aXo1ROaM90rrPonD2hJx7xmRHgpeNsWcuj6lcvtc

Pengalaman Vaksinasi Sinovac Anak Usia 6 - 11 Tahun

Hai, Moms, makin di ujung tahun nih. Kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman vaksinasi Sinovac anak usia 6-11 tahun. Tahun ini anakku berusia 10 tahun, kelas 5 SD. Alhamdulillah akhirnya dia sudah disuntik vaksinasi covid-19 untuk dosis pertama.

Ketika ada kabar bahwa akan ada vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun saya pun bergegas mencari-cari informasi seputar vaksinasi. Ini adalah kabar gembira bagi saya dan tentu untuk semua keluarga yaa. 

 

Vaksinasi Sinovac anak usia 6 - 11 tahun
Sungguh saya menunggu dosis aman untuk anak usia 6 - 11 tahun karena mau enggak mau, anak-anak harus mulai belajar lagi PTM. Hal ini sudah dilakukan sejak 6 bulan lalu. Malah ada yang sudah diam-diam start duluan. 

Bukan karena keinginan sekolah semata. Namun pada kenyataannya banyak orang tua dan keluarga yang menginginkan sekolah kembali normal. Alasannya beragam. Ada yang karena sekolah di rumah dinilai kurang efektif, anak bosan belajar di rumah, orang tua stress karena tidak bisa menghandle jadi guru di rumah, dan sebagainya.

Saya kira alasan-alasan itu semua logis. Hanya saja, tentu melepaskan anak ke sekolah di masa pandemi begini harus tetap diperhatikan keselamatan dan kesehatan anak.

Yah, meskipun sekarang, alhamdulillah pandemi sudah mulai bisa dikendalikan, ya. Namun, jangan lupa, pandemi masih ada dan belum usai. Malah ada varian baru lagi yang nongol. Omicron namanya.

Awalnya Omicron ini muncul di Afrika sana. Jauh dari Indonesia mah. Namun, jika border negara kita alias bandara masih memasukan orang luar negara ke negara kita, tentu penularan itu tidak akan bisa dihambat. 

Omicron ini menurut dokter Angelique Coetze, seorang dokter yang bertugas di Afrika Selatan sana, dalam wawacaranya dengan BBC mengatakan bahwa varian virus Covid-19 Omicron ini gejalanya ringan, semacam sakit kepala, sakit seluruh tubuh, sakit tenggorokan selama 1-2 hari, lalu batuk, pilek. Pasien dengan gejala ini bisa dirawat di rumah saja. 

Namun demikian, tetap saja kita harus waspada yaa. Bagi penderita komorbid mungkin tetap akan beresiko tinggi jika tertular virus Covid-19 Omicron ini meskipun gejalanya ringan.

So, tetap proker, ya, Moms. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan setiap habis kontak.

Okey, mari kita ulas pengalaman vaksinasi sinovac anak usia 6 - 11 tahun.

Vaksinasi Corona (Coronavac) Anak Usia 6 - 11 Tahun

Jadi, beberapa waktu lalu saya mendapatkan informasi bahwa IDAI telah mengeluarkan rekomendasi terbaru terkait pemberian vaksin sinovac (Coronavac) pada anak usia 6 - 11 tahun. Rekomendasi ini dikeluarkan setelah mendapatkan ijin penggunaan Vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19 anak usia 6 - 11 tahun oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Pentingnya Vaksinasi Sinovac untuk Anak Usia 6 - 11 Tahun

Sama dengan vaksinasi sinovac pada orang dewasa atau anak di atas 12 tahun. Vaksinasi Sinovac juga penting diberikan kepada anak usia 6 - 11 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada anak terutama pada Corona Virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Pengalaman Vaksinasi Sinovac Anak Usia 6 - 11 Tahun

Jadi akhirnya, sekolah anakku pun mengumumkan bahwa mereka sudah mendapatkan informasi dari dinas kesehatan Bogor bahwa akan dilaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Sinovac di seluruh sekolah di Bogor. 

Anak saya kebagian hari Selasa tanggal 21 Desember 2021 lalu. Namun, ternyata suami sedang sibuk-sibuknya. Yah, namanya kerja, ya. Jadi akhir tahun ini benar-benar sibuk sekali. Malah hari ini dan besok pak suami menginap di suatu tempat untuk rapat akhir tahun. 

Tadinya saya kira, Kakak Sulung bisa mengantar. Tapi pak Suami tidak mengijinkan S5 didampingi S1 karena kuatir ada KIPI. Sementara saya tidak bisa ke sekolah juga, kan, karena si Kakak belum bisa mengendarai mobil. 

Mana si Abang juga harus ke sekolah. Anakku yang ketiga ini sekolahnya semi homeschooling. Menginduk pada SKB negeri di Bogor. Jadi pada saat itu juga harus ke sekolah ada ujian praktik membuat minuman kesehatan (praktik sains). Jadi akhirnya kakak yang mengantar si abang. S5 ditangguhkan dulu vaksinasinya.

Menurut informasi dari temannya suami yang dokter, anak bisa mengikuti vaksinasi di sekolah bukan sekolahnya alias sekolah lain di kota yang sama, asalkan masih tersedia vaksinasinya di sekolah tersebut. Jadi aman. Meskipun tetep aja deg-degan yaa. Karena kan beda sekolah. Takutnya sudah disediakan pas sesuai jumlah siswa.

Saya sudah memegang dokumen PDF sekolah-sekolah yang mengikuti program vaksinasi Covid-19 ini. Ada beberapa sekolah di dekat rumah juga. Akhirnya saya dan Pak Suami bersepakat akan vaksinasi pada hari Jum'at, 24 Desember 2021 di sekolah Taman Siswa di dekat rumah. Jaraknya hanya 1 kilometer dari rumah.

Syarat Vaksinasi Sinovac Anak Usai 6 - 11 Tahun

Syaratnya sama lah ya dengan syarat untuk vaksinasi anak usia  di atas 11 tahun dan dewasa. Badan harus dalam keadaan fit. Sudah makan dulu di rumah. 

Yang paling penting itu adalah membawa surat-surat penting, seperti:

  1. Salinan Kartu Keluarga
  2. Salinan NISN, ini bisa didownload di website dinas pendidikan setempat.
  3. Skrining kesehatan anak, bisa isi di tempat, bisa juga print sendiri dari file yang dikirim sekolah di grup sekolah.

Nah, ketiga surat ini bawa deh ke sekolah atau sekolah lain yang akan dituju untuk vaksinasi Sinovac anak usia 6 - 11 tahun. InsyaAllah tidak akan ditolak kedatangan kita karena ini adalah program kesehatan nasional.

Pengalaman vaksinasi sinovac anak usia 6 - 11 tahun
antri vaksinasi sinovac
Alhamdulillah anakku sangat siap sekali di vaksinasi. Jadi enggak ada drama-drama nangis gitu. Cuma katanya, agak tegang juga tangannya sampai gemetaran. Keadaan ini normal bagi anak-anak yang mendapatkan pengalaman pertama di vaksin. Kita juga kadang suka deg-degan juga kan heuheu

Ketika datang ke sekolah untuk vaksinasi, sudah agak siang, sekitar pukul 11. Karena suami saya memperkirakan kemungkinan jam segitu sudah selesai siswa yang reguler (siswa sekolah tersebut). Dan memang benar. Suasana sudah lebih lengang. Hanya ada beberapa orang yang masih menunggu di panggil.

Saat menunnggu, anakku melihat ada anak yang nangis kejer katanya karena takut disuntik. Padahal lebih besar badannya dari dia. Karena anak itu tidak mau disuntik, berikutnya anakku yang dipanggil. 

"Waktu disuntik enggak kerasa apa-apa, Mi. Tahu-tahu sudah selesai, aja. Tahu, gak, Mi. Setelah Sarah disuntik, eh, obat (vaksin)nya habis. Jadi anak lainnya harus menunggu lagi." cerita anakku.

Wah, alhamdulillah rezekinya anakku. Gak menunggu lama, eh abis itu vaksinnya habis. Jadi anak yang masih belum siap divaksin harus menunggu lagi. Semoga setelah itu bisa lebih siap disuntik untuk kebaikan dan kesehatannya. 

Oiya, nanti setelah disuntik, anak-anak juga dikirimi sertifikat sebagai bukti sudah vaksinasi covid-19 dosis pertama. Nanti kan kita mengisi form skrining kesehatan anak. Nah di dalam skrining itu tulis nomor telpon orang tua. Waktu itu yang antar ayahnya. Jadi, sertifikat dikirim by sms ke nomor suami untuk menginfokan link untuk download sertifikat. Sertifikat juga bisa di download pada aplikasi PeduliLindungi.

Pasca disuntik vaksin Sinovac, anak saya merasa baik-baik saja. Hanya saja, baru besoknya dia mengeluh bekas suntiknya pegal sekali. Tapi tidak berlangsung lama, karena pada hari Ahadnya, 26 Desember 2021 sudah merasa baikan dan tidak pegal lagi.

Alhamdulillah sejauh ini setelah vaksinasi Sinovac kondisi kesehatan anak saya baik-baik saja. Tidak seperti pengalaman saya, vaksinasi sinovac dosis 2 bekasnya memar biru. Tapi itu pun tidak berlangsung lama dan disebut normal.

So, bagi Moms yang putra putrinya yang berusia 6 - 11 tahun belum divaksinasi, yuk, segera datang ke sekolah jika sekolah menyelenggarakan vaksinasi massal atau datang ke Puskesmas. 

Semoga dengan perlindungan kesehatan dengan Vaksinasi Sinovac anak-anak dan keluarga kita terjaga kesehatannya dan terlindungi dari terinfeksi virus Corona Covid-19.

Baiklah, Moms. Demikian cerita pengalaman vaksinasi sinovac anak usia 6 - 11 tahun. Semoga bermanfaat ya, Moms.

Salam Sehat Selalu

Sri Widiyastuti


Related Posts
Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia sebagai diaspora.Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

26 comments

  1. Yeay, akhirnya ada yang nulis tentang vaksin sinovac untuk anak 6+. Aku masih lihat-lihat sikon sambil nunggu anakku cukup umur mba. Semoga stok vaksinnya banyak ya, biar ngga rebutan.

    ReplyDelete
  2. Erysha nih Bun bulan feb tahun depan dia udah 6 tahun. Udah mulai aku siapin juga nanti divaksin. Ini kalau anak berapa kali bun divaksinnya apa 2 kali juga kayak kita? Terus ini sertifikatnya dikirim ke aplikasi peduli lindungi orang tuanya atau gimana bun? Duh aku banyak tanya 😂. Atau ada yang aku kelewat ya bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, nanti kan di form skrining kan ada nomor telpon orang tua ya. Waktu itu yang antar suamiku. jadinya sertifikat dikirim by sms ke nomor suami untuk menginfokan link untuk download sertifikat. sertifikat juga bisa didownload ada PeduliLindungi.

      Delete
  3. Alhamdulillah senengnya sudah vaksin, anak saya kepaksa cari diluar karena pas pelaksanaan vaksin di sekolah kmrn kami lagi di luar kota 😭

    ReplyDelete
  4. Semoga dgn vaksin selanjutnya kondisi anak tetap dlm keadaan baik ya kak. Juga vaksinasi cepat rampun

    ReplyDelete
  5. Asikk udah ada vaksin untuk anak2. Meskipun banyak kontroversi, tapi bismillah semoga anak kita sehat selalu ya mbak..

    ReplyDelete
  6. Pas banget besok pagi anak-anak saya dapat jadwal vaksin di sekolah. Untuk vaksin anak cenderung lebih terorganisir karena lgs di sekolah masing-masing. Jadi lebih mudah juga pencatatannya.

    ReplyDelete
  7. Wah di banjarmasin belum ada nih vaksin buat anak usia 6-12, gatau deh nanti anakku bakal ikut apa enggak. Semoga semua anak yg ikut akan baik2 saja ya gak ada sakit2 apapun, aamin

    ReplyDelete
  8. Mbak Sri, apa harus bawa NISN? anakku enggak sekolah tapi sudah 6 tahun. Kalau anak PKBM atau SKB kan emang sudah ada NISN-nya yah.

    Mau cari vaksinasi di dekat sini sih, kabarnya di GOR gitu ada jadi enggak hanya di sekolah-sekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ini antisipasi aja sih untuk anakku mbak, karena kan vaksin di lain sekolah. Kalau di sekolah di sih hanya bawa form skrining kesehatan saja mama Sid. Jadi kalau mau vaksinasi di GOR atau di Puskesmas, bawa Kartu Keluarga aja mbak. Kayak kita mau vaksinasi aja, kan bawa KTP yaa, kalau anaknya belum punya KTP bawa KK.

      Delete
  9. Wah, sudah bisa vaksin ya. Alhamdulillah akhirnya anak-anak udah bisa vaksin juga. At least rada lebih tenang. Beberapa bulan lalu, kami nyari vaksin untuk anak2 masih agak susah, (untuk di atas 12 tahun) Sampai akhirnya si kakak dan adek dapet di kota yg beda2

    ReplyDelete
  10. alhamdulillah ya, mbak sekarang sudah ada vaksin buat anak jadinya kita bisa sedikit lega melepas anak sekolah. anakku tahun ini masih 5 tahun sih jadinya belum bisa divaksin entah nanti kalau umurnya sudah 6 tahun vaksin ini bakal ada terus atau nggak ya?

    ReplyDelete
  11. Oh aku baru tahu harus ada salinan NISN mba. Pas Ayyas waktu itu nggak pakai mba salinan ini. Bismillah ini ikhtiar kita ya mba buat berikan vaksin buat anak, jaga anak biar selalu sehat ya mba

    ReplyDelete
  12. anakku juga sudah vaksin covid-19 nih mba, semenjak sudah vaksin dan ada certificate vaksin masuk ke mall dan public space check ini dengan aplikasi pedulilindungi

    ReplyDelete
  13. Hehe kemarin pas anak2 vaksin juga ada yang kejer.
    Emang kudu sounding dulu deh kalau buat anak kecil sebelum divaksin yaa.
    Kota Bogor nih ternyata udah mulai ya, kalau Kabupaten Bogor capaian vaksin dewasanya blm 70% jd blm ada vaksinasi. Untung kmrn bisa nebeng kota Bogor jg buat vaksin :D

    ReplyDelete
  14. Anak-anak ku yang Homeschooling belum vaksin nih. Dengar-dengar pihak SKB Jogja akan mengusahakan anak-anak hs sejogja untuk vaksin

    ReplyDelete
  15. Iya, anakku juga mulai dikoordinir untuk ikutan vaksin COVID-19
    Masih nunggu giliran
    Semoga bisa segera di vaksin

    ReplyDelete
  16. Kalo pegal di lengan gitu kayaknya biasa aja ya mbak, jadi ingat dulu suntik KB juga pegal di daerah sekitar bekas suntikan. Alhamdulillah ya anak-anak udah dapat vaksin, jadi bisa agak lega bila mulai sekolah tatap muka.

    ReplyDelete
  17. Moga berjalan lancar deh, aku nunggu sokong aja dulu. Kalo syarat kayaknya bakal sma aja ama yang dewasa ya. Cuma yang perlu dipersiapkan adalah anaknya, hehehe

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah,
    Kini sudah mulai banyak anak-anak 6-11 tahun sudah di vaksin yaa..
    Aku juga lagi nunggu panggilan dari sekolah anak-anak nih.. Semoga lancar dan tidak ada KIPI yaa..
    Kuat kaya kakak.

    ReplyDelete
  19. wah hebat,,, akhirnya ya mba anak2 bisa vaksin semua semoga setelah ini imunitas makin membaik dan situasi pandemi ini beralih jadi endemi sehingga kita bisa beraktifitas seperti semula, aamiin

    ReplyDelete
  20. Ternyata vaksin buat anak under 12 tahun ini perlu NISN ya mba? Apa karena status pelajar dan diselenggarakan di sekolah? Semoga makin banyak anak2 yg vaksin ya, biar makin cepat terbentuk herd immunity

    ReplyDelete
  21. Vaksin corona untuk anak emang penting banget ya, apalagi mereka relatif lebih rawan untuk ketularan corona.

    Syarat vaksinasi anak juga gak ribet ternyata. Plus bisa diinjeksi di sekolah lain yg bukan sekolahnya.

    Sayangnya anak saya demam kmrin pas mau vaksin, huhuhu

    ReplyDelete
  22. Syukurlah sudah ada vaksin buat anak 6-11 tahun. Kapan hari itu kelurahan ku sempat mendata anak2 yang blom vaksin. Mudah2an sih bisa segera dilaksnakan. Soalnya kalau Area yg agak jauh dari ibukota gini biasanya suka belakangan. heheehe

    ReplyDelete
  23. Waah hebat dah berani vaksin ya....
    Kalau udah vaksin mau PTM jadi lebih tenang ya mbak. Aku juga dah vaksin semua nih kecuali si kecil yang masih 5 tahun

    ReplyDelete
Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien