapi emang gak punya meja makan hehehe tapi kami selalu berusaha makan bersama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa kok kalau adanya ruangan di depan tv. Yang penting kan kebersamaannya .Sehingga anak paham waktu makan, waktu main, waktu belajar dll. Sehingga etika makan juga bisa diterapkan di dalam rumAh dan berguna nanti ketika bersama teman temannya

      Delete
  50. Di rumah sebenarnya ada meja makan tapi ruangan yang sempit membuat kami malas makan di meja makan, jadinya sering makan di ruang keluarga, makan bareng sih tapi ya gitu sambil nonton tv, duh kebiasaan jelek ya, kayaknya mesti menata ulang ruangan deh biar bisa makan bersama di meja makan, masako juga jadi andalanku saat masak nih, praktis bikin masakan jadi lebih gurih dan enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kadang jadi dilema juga ya, ada meja makan tapi ruangan sempit, sementara anak banyak, jadilah tetap di mana mana makannya hehe

      Delete
  51. Enaknya luar biasa makanan yang disantap bersama keluarga tercinta, benar-benar cara manis untuk menyatukan keluarga apalagi santapannya ditambah Masako, maknyess

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ibarat cuma makan sama lauk asin, tapi makannya barengan mah jadi nikmat

      Delete
  52. Saat makan bareng keluarga adalah saat paling intim ya. Aku seneng deh apalagi kalau seluruh keluarga besar ngumpul, wah rame dan seruuu :)

    ReplyDelete
  53. Sejak mama meninggal mpo sekeluarga mulai mempraktekan jam makan yang akan membuat kita semakin yakin bahwa pelajaran dan kebiasaan orang dulu itu bagus

    ReplyDelete
  54. Kami punya meja makan lengkap sama kursi panjang kayak di warung khas orang Jawa tapi kalau makan yang di kursi cuman ibu bapaknya anak2 udah pindah ke ruang tengah huhuhuhu. Pengen sih kayak di tipi2 kalo makan rapi gitu hahahahaha

    ReplyDelete
  55. Duh tetelannya itu bikin aku pengen ngunyah. Aku suka banget tetelan, karena kenyal gitu. Biasa makan bersama saat sarapan aja.

    ReplyDelete
  56. Sayur pokcoy itu kesuakaan noofa banget. Dibikin sayur soup udah gitu kasih masako. Hmm.. elmakannya jadi lahap

    ReplyDelete
  57. Kalau untuk suamiku kayaknya lebih pas yang tumis daging tadi mba. Dia ga mau sup atau sayur asam dikasih potongan daging tetelan. Hahaa... padahal kan praktis ya bikin sup dikasih daging langsung tuh, gizinya dapat semua dalam 1 masakan yang gampang dibuat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, sup ini masakan paling praktis dan semua nutrisi masuk

      Delete
  58. Keluarga bisa makan bareng itu rasanya sukar diungkapkan ya Mba
    heheheh ... kebersamaannya itu ngangenin banget. Sampai sekarang udah berumah tangga sendiri masih kangen

    ReplyDelete
  59. Selalu terkenang sampai skrg, bagaimana keluarga kami menghargai momen kebersamaan saat makan. Terbawa sampai skrg, aku ga bisa kalau makan sendirian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kebiasaan masa kecil akan terbentuk hingga besar. Itulah salah satu manfaat makan bersama

      Delete
  60. Makan bersama itu memang seru. Dan bikin rasa kekeluargaan semakin kerasa. Alhamdulillah, setiap hari, makan malam, kami selalu bersama-sama. Kalo libur, tiap waktu makan pasti sama-sama. Btw, aku salfok sama sop dading sayurnya. Sedep banget kayaknya ya. Contek resepnya aaaah...

    ReplyDelete
  61. Sudah lama tidak makan bareng keluarga... Makan daging enak juga bisa masak sendiri ya ditambah Masako

    ReplyDelete
  62. Thanks for sharing such a pleasant opinion, paragraph is fastidious,
    thats why i have read it entirely

    ReplyDelete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien