Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Bolu Kukus Cokelat TiTOS

Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa ibu-ibu geng pengajian di dekat rumah berguru membuat bolu kukus ke tetangga saya yang cantik dan baik hati, Bu Ary Nur Azizah. Bu Ary ini selain berbakat menulis juga pintar membuat segala rupa kue jajanan pasar. Sebut saja risoles, kue sus, lemper, bolu kukus, brownies dan lain-lain. Risoles dan kawan-kawannya itu baru ditulis aja bikin saya ngeces, apalagi kalau beneran disuguhin ... enyakk banget! Bikin kita-kita ketagihan pokoknya mah!

Nah, setelah sukses belajar bolu kukus dari bu Ary, saya pun mempraktekannya di rumah. Alhamdulillah cara membuatnya mudah dan gak ribeut. Anak-anak juga bolak-balik bikin sendiri ga kesulitan.




Nah, belakangan saya kepikiran, kalau bikin bolkus enggak pake telur, ga pake ovalet dan gak pake sprite bisa gak ya? akhirnya saya browsinglah beberapa resep yang banyak bertebaran di dunia maya. Alhamdulillah ada resep yang sesuai dengan kebutuhan saya. Tapi enggak mudah juga menerjemahkan resepnya itu. ga jelas gitu …

[Resensi] Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya

Ikhtisar Buku:

Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya. Buku ini merupakan serial buku non fiksi yang berisi tentang segala hal yang harus diketahui oleh para calon pengantin yang hendak menyempurnakan setengah diennya. Para istri dan suami yang menginginkan pernikahan yang sakinah, mawadah dan penuh rahmah. Para pencari cinta yang menginginkan cinta sejati.

Jodoh dan perjodohan merupakan misteri Allah. Buku ini hadir untuk memenuhi pengetahuan calon pengantin  melaksanakan pernikahan dari mulai tahap persiapan, ketika menikah dan pasca menikah. Ibaratnya sebuah jalinan cinta yang sakral, maka cinta yang terikat dengan mitsaqun ghaliza ini mestilah tak luput dari berbagai ujian.

Buku ini memberikan tuntunan bagi calon pengantin maupun para pengantin yang sudah melayari bahtera kehidupan menuju cinta yang membahagiakan.

Resensi:

Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya. Sesorean tadi saya berusaha menghabiskan buku ini. Tak sengaja anak laki-laki saya membaca …

Life with XL: Bersamamu Kini dan Nanti

Saya mengenal XL setelah  menikah pada bulan Januari tahun 2001. Pada tahun itu, dua minggu setelah menikah, saya mengikuti sebuah aksi demontrasi mahasiswa. Saat itu saya pergi tidak ditemani suami, karena beliau  harus mengajar.

Saya pergi bersama dengan teman-teman. Selain membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, suami juga membekali saya sebuah handphone  dengan antena di kepala sebelah kirinya. Waktu itu handphone belum sebagus sekarang. Fiturnya pun tidak sebanyak sekarang. Dulu bisa menelpon dan menerima telepon serta sms di perjalanan saja sudah cukup senang.

Sehari sebelumnya suami telah mengisi pulsa agar saya bisa menghubunginya di kantor. Dia berlangganan kartu perdana ProXL. Selain biayanya murah setiap kali dipakai untuk melakukan percakapan lewat telpon, juga bisa saling berbagi pulsa,

Tak lupa saya pun mencatat nomor telepon kantor suami agar bisa dihubungi. Saat itu Jakarta mencekam. Mahasiswa dan masyarakat berkumpul di sekitar istana negara dan HI.

Pulang dari …

Tempat Makan yang Bikin Meletop

Saya baru mendengar nama restoran ini sepekan yang lalu, saat diskusi bersama adik-adik FLP. Diskusinya tentang rencana mengajak makan malam Manini Pipiet Senja yang akan datang silaturahim pada tanggal 5 dan 6 Oktober yang lalu (Nanti saya ceritakan deh yang ini, banyak kisah seru dan cukup membuat perut kejang denger cerita manini wkwkwk) Sebenarnya saya merekomendasikan sebuah resto BBQ dan Asam Pedas yang letaknya tak jauh dari rumah saya, tapi demi Rindu hihihi akhirnya saya setuju.



 Meletop. Cukup aneh kedengarannya di telinga saya.

Saya pun bertanya pada Rindu. "Emang enak, Ndu?" "Enak lah bu. Selain enak, murah pula. Kita bisa makan sekenyangnya hanya dengan bayar RM20."
Setelah diskusi diskusi diskusiiii .... saya pun setuju. Kebetulan anak anak saya memang suka kuliner steamboat. Mungkin samalah dengan apa yang sering saya buat di rumah. Odeng! Meletop .... berharap ga bener-bener meletop!
Oiya, mungkin teman-teman di Indonesia bingung. Meletop apaan sih?…

Pindang Patin

Akhir bulan Mei yang lalu, saya dan keluarga kecil saya berkesempatan untuk pulang mudik ke Indonesia. Keluarga besar senang dengan kabar ini, tapi juga bertanya, "Sampai lebaran?"

Sayangnya kami tidak berlibur hingga lebaran tiba. Bukannya tidak ingin. Tetapi namanya kerja, suami tidak bisa ambil cuti panjang. Sementara anak-anak pada waktu itu sedang ada kesempatan libur sekolah dua minggu. Lumayan panjang dibandingkan libur untuk hari Raya yang hanya cuti seminggu. Liburan sekolah cuti tengah semester pertama selama dua minggu. Itupun diperpanjang hingga seminggu, karena tiket pesawat yang murah waktunya melebihi jadwal cuti anak-anak. Jadi total kami berlibur selama 3 minggu di Indonesia.

Kami memesan tiket pesawat sebelum cuti sekolah dimulai. Karena pasukan saya banyak, dua dewasa dan lima anak yang kesemuanya bayar penuh, suami mencari tiket pesawat yang murah dan fasilitas yang nyaman. Alhamdulillah, kami mendapatkan tiket pesawat yang murah meriah.

Pulang ke Indones…

Catatan Bagi Perindu Haji

Kemarin seperti biasa saya berkumpul bersama ibu-ibu pengajian di lingkungan kampus. Pengajian yang sudah ada sebelum saya tinggal di Johor ini, dikelola oleh ibu-ibu warga Indonesia yang tinggal di dekat lingkungan kampus UTM. Baik itu istri dosen, mahasiswa, dosen yang jadi mahasiswa, istri mahasiswa, maupun dosen di UTM. Semua berkumpul dalam rajutan ukhuwwah yang indah.

Nah, kemarin isi dari pengajian itu membahas tentang keutamaan orang yang berhaji. Sedikit saya bagikan ya di sini, agar saya bisa mengingatnya terus dan bagi yang ikut membacanya jadi sama-sama termotivasi untuk mengejar pahala berhaji.

Ibadah haji adalah salah satu rukun dalam rukun Islam. Sampai Rasulullah SAW menyampaikan dalam sabdanya yang mulia, bahwa bangunan Islam ditegakkan oleh lima perkara, bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, menegakan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan berpuasa di bulan Ramadhan. (hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Catatan untuk hadits di atas, agar tid…

Onigiri

Sudah lama ingin menuliskan segala macam resep dapur yang kerap saya buat di rumah. Sekadar berbagi, beberapa masakan yang mudah cara pembuatannya dan disukai oleh anak-anak.
Terus terang, jika saya ditanya soal masak-memasak yang berbumbu lengkap, saya nyerah. Saya akan menyerahkan mandat sebagai juru masak kepada suami saya tercinta. Yah, kalau dia mau saya bujuk dan rayu buat masak. Kalau dia lagi pengen masakan berbumbu lengkap buatan saya, terpaksa saya masak juga. Sambil grogi dengan rasa dan penampilan masakan hihihi ampun pokoknya mah. Alhamdulillah sih suami ga pernah sampai meringis selama makan :D palingan yang dikeluhkannya, "kurang garam" sambil ambil garam sendiri.



Hari ini saya ingin berbagi tentang betapa mudahnya membuat onigiri. Dulu, waktu saya kecil juga suka dibuatkan nasi kepal sama nenek. Zaman dulu, nenek masak nasi memakai aseupan, jenis penanak nasi berbentuk kerucut. Nah, diujung penanak nasi itu, nenek akan memberikannya kepada saya dengan cara me…

Rekreasi ke Pantai Desaru

Hari Senin yang lalu libur hari kemerdekaan Malaysia. Saya pun pergi rekreasi dengan keluarga ke pantai Desaru, sebuah pantai yang terkenal di Johor. Pantai laut China Selatan. Namanya hari libur nasional, pantai jadi rame banget. Saya dan kelurga datang kesiangan, pukul 11.30 sampai di lokasi. Yah, biasa deh anak anak sudah dibilangin berangkat pagi, kalau emaknya belum rapi, cantik dan duduk manis di sofa pasti dianggapnya masih lama perginya. Padahal emak banyak yang harus disiapkan. Salah satunya buat bekal buat di tempat rekreasi. Tahu sendiri kan, kalau jajan, dengan 5 pasukan gini bisa jebol dompet emak.

Pak suami pagi pagi sudah bantuin goreng ayam (pak suami memang jago masak, juga jago makan, yang paling penting dia sayang istri dan keluarga ehem). Doi masak dua jenis masakan pula, ayam cutlet dan ayam goreng kres-kres. Emak buat norimaki. Ntar dua resep ini emak share ya. Sekarang kita fokus pada pantai desaru dulu ya dan kegiatan di sana heuheu

Nah, sampailah kita di panta…

Tips Menerbitkan Buku di Pustaka Al-Kautsar

Buat yang ingin menerbitkan buku di Penerbit Al Kautsar, inilah tips supaya tembus di penerbitan ini. Monggo :-)

Tips Menerbitkan Buku di Pustaka Al-Kautsar

1. Tema tulisan bernafaskan nilai-nilai moral luhur dan atau nilai-nilai Islam.
2. Unik, berbeda, dan memiliki nilai lebih dari buku-buku yang sudah ada.
3. Orisinal, tidak menjiplak.
4. Menggunakan sumber rujukan yang benar dan terpercaya (bila non fiksi).
5. Contoh (untuk non fiksi) dan jalan cerita (untuk novel) tidak klise, monoton, dan membosankan.
6. Kaya dengan gagasan yang menginspirasi pembaca untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
7. Ide cerita memberikan gambaran yang tajam, menunjukkan kesatuan bentuk yang utuh, alur mengalir, latar rinci, cerita hidup.
8. Bahasa lincah, renyah, dan mengalir.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan segmentasi usia pembaca.
9. Karakter dan setting (bila novel) serta penggambaran detail dan kuat.
10. Lebih disukai tema persahabatan, konflik hidup, pe…