Generasi Phi: Generasi Suka Pamer?

8 comments

Benarkah generasi phi: generasi suka pamer? Pertanyaan ini terus bergelayut dalam benak saya. Mengetahui mengenai generasi ini saja saya baru saja. Saya tidak berani mengambil kesimpulan. Ini adalah pengetahuan baru, yang mungkin bermanfaat jika dishare. Jadi saya putuskan untuk menuliskannya di sini.

Generasi Phi: generasi suka pamer?
Perkenalan saya dengan istilah generasi phi ini ketika saya menjadi moderator di acara webinar Hari Guru Nasional yang diadakan oleh Langkah Guru. Salah satu narasumbernya mengatakan bahwa kecenderungan generasi masa kini adalah keinginan untuk tampil, eksis, show off, merasa paling tahu duluan, sehingga ketika tahu sesuatu, dia langsung upload atau posting di sosial medianya.

Kecenderungan generasi phi ini dia kutip dari hasil penelitian Dr. muhammad Faisal, founder Youtlhlab Laboratory yaitu ada beberapa potensi peserta didik hari ini sebagai generasi phi.

Ciri khas generasi Pi ini di antaranya senang tampil menyampaikan ekspresi, giat berkomunikasi, senang pelibatan serta apresiasi dan daya kreasi yang out of box.

Sekilas nampak banyak positifnya ya. tapi di zaman era less boundary (tanpa batas) ini, tentu perlu pengawasan yang bijak pada anak anak ini.

Contoh kasus, pernah ada kasus seorang anak mengupload ujian nasional ke instagram storynya. Padahal waktu itu masih dalam masa ujian. Soal Ujian Nasional tentu saja merupakan dokumen penting yang tidak boleh asal di share di mana pun. Apatah lagi di sosial media. Ini adalah area forbidden. Bagi orang yang melanggarnya akan mendapatkan sangsi.

Dan benar saja. Akhirnya siswa tesebut mendapatkan sangsi dari kemendikbud. Mendapatkan nilai nol. Meskipun akhirnya, belakangan, setelah dilakukan jalan kekeluargaaan, diberi kesempatan kedua mengikuti ujian remedial Ujian Nasional.

Sungguh luar biasa ini adalah kejadian yang luar biasa. Untuk siswa tentu saja perlu adanya perhatian dan pengawasan dari orang tua, guru dan lingkungan. Di sinilah pentingnya pembinaan, bimbingan dan pendampingan pada anak.Terutama di era serba digital ini. Perlu pendampingan sebagaimana generasi Z lainnya.

Generasi phi ini memiliki kecenderungan mudah menshare apa saja informasi yang mereka dapatkan. Sekali terkirim maka jejak digital pun terkadang susah untuk dihilangkan. Khawatirnya setelah terbiasa meng-upload informasi yang sifatnya umum, anak akan ketagihan untuk menshare informasi pribadinya juga di sosial media.

Nah, selain anak, melihat kecenderungan masa kini, kebanyakan kita, para orang dewasa, orang tua, juga kadang memiliki kecenderungan yang mirip dengan generasi phi ini. Sungguh beruntung jika kita masih ada yang memberikan masukan, saran dan teguran. 

Karena bisa jadi apa yang kita lakukan, postingan kita ada yang sebenarnya tidak patut atau belum waktunya menjadi konsumsi publik. 

So, mari kita saling mengingatkan jika ada postingan yang tak patut. Semoga dengan kontrol sosial ini kita bisa bersosial media dengan bahagia.

Salam Bahagia Selalu,

Sri Widiyastuti

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

8 comments

  1. Makasih onfonya teh, aku baru tahu nih tentang genetrasi phi

    ReplyDelete
  2. Jadi ada nama generasi lagi ya. Aih bakal berapa banyak dan apa yang akan dihadapi oleh para orang tua?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iyaa, kadang ortunya juga sih yang ngajarin share share info yang belum tentu bener atau bener tapi gak patut dishare. jadi kita kudu mawas diri juga sih

      Delete
  3. baru tahu juga lho Mbak tentang generasi Phi ini.
    hmm, jadi PR juga ini buat kita agar selalu mengingatkan anak untuk memilah-milah info yang bisa dan harus dishare yang mana ajam gaswat kan klo kejadian kayak anak yang dapat nilai 0 saat ujian itu syukurnya masih diberi kesempatan :(

    ReplyDelete
  4. iya ya, Mba.. generasi phi ini kudu didampingin. Banyak yang asal upload. Malah kadang jadi kayak budak sosmed. Demi like banyak upload yang buka2 aib. Ini saya tegasin banget nih ke Abang, yang sering upload tentang meme ngeledek pemerintah.. duh..

    ReplyDelete
  5. Generasi serba dikonten bukan sih? Bagus sih lebih dini bisa cari uang, tapi kadang lupa privasi seseorang. Kayak divideoin diam2 di tempat umum

    ReplyDelete
  6. Jadi ingat, ada Ortu temannya Keponakan dan dia suka upload sesuatu di status WA. Masalahnya, hal penting kaya ID anaknya juga. Kayanya generasi lama yang baru tahu teknologi pun suka pamerin semua hal, bukan phi aja

    ReplyDelete

Post a Comment

iframe komentar